f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
nasi putih

Meluruskan Salah Persepsi Nasi Putih Penyebab Kegemukan

Berdasarkan kajian kesehatan ala Rosulullah yang saya ikuti, salah satu sumber penyakit adalah isrof dalam hal makan. Mengonsumsi makanan secara berlebihanan dan melampaui batas.

Seorang ahli gizi yang bekerja sebagai konsultan salah satu produk diet terkemuka menyebut bahwa sebagian orang yang berdiet sangat menghindari nasi putih; karena mereka menganggap bahwa nasi putih adalah penyebab dari kegemukan. Selain terkesan sangat menuding, ini adalah fitnah kejam bagi beras  yang selama ini memiliki image makanan pokok nomor satu di Indonesia.

Meskipun tak lantas membuat saya disparetly dan mikir keras, “Apa karena hal ini ya dietku gagal terus? Karena aku engga siap stop nasi putih sebagai asupan karbohidrat sehari-hari ?” enggak gitu juga, nengsih~

****

Saya enggak habis pikir sama orang-orang yang menyalahkan nasi putih sebagai penyebab dari obesitas. Bahkan beberapa orang-orang yang berhasil berdiet memberikan testimoninya bahwasanya setelah stop nasi putih berat badan turun drastis. Eits tunggu dulu.

Meskipun saya masih premier dalam dunia kesehatan tibbun nabawi dan perdietan. Tapi saya tahu betul bahwa penurunan berat badan terjadi karena defisit kalori baik dari hal makan atau dari olahraga. Dalih nasi putih sebagai penyebab obesitas, jujur saya enggak bisa relat sama stigma itu.

Menurut dokter Tjin willy dalam The Alodokter obesitas/kegemukan sendiri terjadi karena asupan kalori yang lebih banyak daripada aktifitas membakar kalori. Sehingga kalori yang berlebih atau menumpuk akan menjadi lemak yang mengisi jaringan-jaringan organ-organ kita. Jadi intinya,  asupan kalori berlebih yang masuk ke dalam tubuh kita lewat makanan yang kita konsumsi tanpa upaya membakarnya dengan aktifitas fisik bukan dari sekadar mengonsumsinya.

Al-Qur’an sendiri menyatakan bahwa “makan dan minumlah dan jangan berlebih-lebihan”. Maka secara tersirat islam tidak membatasi makanan apapun yang dikonsumsi selagi itu halal dan toyyib . Hanya saja kita harusnya tidak isrof atau tidak berlebih-lebihan dalam makannya. Karena hal tersebut adalah hal penting yang harus menjadi perhatian pula, seimbang dalam memasukan makanan ke dalam tubuh kita. Tidak kurang maupun kelebihan.

Baca Juga  New Normal Life dan Dilema Baru Bagi Guru

Dalam konsep diet para fitness influencer dikenal dengan konsep “portion kontrol”; yaitu sebuah teknik pembatasan terhadap porsi makanan yang dikonsumsi  sebagai salah satu faktor untuk menjaga berat badan tetap ideal.

****

Selayaknya penipuan klasik janji penjual obat langsing yang berdalih bahwa berat badan turun 10 kilo hanya dengan mengkonsumsi satu  kali pil sehari selama satu minggu. Ini benar-benar stigma yang fatal banget. Sejatinya penurunan berat badan turun karena  defisit kalori, bukan sekadar minum pil.

Kenaikan berat badan sendiri penyebabnya adalah asupan kalori yang kita makan melebihi kebutuhan kalori kita. Yang berdalih berat badan turun karena stop makan nasi sebetulnya secara tidak langsung telah malakukan defisit kalori. Lah gimana engga, tentunya jika kita stop nasi putih, kita akan mengganti sumber karbohidrat lain semisal nasi merah, nasi hitam, jagung, singkong, atau ubi; yang sejatinya  karbohidrat-karbohidrat tersebut tidak memiliki privilege kenikmatan dan kecocokan yang bisa disandingkan untuk semua jenis lauk pauk selayaknya nasi putih.

Kita semua tentu saja setuju bahwa nasi putih adalah karbohidrat yang tidak ada tandingannya. Selain murah meriah dan mudah mendapatkannya, nasi putih punya privillage image kenikmatan yang tiada tara. Bahkan sekedar disandingkan dengan garam pun nasi putih tetap terasa kenikmatannya. Privilege itulah yang membuat orang Indonesia sangat berselera dan bernafsu makan yang mengakibatkan kehilangan kontrol asupan kalori karena terbuai kenikmatan nasi putih.

Dari situ kita bisa paham bahwa sejatinya bukanlah nasi putih penyebab utama obesitas. Tapi habit lost kontrol kita terhadap porsi yang kita makan yang kurang. Percuma saja bila kita stop makan nasi putih, jika kita masih berlebihan makan apapun, selain kegemukan yang kita dapat, penyakit juga akan tertuai. Karena sejatinya segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.

Baca Juga  Kepercayaan Masyarakat dan Sertifikasi Halal Indonesia

Jadi Rahmania, jangan pernah menyalahkan lagi nasi putih sebagai penyebab utama obesitas, tapi salahkan lah kita yang kurang dalam mengontrol  dan selalu ingin berlebihan dalam hal makan.

Bagikan
Comments
  • Emron

    Nice..article!

    Februari 4, 2021
Post a Comment