f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
mama

Mama : Malaikat Dunia

Sebuah notifikasi masuk. Kemudian kembali kupastikan mengenai asal pemberitahuan tersebut dan perhatianku terahlikan kepada pesan yang bertuliskan “Sebentar lagi Mama pulang”. Seketika aku kaget dan bangkit untuk membereskan rumah dengan kecepatan kilat sebelum suara hentakkan kaki mama terdengar dari depan rumah. Begitulah aku, si anak pertama yang selalu diandalkan dalam situasi apapun. Walaupun terkadang, aku tidak menerima hal itu dalam beberapa situasi namun kuyakini akan ada pelajaran yang dapat kuambil dari tanggung jawab ini.

Benar saja. Ketika beranjak dewasa. Aku mulai memahami mengapa mama selalu mengutamakan aku di saat butuh pertolongan. Alasannya singkat, karena mama ingin aku untuk mampu bersikap dewasa. Secara ilmu pengetahuan, makna dewasa diartikan bagi orang yang telah mampu menyikapi suatu hal dengan pengolahan emosi yang baik. Namun mama memiliki pengertian sederhana mengenai hal ini yakni beliau ingin aku menjadi dewasa dengan berdiri diatas kaki sendiri. Walaupun, hal ini juga banyak dituntut oleh para orang tua di luar sana namun setiap dari mereka tentu memiliki cara yang berbeda.

Aku lahir dari dua keluarga yang memiliki asal yang berbeda. Dua pulau yang saling berdampingan namun memiliki jarak tempuh lumayan jauh. Definisi jodoh tidak akan ke mana. Mungkin dari kalian yang sedang membaca ini belum memahami mengapa sedari tadi aku hanya menyebutkan sosok mama. Hal ini karena takdir mengatakan bahwa mereka hanya memiliki waktu di dunia untuk bersama selama beberapa tahun saja; sebelum sosok bapak luput dari penglihatanku sejak pikiranku masih belum memahami alasan dilahirkan ke dunia.

Kehilangan sosok bapak membuatku kehilangan sosok pria yang mungkin sekarang dapat menjadi panutan aku dalam memilih calon pendamping hidup. pikiranku seakan buta dan belum mampu memercayai siapapun setelah kepergiannya. Setelah kepergian bapak, aku dan adik dibesarkan oleh keluarga bapak yang masih sangat hangat dengan kedatangan kami; bahkan mereka telah kami anggap sebagai pengganti orang tua; karena mama di kala itu masih harus berjuang dalam bekerja agar kehidupan aku dan adik perempuanku akan layak di kemudian hari. Kami pun terpisah dan sampai di sini aku paham mengapa mama begitu mencintai pekerjaannya.

Baca Juga  Aku Tidak Takut! Tapi Ribet

Bahkan selama pandemi, setiap hari mama tetap melakukan pekerjaan seperti biasa selama hampir dua puluh empat jam. Waktu mama lebih banyak dihabiskan dengan tumpukkan kertas di atas meja kerjanya dibanding menyelesaikan pekerjaan rumah. Awalnya, aku begitu resah karena melihat saudariku begitu mudahnya mengurusi hidup sendiri tanpa harus memikirkan persoalan rumah, namun akhirnya aku tersadar untuk menjalani saja dibanding harus mengeluh seperti sebelumnya. Karena hanya mengeluh tidak akan mengubah tanggung jawab tersebut.

“Tenang, semua akan indah pada waktunya, ” pikirku saat itu.

Hari demi hari terlewati, tidak hanya berjalan mulus namun penuh dengan saling beradu pendapat dengan mama, begitu juga saudariku. Semakin beranjak dewasa ternyata semakin banyak tuntutan. Kupikir semuanya akan semakin baik dan indah pada waktunya. Kenyataannya, aku dulu belum begitu memahami mengenai arti dari kehidupan yang tidak dapat dipastikan secara jelas. Semua aspek penuh dengan kekhawatiran dan kurasa gejala itu adalah sebagian dari efek kehidupan di mana aku mengingat mama pernah berbisik bahwa kunci untuk menghadapinya hanya satu, yakni bersyukur.

Kehidupan yang sedang dijalani selalu penuh dengan kesulitan dan kemudahan. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat al-insyirah ayat 5-6 bahkan sampai ditekankan sebanyak dua kali agar manusia sadar mengenai maksud ayat tersebut. Kunci itu membuatku semakin jauh tersadar mengenai keadaan yang akan tetap berjalan sembari tidak peduli dengan kesiapan kita dalam menghadapinya. Dahulu, aku sempat berpikir bahwa aku seperti orang yang paling menyedihkan yakni menganggap dunia hanya berpihak pada orang yang berada dan memiliki anggota keluarga lengkap saja. Namun kembali lagi mengenai kunci syukur yang harus ditanam.

Mama selalu menjadi pengingat. Di kala aku menginginkan apa yang terlintas di penglihatan. Mama selalu mengingatkan bahwa ke depannya aku akan membutuhkan uang dengan nominal yang sama lalu apa jadinya jika uang tersebut telah dihabiskan duluan. Di kala aku sedang membutuhkan seseorang untuk meminta tolong terhadap hal kecil. Mama selalu mengingatkan bahwa ke depannya hal besar akan datang dan untuk melewati hal itu aku harus mampu menghadapi hal kecil terlebih dahulu.

Baca Juga  Bagaimana Jika Kriteria Suami Idamanku Seperti Cha Eun Woo?

Ketersadaran ini membuatku dapat mengambil beberapa makna berdasarkan pengalaman bersama sosok mama. Aku terlalu melirik pencapaian orang lain dan ingin merasakan hal yang sama. Didukung pikiran polos seolah aku akan tersenyum lebar seperti halnya temanku jika memiliki barang yang sama dengan dirinya. Bagiku seolah setiap orang memiliki kebutuhan hidup yang sama; padahal ketika barang tersebut akhirnya kudapatkan rasanya juga tiada guna.

Pelajaran hidup memang sangat berarti. Hal ringan namun seringkali terlupakan. Makna tersirat yang tidak diajarkan dibangku sekolah karena pelajaran hidup tidak memiliki kurikulum. Setiap manusia memiliki kebebasan untuk berpikir dan menentukan jalan hidup sendiri. Di sini, hal yang paling ditekankan dari sosok mama yakni kebebasan. Bukan berarti dapat melakukan banyak hal tanpa berpikir dampak yang akan kita dapatkan suatu hari nanti. Namun kebebasan disini memiliki tujuan. Tujuan yang dicapai dari cara yang bebas dalam masa menemukan jati diri.

Rintangan akan datang silih berganti dan kita dapat menghadapinya dengan mencoba segala hal dalam berbagai kesempatan, selama tidak menyalahi aturan. Ambil langkahmu dengan tidak dijajah oleh keraguan dalam pikiran sendiri. Ambil langkahmu dengan tidak berfokus terhadap tujuan orang lain namun cara yang mereka lakukan diterapkan demi mencapai tujuan kita yang sebenarnya.

Terima kasih mama yang telah menjadi sosok malaikat duniaku untuk menemukan makna kebebasan yang sebenarnya. Intinya, ketika kita telah memiliki tujuan dan memulai langkah tanpa ragu berarti kita telah membawa diri kita mencapai kebebasan yang sesungguhnya. Semangat terus untuk yang membaca tulisan ini.

Bagikan
Post a Comment