Tips bagi Istri agar Tetap Enjoy Menjalani Pernikahan Jarak Jauh
Pernikahan jarak jauh atau Long Distance Marriage (LDM) memang bukan kondisi yang ideal. Tapi terkadang ada kondisi-kondisi yang tidak bisa dihindari sehingga harus menjalani pernikahan jarak jauh. Bisa karena alasan ekonomi, pendidikan, dan alasan-alasan lainnya. Seperti saya sendiri yang sudah hampir satu dasawarsa terpaksa harus LDM dengan suami.
10 tahun menjalani pernikahan jarak jauh tentu bukan waktu yang singkat. Awal menikah dan sudah harus terpisahkan jarak, saya cukup “stress” soal momongan. Gimana bisa jadi bayi kecil lucu yang menggemaskan kalau ketemu dengan suami saja jarang-jarang, sementara pertanyaan soal momongan terus menghujani kami.
Selain itu, ada saja masalah-masalah internal yang harusnya bisa kami selesaikan secara tatap muka, tapi kami harus sama-sama menahan diri agar masalah tidak menjadi semakin rumit. Sering terjadi ketika saya ingin membahas sesuatu dengan suami dan sudah menunggu seharian sampai jam pulang kerja, ternyata suami ketiduran dan saya harus menunggu sampai hari berikutnya. Kadang ya ingin marah juga, tapi akhirnya hal-hal semacam itu semakin bisa di kompromikan.
Pernikahan jarak jauh tentu membutuhkan komitmen dan usaha extra supaya hubungan dengan pasangan tetap harmonis. Untuk anda istri-istri yang sedang berjauhan dengan suami, dan merupakan fullday mom dalam artian tidak bekerja di luar rumah, berikut saya rangkumkan 5 tips agar anda tetap enjoy dan riang gembira menjalani pernikahan jarak jauh.
1. Jangan terlalu sering menonton film atau membaca novel yang isinya tentang perselingkuhan.
Yang menjadi momok dalam pernikahan jarak jauh adalah hadirnya orang ketiga. Masih ingat dengan serial “Layangan Putus”? Yang awalnya merupakan tulisan seorang istri korban perselingkuhan di sebuah komunitas menulis online, dan akhirnya viral sehingga di buat serialnya. Berapa banyak istri yang akhirnya geram dengan sosok mas Aris, dan kemudian menjadi overthinking, mencurigai setiap tingkah laku suami.
Selama suami anda baik-baik saja, bisa di percaya dan tidak aneh-aneh, sebaiknya anda menghindari hal-hal yang memicu pikiran-pikiran negatif. Seperti terlalu banyak menonton film dengan tema perselingkuhan atau membaca novel dengan tema sejenis.
2. Mempunyai kontak yang bisa di hubungi di lokasi kerja.
Kontak yang juga harus anda simpan saat menjalani LDM adalah nomor telepon tempat bekerja dan nomor telepon teman dekat suami. Dalam kondisi urgent ketika suami tidak bisa di hubungi, kontak teman bisa menjadi tombol darurat. Karena kita tidak bisa selalu tau apa yang terjadi di tempat kerja.
Pernah suatu hari suami saya tidak bisa saya hubungi selama 2×24 jam. Istri mana yang tidak panik? setelah mencoba menghubungi temannya, ternyata hp nya rusak. Sungguh sangat nggeletek sekali bukan.
Tapi perlu di ingat juga, jangan dikit-dikit nelpon teman suami. Pasti akan sangat mengganggu sekali rasanya, dan membuat pasangan tidak nyaman.
3. Mengikuti komunitas yang positif.
Komunitas membuat anda lebih produktif. Tentu sangat membosankan apabila setiap hari dari pagi sampai malam hanya sibuk mengurus rumah dan anak. Melakukan kegiatan bersama komunitas membuat anda lebih konsisten dan bersemangat.
Ada banyak pilihan yang bisa anda ikuti. Bisa komunitas olahraga, keagamaan, menjahit , menulis maupun membaca. Dengan komunitas, anda akan bertemu dengan banyak orang baru, membuka wawasan dan sudut pandang baru.
Tetapi juga tetap ada batasan-batasan yang harus anda ingat, supaya pertemanan tidak sampai kebablasan. Jangan sampai terjadi CLBK, apalagi cinlok. Karena selalu ada celah untuk setan masuk apabila anda tidak berhati-hati.
4. Menjadi serba bisa.
Tidak hanya sekedar memasang galon dan mengganti gas yang harus di kuasai bagi istri-istri yang jauh dari suami. Bisa menyetir mobil maupun motor sepertinya menjadi hal yang sangat dibutuhkan.
Karena semakin bertambah usia anak, maka mobilitas semakin padat. Urusan antar jemput anak sekolah ataupun dalam kondisi urgent seperti anak sakit sudah bisa di lakukan sendiri tanpa harus menunggu bantuan orang lain.
Waktu anak saya masih bayi berumur 8 bulan, pernah terkena diare sampai dehidrasi dan harus segera saya bawa ke IGD. Pukul 11 malam saya bingung mencari orang yang bisa mengantarkan saya ke Rumah Sakit. Jadi sejak saat itu saya berusaha untuk bisa menyetir mobil sendiri.
Meskipun memang saat ini berbagai aplikasi transportasi online sudah semakin banyak pilihan, tetapi akan sangat berbeda ketika kita bisa melakukannya sendiri. Sekedar mengajak anak jalan-jalan keliling kota saat tanggal tua, pasti sudah menjadi hiburan yang menyenangkan.
5. Komunikasi adalah koentji.
Masalah komunikasi merupakan hal yang paling pokok dalam menjalin suatu hubungan. Pernikahan satu atap saja harus mempunyai komunikasi yang baik, apalagi pernikahan jarak jauh. Selalu sediakan waktu dalam satu hari untuk berkomunikasi secara intens dengan pasangan, baik dengan telepon maupun dengan mengirimkan pesan.
Perbedaan zona waktu kadang menjadi masalah, tapi tetap harus di upayakan untuk saling berkabar setiap hari. Apalagi dengan kemajuan teknologi sekarang ini, komunikasi jarak jauh bukan lagi masalah besar. Biayanya pun semakin terjangkau.
Saya dan suami selalu membiasakan untuk berpamitan setiap akan keluar rumah, supaya kami tetap merasa dekat. Hal-hal remeh semacam ini harus terus di pupuk supaya hubungan dengan pasangan tetap hangat meskipun jarak memisahkan.
Nah, itu adalah 5 tips bagi anda yang sedang atau akan menjalani pernikahan jarak jauh. Buat adek-adek yang akan menikah dan takut menjalani LDM, jangan khawatir pernikahan jarak jauh tidak semenakutkan itu koq. Asalkan sama-sama berkomitmen setia dan menjaga komunikasi dengan pasangan. Semoga bermanfaat.
Ibu Rumah Tangga 2 anak asal Malang.
