f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
makanan

Perspektif Islam : Makanan, Pakaian dan Tempat Tinggal

Islam adalah agama yang lengkap dalam menjabarkan setiap hukum yang harus ditaati penganutnya. Tata cara dalam hal-hal kecil pun sudah diatur dalam Islam secara jelas, dengan hal itu maka Islam adalah agama yang haq yang tak ada keraguan di dalamnya. Dalam artikel ini, penulis akan membahas mengenai beberapa hal yang diatur secara jelas dalam agama Islam.

Makanan dan minuman yang sesuai dengan syariat Islam dan Halal

Dalam Islam, makanan sangat dijaga. Definisi halal dalam Islam adalah diizinkan, tidak dilarang. Dalam perdagangan, Islam terkenal dengan pedoman daging yang halal dan thayyib, sehingga penjualan daging di Indonesia harus diperhatikan agar mendapat pangsa pasar muslim.

Lawan kata dari halal adalah haram, yang artinya  dilarang atau tidak diizinkan. Bahasa Arab adalah bahasa Alquran, kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Suci Islam untuk diikuti secara keseluruhan oleh umat Islam.

Istilah halal haram dalam Islam biasanya digunakan di setiap sendi kehidupan umatnya, seperti, kosmetik, minuman, produk daging, makanan olahan, bahan makanan, kotak makanan dan masih banyak lagi.

Makanan menjadi halal atau haram biasanya karena terdapat kemungkinan kebaikan atau ke mudhorotan yang ada di dalam makanan atau minuman tersebut.

 “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezeki kan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (QS. Al-Maidah: 88)

Kemudian ada juga firman Allah SWT yang mengatur lagi: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; Karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 168).

Dari kedua dalil tersebut, sudah jelas bahwa makanan yang halal adalah makanan yang memenuhi dua syarat, yaitu halal yaitu tidak dilarang oleh hukum syara’ dan thayyib (baik), artinya makanan tersebut bermanfaat untuk tubuh dan baik untuk kesehatan.

Baca Juga  Aurat Perempuan Menurut Para Ulama dan Pesan Al-Qur’an untuk Laki-laki
Indikator Makanan Halal

Halal Dzatnya. Maksudnya makanan dan minuman yang halal harus terbuat dari bahan yang halal, dan tidak mengandung sesuatu yang diharamkan syariat. Contohnya adalah nasi, telur, buah, dll.

Halal cara mendapatkannya. makanan dan minuman halal harus didapatkan dengan cara yang halal pula. Sesuatu yang halal tetapi cara mendapatkannya tidak sesuai dengan hukum agama akan menjadi haram. Apabila kita mengonsumsi makanan dan minuman yang dari segi zat adalah halal, namun kita mendapatkannya dengan cara yang tidak benar seperti menipu, mencuri, merampok, korupsi dan lain-lain, maka makanan tersebut menjadi haram.

Halal proses pengolahannya. Makanan yang sudah halal Dzatnya dan halal cara mendapatkannya, juga harus halal dari pengolahannya, terutama hewan seperti sapi, ayam dan kambing yang disembelih namun tidak sesuai dengan syariat Islam maka akan menjadi haram.

Allah mengatur makanan halal dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya Allah mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan hewan yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. tetapi Barang siapa dalam Keadaan terpaksa (memakannya) sedang Dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Baqarah: 173)

Makanan yang termasuk ke dalam sumber halal meliputi ; daging, unggas, burung buruan, dan hewan bersertifikat; semua makhluk air, ikan, krustasea, dan moluskas

Kemudian, hewan yang haram adalah sebagai berikut : babi termasuk semua produk sampingan; hewan dengan taring; burung yang memiliki cakar; hewan yang didorong oleh Islam untuk dibunuh; hewan yang dilarang oleh Islam untuk dibunuh; amfibi.

Islam sudah sangat jelas mengatur makanan halal dan haram, agar kita menaati dan bermanfaat juga bagi tubuh kita. Oleh karena itu, marilah kita memerhatikan makanan yang masuk ke tubuh kita, agar ibadah kita juga tidak terganggu akibat memakan makanan haram.

Baca Juga  Pentingnya Sikap Positif Seorang Muslim
Pakaian yang Diatur dalam Islam

Pakaian adalah hal yang penting, karena menutup aurat dari kita sebagai seorang muslim adalah hal yang wajib. Berikut ini beberapa dalil hukum menutup aurat yang telah diatur dengan jelas dalam Al – Qur’an;

“Wahai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian untuk menutupi aurat kalian dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik.” (QS. Al A’raf : 26)

Batasan aurat bagi laki-laki adalah dari pusar sampai lutut. Hal ini tertulis dalam As – Sunah:

“Apa yang ada di bawah pusar sampai lutut itu adalah aurat.” (HR. Ahmad dan Ad-Daruquthni)

“Paha itu termasuk aurat.” (HR. Tirmidzi no. 2798, Al Hakim 4/200 dan yang lainnya)

Aurat wanita juga telah diatur dalam Al – Qur’an dan As Sunah:

Allah SWT berfirman dalam Qur’an surat Al Ahzab ayat 59  “Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak wanitamu, dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang.”

“Wanita adalah aurat, manakala ia keluar rumah, maka setan akan menyambutnya (membuatnya indah dalam pandangan laki-laki).” (HR. At Tarmidzi, Ibnu Khuzaimah dan Ath Thabrani)

Tempat Tinggal yang Baik dalam Islam

Dalam Islam, tempat tinggal juga diatur agar tertib dan sesuai dengan syari’at. Rumah yang baik adalah memiliki ruang yang memadai, terdapat ruang transisi, tidak bermegah – megahan dan menjaga privasi, juga terjaga kebersihannya. Posisi rumah yang baik adalah bangunannya menghadap kiblat, kamar ketika tidur harus menghadap kiblat, dan posisi toilet tidak boleh mengarah ke kiblat atau membelakangi kiblat.

Bagikan
Post a Comment