f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
mendidik anak

Memahami Al Mauizah Al Hasanah dalam Mendidik Anak

Menjadi seorang ibu merupakan anugerah yang dimiliki setiap perempuan, baik anak yang terlahir dari rahim sendiri ataupun yang kita putuskan untuk kita cintai sebagai anak. Persoalan mendidik anak merupakan tanggung jawab penting kedua orang tua.

Dalam hal ini, seorang ibu merupakan rumah pertama dalam kehidupan pendidikan anak. Ketika lahir, anak disusui, dirawat sesuai tumbuh kembangnya. Waktu terbanyak anak dalam keseharian adalah bersama ibu.

Sesuai dengan sabda Rasulullah Saw. yang berbunyi:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي بَيْتِهِ وَمَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْؤُوْلَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا

Artinya: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Suami adalah pemimpin dalam rumah tangganya dan dia akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Istri adalah pemimpin dalam rumah suaminya dan dia akan ditanya tentang yang dipimpinnya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Hadis di atas menjelaskan bahwa masing-masing suami dan istri adalah seorang pemimpin, dengan tanggung jawab yang sesuai dengan kodrat masing-masing.  Seorang ibu adalah pemimpin bagi anak-anaknya. Rasulullah Saw. mengibaratkan perempuan dengan sebutan qawarir (bejana-bejana kaca) yang memiliki perasaan rapuh, sensitif dan berperasaan.

Perihal berperasaan, perempuan adalah sumber yang didominasi oleh perasaan kasih sayang. Dalam mendidik anak tentu setiap ibu berlandaskan atas dasar rasa kasih sayang, dengan tujuan anak akan mampu menjadi manusia mandiri serta mampu menjalani kehidupannya dengan baik.

Namun dalam menasihati anak-anak, tak ayal terkadang anak tidak mematuhi apa yang ibu katakan. Sehingga yang pada mulanya ibu menasihati anak secara pelan-pelan dan lemah lembut, berubah menjadi lebih keras. Ketika mendapati anak menyangkal bukan tidak mungkin emosi negatif timbul dan memicu amarah. Beban kerja di rumah terasa menjadi semakin runyam, rasanya seperti ke-hectic-an tersendiri bagi seorang ibu.

Baca Juga  Cintai Ortu, Yuk!
***

Namun Rahmania, perlu kita sadari bahwa jangan sampai emosi negatif tersebut pada akhirnya menjadi bagian dari pola wajar mengasuh anak. Tidak dipungkiri bahwa kita pernah melihat seorang ibu yang dalam kesehariannya seringkali memaharahi anaknya. Seolah menasihati, namun dilontarkan dalam kata-kata kasar dan nada bicara yang keras.

Seringkali kita mendengar seorang ibu yang memarahi anaknya ketika melakukan kesalahan di muka umum. Memarahi sang anak dengan intonasi yang tinggi dan keras, disertasi ekspresi wajah tidak mengenakkan.

Unsur dari mendidik adalah menasihati dalam kebaikan, diimplementasikan dalam setiap keseharian untuk menciptakan kebiasaan yang baik. Sebagai seorang ibu alangkah baiknya memahami bagaimana mengaplikasikan Al Mauizah Al Hasanah dalam menasihati anak. Menggunakan sifat alamiah perempuan yaitu kasih sayang dalam mendidik dan menasihati anak.

Mengasihi anak dengan segala ilmu pengetahuan kehidupan, dalam rasa sayang. Al Mauizah Al Hasanah merupakan salah satu metode dakwah Islam yang memberikan kesan kepada sasaran dakwah bahwa pendakwah adalah teman dekat yang menyayanginya, mencari segala hal yang bermanfaat dan membahagiakannya.

Sasaran dari metode dakwah ini adalah orang awam, mereka yang belum berpikir kritis dan mendalam. Sehingga pelajaran dan nasihat yang baik diberikan dengan jalan yang mudah dipahaminya.

Seorang anak tentu merupakan insan yang belum mengetahui banyak hal. Dalam proses perkembangannya, Al Mauizah Al Hasanah bertujuan untuk menasihati anak secara berkesan. Sebagai seorang ibu, Rahmania perlu menunjukkan kasih sayang yang tulus bagi anak.

Contohnya ketika anak selesai bermain dan membiarkan mainannya begitu saja. Jangan langsung memarahi anak dengan intonasi yang keras. Panggil anak dengan baik, beritahu bahwa setelah melakukan sesuatu kita harus membereskannya kembali. Pada saat itu bantu anak membereskan barang-barang kembali pada tempatnya sebagai contoh bagi anak.

Baca Juga  Anak dan Kedekatannya dengan Gawai
***

Dalam Al Mauizah Al Hasanah, tidak hanya sekedar memberi nasihat yang baik. Namun juga menjadi contoh secara nyata bagi anak, memberikan kalimat-kalimat positif yang meningkatkan motivasi anak dalam berbuat kebaikan. Menerapkan Al Mauizah Al Hasanah membantu kesulitan yang sedang dihadapi anak, sehingga anak mendapatkan pengajaran nyata dari nasihat yang diberikan. Karena anak adalah peniru yang baik, ia akan mencontoh apa yang ia lihat dan dapatkan.

Segala informasi yang didapat melalui keenam indra akan terekam dalam pikiran anak dan membentuk karakter kehidupan anak ke depan. Sehingga kita perlu berhati-hati dalam setiap tindakan yang kita ambil bagi anak.

Masa kanak-kanak merupakan masa emas bagi anak dalam mengawali kehidupan. Maka jangan biarkan anak mengendapkan emosi negatif dari nasihat yang diberikan secara negatif. Sebagai seorang ibu, bersabar adalah tonggak nyata dari sebuah perjuangan.

Jadikan Al Mauizah Al Hasanah dalam pola asuh keseharian anak, sedikit demi sedikit menjadi habit/kebiasaan. Semoga dapat membantu anak dalam memahami dan mengaplikasikan kebaikan dalam kehidupannya. Untuk menjadi insan yang dipenuhi pengetahuan, keberanian dan kelemahlembutan dalam iman islam.

Bagikan
Post a Comment