f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
keluarga sakinah kepribadian anak

Keluarga Sakinah Membentuk Kepribadian Anak

Dalam kehidupan, manusia pasti mengalami proses perkembangan, baik secara fisik maupun secara psikologis. Pertumbuhan dan perkembangan anak tentunya tak lepas dari tanggung jawab orang tua atau keluarganya. Keluarga adalah suatu sistem sosial yang terkecil dan merupakan pendidikan pertama bagi seorang anak. Pendidikan dalam keluarga inilah yang nantinya akan menjadi dasar bagi pembentukan kepribadian anak di masa depan. Islam mengaskan bahwa keluarga merupakan pondasi kehidupan umat dan bangsa serta menjadi tempat sosialisasi nilai-nilai norma yang mendalam. Oleh karena itu, lingkungan keluarga yang aman dan tentram akan sangat berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian serta pola pikir sang anak.

Dalam Islam, keluarga yang aman dan tentram disebut dengan keluarga sakinah. Untuk mewujudkan keluarga sakinah, perlu adanya bimbingan atau pembinaan yang dilakukan oleh keluarga tersebut. Pembinaan dalam mewujudkan keluarga sakinah bertujuan agar keluarga tersebut memahami seberapa penting peran keluarga sakinah dalam pembentukan kepribadian anak.

Keluarga sakinah terdiri dari dua suku kata, yaitu kata keluarga yang berasal dari bahasa sansekerta kula yang berarti famili, dan warga yang berarti anggota. Sedangkan kata sakinah berasal dari bahasa Arab yang berarti ketenangan hati atau sejahtera. Selain itu, dalam kamus bahasa Indonesia sakinah artinya tentram dan damai.

Maka keluarga sakinah merupakan suatu hubungan keluarga yang dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah, mendapatkan rida dari Allah Swt, dan mampu menciptakan rasa kasih sayang kepada anggota keluarganya sehingga mereka memiliki rasa aman, damai, serta bahagia dalam mewujudkan kesejahteraan dunia akhirat. Kepribadian sendiri merupakan sifat dalam diri manusia yang menjadi ciri khas dari diri orang tersebut.

Kepribadian dari Lingkungan Kelurga

Berbicara mengenai kepribadian, seorang anak sangat membutuhkan peran dari orang tua dalam pembentukan kepribadian. Hal tersebut karena kepribadian anak di masa depan sangat ditentukan oleh pola asuh, bimbingan dan pendidikan dari orang tua di rumah sejak dalam kandungan, serta masa keemasaan (golden age) di usia 1-5 tahun. Pendidikan dalam keluarga berjalan sepanjang masa sehingga anak menjadi manusia dewasa yang mempunyai kepribadian baik.

Baca Juga  Menyulam Kasih di Tengah Kesibukan: Menciptakan Keluarga Sakinah di Era Modern

Menurut Erik Erikson (1950) yang merupakan salah satu tokoh psikologi, saat anak lahir hingga berusia 18 bulan anak akan sangat bergantung kepada pengasuhnya, baik itu orang tuanya maupun babysitter. Ketika seorang anak mendapatkan kehangatan serta hubungan yang stabil dengan orang yang mengasuhnya, maka seorang anak akan membentuk rasa percaya diri secara otomatis. Begitu pula sebaliknya, jika seorang anak sering diabaikan, tidak terpenuhi kebutuhannya, mengalami kekerasan sejak dini, baik secara fisik maupun psikis maka ia akan sulit membangun kepercayaan dan memandang dunia dengan negatif.

Hakikatnya, keluarga merupakan lingkungan utama yang dikenal oleh seorang anak, sehingga keluarga mempunyai peran penting dalam menentukan kepribadian anak. Oleh karena itu, orang tua bertanggungjawab memberikan pengajaran dan pendidikan kepada anak-anak dengan menanamkan ajaran agama dan akhlakul karimah agar anak tumbuh dan berkembang sebagai pribadi yang baik. Seorang anak dapat memperoleh pengetahuan bukan hanya dengan cara menerima secara pasif dari orang lain. Melainkan dengan cara membentuknya sendiri secara aktif melalui interaksi yang ia lakukan dengan lingkungan sekitarnya.

Pembinaan Kepribadian Anak

Salah satu prinsip dalam keluarga sakinah adalah orientasi ilahiah, di mana segala sesuatu yang dilakukan oleh seluruh anggota keluarga berpusat kepada Allah SWT. Jika menerapkan prinsip tersebut akan menciptakan keluarga yang harmonis, dan juga damai karena kepala keluarga atau seluruh anggota keluarganya berusaha bersama-sama berjalan menuju ketaatan di jalan Allah SWT. Kemudian, dari orientasi ilahiah inilah kepribadian seorang anak dapat terbentuk menjadi kepribadian yang baik, tentunya dengan bimbingan, serta pendidikan agama yang telah diberikan oleh keluarganya.

Dalam Islam, pembentukan kepribadian anak tujuannya untuk menjadikan seorang anak memiliki kemampuan berfikir, bertutur kata yang baik dan sopan, bertindak, serta berakhlak selayaknya seorang muslim. Sedangkan dalam pandangan psikologi, menurut Erik Erikson (1950) pada masa kanak-kanak mereka didorong untuk mengembangkan kemampuan inisiatif, seperti keinginan untuk mengajukan pertanyaan dari apa yang telah ia lihat, ia dengar, dan ia rasakan. Jika seorang anak tidak mengalami hambatan dari lingkungan sekitarnya, maka anak akan mampu mengembangkan kemampuan inisiatif, serta kemampuan kreatifitasnya.

Baca Juga  Nikah, New Couple dan Permasalahan Pelik Lainnya

Adapun peran penting keluarga dalam pembentukan kepribadian anak ialah memberikan arahan atau petunjuk pada kebiasaan yang baik dan terpuji dalam kehidupan sehari-hari. Jika salah satu dari anggota keluarga melihat seorang anak melakukan perilaku yang kurang sesuai, maka ada baiknya mereka memberikan peringatan dan memberi pemahaman mengenai perilaku yang baik.

Dengan adanya ketentraman dalam keluarga, maka semakin mudah kepribadian anak akan terpengaruh dan terbentuk menjadi kepribadian yang baik. Oleh karena itu, agar pembentukkan kepribadian anak berjalan dengan baik, maka seluruh anggota keluarga harus membentuk keluarga yang sakinah. Ada beberapa pembinaan yang harus dilakukan oleh seluruh anggota keluarga agar dapat mewujudkan keluarga yang sakinah. Yaitu pembinaan kehidupan beragama, pembinaan pendidikan, pembinaan ekonomi, pembinaan kesehatan, pembinaan hubungan sosial dan hubungan keluarga, serta pembinaan kesadaran lingkungan.

Referensi
Ariati, C. (2022). Peran Pendidikan Agama Dalam Keluarga Terhadap Pembentukan Kepribadian Anak. GUAU: Jurnal Pendidikan Profesi Guru Agama Islam, 2(4), 5-10.
Ayun, Q. (2017). Pola asuh orang tua dan metode pengasuhan dalam membentuk kepribadian anak. ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal, 5(1), 102-122.
Chairilsyah, D. (2012). Pembentukan kepribadian positif Anak sejak usia dini. Jurnal Educhild: Pendidikan dan Sosial, 1(1), 1-7.
Kulzum, P. M. M. (2022). Peran Orang Tua dalam Pembentukan Kepribadian Islami Anak. MUNAQASYAH: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran, 5(1), 1-19.
Picauly, M. (2021). Pola Asuh Orang tua Berdasarkan Perkembangan Usia Anak Menurut Pemikiran Erik Erikson di Persekutuan Doa CEB Ministry. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani, 5(2), 324-335.
Rasyid Afni, Ramdhan. H, dkk. (2013). Mu’amalah Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: UHAMKA PRESS. 100-115.
Syaodih, E. (2020). Psikologi perkembangan (mengetahui karakteristik orang). Dr. Ernawulan Syaodih, M. Pd.

Bagikan
Post a Comment