f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
setahun

Media Sosial: Ujian Terberat Menjaga Ketahanan Keluarga

Inisial RM menulis ceritanya di akunmedia sosial, Facebook. Sang suami meninggalkannya demi perempuan lain yang kenal di akun Facebook. Berawal dari saling like status, kemudian bertukar nomer Whatsapp dan akhirnya janjian bertemu hingga ia meninggalkan istrinya hanya untuk selingkuhannya. Padahal rumah tangganya sudah memasuki usia pernikahan yang 13 tahun. Hal ini membuat saya tertarik menemui orang tersebut dan Alhamdulillah, ia mau membagi kisahnya.

Tak kalah menyakitkan kisah dari ibu NR yang mengajukan kasus KDRTnya ke meja hijau. Hal ini berawal dari suaminya yang berkenalan dengan perempuan melalui tik tok. Tik tok adalah media sosial yang lagi viral tidak hanya kaum muda mudi, akan tetapi orang tua pun tak mau kalah mengakses aplikasi tersebut.

Kisah di atas merupakan sebuah warning bagi rumah tangga di era digital. Media sosial sebagai alat dalam mengeksperesikan kegiatan sehari-hari, tempat berkeluh kesah, berbagi rasa baik suka maupun duka. Facebook, Tiktok, WhatsApp, dan Instagram merupakan sebuah platform media yang memfasilitasi siapa saja untuk mengelola tampilan diri di mata publik. Instagram, facebook, dan tik tok seperti memiliki daya tarik tersendiri dari penggunaanya saat ini.

***

Hal ini terlihat dari banyaknya generasi milenial yang mengunggah swafoto/photo selfie dan video menggunakan akun tersebut. Kekuatan pada foto, video, maupun curhatan dari user menjadi bahan oleh orang lain untuk mengomentari atau hanya sekedar like. Banyak penggguna media sosial yang tidak hanya aktif berbagi informasi ataupun media berkomunikasi tetapi, juga telah dimanfaatkan oleh pengguna sebagai ajang untuk mengelola kesan, mempresentasikan diri yang baik di mata publik, menunjukkan sisi diri yang ingin menampilkan kesan secara lebih efektif dibanding yang lainnya. Media sosial sekarang digadang-gadang sebagai salah satu penyumbang konflik rumah tangga. Adanya berbagai media sosial saat ini menjadi ujian terberat bagi dalam menjaga ketahanan keluarga.

Baca Juga  Kesetaraan dalam Rumah Tangga

Keluarga merupakan lembaga sosial yang paling dasar untuk mencetak kualitas manusia. Sampai saat ini masih menjadi keyakinan dan harapan bersama bahwa keluarga senantiasa dapat diandalkan sebagai lembaga ketahanan moral. Akhlak al-karimah dalam konteks bermasyarakat, bahkan baik buruknya generasi bangsa ditentukan pula oleh pembentukan pribadi dalam keluaraga.

Terwujudnya keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah akan mendatangkan keharmonisan dan kebahagiaan dalam sebuah perkawinan. Setiap orang umumnya mengharapkan hal tersebut dalam mahligai rumah tangganya. Namun, realitanya kehidupan rumah tangga tidak selalu berjalan mulus. Adanya cekcok, pertengkaran, perseteruan hingga kekerasan adalah hal yang kerap kali terjadi. Oleh karena itu kita membutuhkan sebuah pengetahuan dan strategi agar mampu menjaga ketahanan keluarga.

***

Untuk menjaga ketahanan keluarga, setidaknya pasangan suami istri harus mampu memahami fungsi fungsi keluarga, agar menjadi keluarga yang harmonis until Jannah.

  • Keagamaan

Sebagai tempat pertama seorang anak mengenal, menanamankan dan menumbuhkan serta mengembangkan nilai-nilai agama, sehingga bisa menjadi insan-insan yang agamis, berakhlak baik dengan keimanan dan ketakwaan yang kuat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

  • Fungsi Sosial Budaya

Keluarga memberikan kesempatan kepada seluruh anggota keluarganya dalam mengembangkan kekayaan sosial budaya bangsa yang beraneka ragam dalam satu kesatuan.

  • Cinta dan Kasih Sayang

Keluarga memberikan landasan yang kokoh terhadap hubungan suami dengan istri, orang tua dengan anak-anaknya, anak dengan anak, serta hubungan kekerabatan antar generasi sehingga keluarga menjadi tempat utama bersemainya kehidupan yang punuh cinta kasih lahir dan batin.

  • Perlindungan

Sebagai tempat berlindung keluarganya dalam menumbuhkan rasa aman dan tentram serta kehangatan bagi setiap anggota keluarganya.

  • Reproduksi

Sebagai perencanaan untuk melanjutkan keturunannya yang sudah menjadi fitrah manusia sehingga dapat menunjang kesejahteraan umat manusia secara universal.

  • Sosialisasi dan Pendidikan
Baca Juga  Adaptasi New Couple: Semua Tentang Kita

Keluarga memberikan peran dan arahan kepada keluarganya dalam mendidik keturunannya sehingga dapat menyesuaikan kehidupannya di masa mendatang.

  • Ekonomi

Sebagai unsur pendukung kemandirian dan ketahanan keluarga.

  • Pembinaan Lingkungan

Memberi kemampuan kepada setiap anggota keluarganya sehingga dapat menempatkan diri secara serasi, selaras, dan seimbang sesuai dengan aturan dan daya dukung alam dalam lingkungan yang setiap saat selalu berubah secara dinamis.

***

Ketahanan keluarga menjadi tolak ukur kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar dan kemampuan keluarga untuk melakukan kegiatan yang produktif. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian keluarga. Ketahanan keluarga merupakan alat untuk mengukur pencapaian keluarga dalam melaksanakan peran, fungsi dan tanggung jawabnya dalam mewujudkan kesejahteraan anggota.

Tingkat ketahanan keluarga ditentukan oleh perilaku individu dan masyarakat. Individu dan keluarga yang memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang ketahanan keluarga yang baik akan mampu bertahan dengan perubahan struktur, fungsi dan peranan keluarga yang berubah sesuai perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Individu dan keluarga yang mampu bertahan dengan perubahan lingkungan, berpotensi memiliki ketahanan keluarga yang kuat.

UU Nomor 10 tahun 1992 mengatakan bahwa ketahanan keluarga adalah kondisi dinamik suatu keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta mengandung kemampuan fisik material dan psikis mental spiritual guna hidup mandiri, mengembangkan diri dan keluarganya untuk mencapai keadaan harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin. Ada lima dimensi indikator ketahanan keluarga tercantum dalam Peraturan Menteri PPPA Nomor 6 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Pembangunan Keluarga. Kelima dimensi tersebut adalah landasan legalitas dan keutuhan keluarga, ketahanan fisik, ekonomi, sosial psikologi, dan sosial budaya.

***

Ketahanan keluarga yang lemah dan buruk akan menjadikan keluarga tersebut rentan dan mudah mengalami berbagai masalah krisis seperti halnya keretakan dalam rumah tangga, diskriminasi, kurangnya komunikasi antar anggota keluarga, kurangnya rasa menghargai dan memiliki, eksploitasi bahkan sampai ada kasus pembunuhan dalam keluarga. Salah satu bentuk ujian terberat dalam menjaga ketahanan keluarga yaitu dengan hadirnya media sosial.

Baca Juga  Ibu Rumah Tangga; Pemegang Kunci Literasi Digital

Bagaimana tidak, hampir tiap hari mata dan telinga kita disuguhi oleh berita terkait konfik rumah tangga yang berawal dari media sosial. Misalnya dengan berawal kenalan dari media sosial lalu ketahuan dan kemudian sepasang suami istri ini berselisih dengan KDRT. Akhirnya lanjut pada meja hijau. Atau karena aktifnya menggunakan media sosial sehingga pasangan suami istri lupa akan tugas dan tanggung jawabnya.

Kehadiran media sosial sering menimbulkan ketidakharmonisan dan keretakan hubungan pasangan suami istri.

Bagikan
Post tags:
Comments
  • Niar

    Betul mbak… Sekarang media sosial menjadi ujian terberat menjaga keutuhan rumah tangga.. makasih mbak..

    Maret 17, 2021
  • Ani

    Thanks.. sqngqt bermanfaat

    Maret 17, 2021
Post a Comment