Komunikasi Pasangan untuk Mengerti bukan Menjawab
“Dalam sebuah penelitian mengatakan bahwa: pasangan yang sehari sebanyak 100 kali hanya untuk menjalin komunikasi itu lebih awet hubunggannya dan bakal lebih bahagia”
Pasangan merupakan gabungan antara makhluk satu dengan makhluk lainnya, tentunya untuk menyatukan pasangan baik dari fisik maupun pikiran yang berbeda juga tidak mudah. Namun percaya atau tidak semua itu bisa dilalui oleh kedua belah pasangan bahkan sampai bertahun-tahun mereka terus bersama.
***
Dalam menjalin sebuah hubungan, dalam rumah tangga, rekan kerja, rekan bermain dan sejenisnya bersifat bukan hanya ‘agar bertahan’ namun juga harus menjaga. Nah alternative untuk menjaga hubungan dengan pasangan itu dengan cara komunikasi.
Komunikasi menjadi urgent dalam sebuah hubungan agar tercipta hubungan yang kuat. Jika tidak, mungkin bisa timbul hal-hal yang kacau bahkan tidak mengenakkan ketika komunikasi kurang.
Dalam kehidupan sehari-hari misalnya, saat kita mau meminjam barang kepada teman kita; nah kita tiba-tiba saja mengambil barangnya tanpa meminta ijin atau berkomunikasi dengan mereka. Kira-kira, apa yang akan terjadi dan bagaimana reaksi si pemilik barang? Marah, mangkel, ngomel, ngedumel? Ya, pasti ada.
Tapi berbeda jika kita atur komunikasi dengan baik. Kita ngomong terlebih dahulu mau meminjam barang, pasti si pemilik juga akan dengan legowo untuk meminjamkan barangnya.
Bukan hanya itu saja, komunikasi adalah kunci kekuatan utama dalam sebuah hubungan yang saling sinkron. Lihat ketika atlit-atlit yang bermain dengan kelompok dua orang seperti bulu tangkis, silat, tenis meja dan sebagainya.
Mereka perlu menyatukan pikiran mereka untuk berkolaborasi dalam sebuah pertandingan. Bayangkan jika mereka sudah tidak se-visi dan se-tujuan; bahkan tidak pernah komunikasi, pasti mereka akan saling menyalahkan ketika terjadi kesalahan dan tidak akan pernah bisa sampai juara naik podium.
Beberapa gambaran di atas juga bisa menjadi pelajaran bagi pasangan berumah tangga. Urusan rumah tangga bukan hanya urusan pribadi yang hanya 1 atau 2 tahun berjalan, kemudian selesai. Urusan rumah tangga merupakan peran antara 2 orang dan sampai sejauh mana mereka bisa bertahan selama bertahun-tahun bahkan hingga akhir hayat.
***
Tak sulit untuk menjaga sebuah hubungan, komunikasi adalah hal utama yang harus dilakukan. Dalam sebuah komunikasi bukan hanya menanyakan sudah makan atau belum, atau sekedar menjawab pertanyaan ketika ditanya. Namun komunikasi juga harus mengerti kondisi dan pikiran pasangan, jadi tak harus ditanya terlebih dulu agar kita bisa saling bicara.
Kita harus mengerti apa yang dibutuhkan oleh pasangan kita, bisa jadi ketika dia berkata tidak lapar namun dalam batinnya sangat lapar. Hal tersebut memang tidak mudah dilakukan dan perlu waktu bertahun-tahun agar terbiasa. Misalkan sehabis kerja mengingatkan untuk shalat dan makan; lalu bertanya tentang kerjanya hari ini, itu juga bisa merawat keharmonisan rumah tangga.
Jadi kita tahu kalau dia sedang pulang kerja pastinya lelah, kita jangan memergoki dengan kata-kata yang justru bisa membuat mereka marah. Coba cairkan suasana rumah dengan tenang dan bahagia agar pasangan juga tidak kelihatan beban dengan pekerjaan yang sehari digelutinya. Ingat hubungan yang sehati adalah selalu komunikasi dengan pasangan.
Kesibukan pekerjaan pasangan bukan menjadi alasan tidak bisa menjalin komunikasi dengan baik, mereka sebenarnya bisa memanfaatkan waktu weekend untuk sekedar bercerita atau diskusi kecil agar tetap harmonis hubunggannya.
Jikapun ada orang yang menyangkal sibuk kerja, mereka sebenarnya hanya malas untuk ngomong. Dan yang penting bagi mereka adalah hidup tercukupi itu sudah dianggap aman. Bukan hanya materi yang dibutuhkan dalam sebuah pasangan, namun perhatian kecil dan receh juga perlu mereka konsumsi agar hidupnya tidak tegang.
***
Seperti yang dialami teman saya ketika menjalin hubungan dengan pacarnya sekaligus pejuang LDR, “saya sudah 3 bulan tidak komunikasi; baik chat, telfon, bahkan ketemu. Rasanya seperti orang yang nggak ada rasa”. Itu ungkapan yang dialami oleh teman saya. Kadang bukan hanya bosan ketika tidak ada komunikasi, keputusan mau pisah atau berhenti juga terlintas dipikiran.
Bukan hanya itu saja, hoaks atau fitnahpun mulai berdatangan tentang masing-masing pasangan. Nah, misal kita tak pernah komunikasi dengan pasangan; dan kita mendengar berita yang belum tentu kejadiannya apa kita gak bingung menerima cemoohan dan omongan orang? So pasti bingung dan langsung marah-mara ke pasangan, berita tanpa disaring dulu langsung dikonsumsi.
Dan lebih parahnya lagi tidak percaya sama pasangan. Komunikasi dan kepercayaan kepada pasangan adalah kunci utama dalam sebuah keharmonisan, dan itulah juga dilakukan oleh orang-orang dahulu kala beruma tangga hingga mereka tua masih dengan pasangan yang sama.
Jangan terlalu sibuk dalam bekerja sampai lupa bahwa ada pasangan yang harus diajak jalan-jalan atau sekedar makan malam keluar. Benar memang quotes-quotes yang beredar “memepertahankan lebih sulit daripada mendapatkan”.
Sebagai manusia harus banyak bersyukur dengan segala nikmat yang diberikan, nikmat sehat, nikmat rumahtangga, nikmat pekerjaan. Jaga dan pertahankan apa yang sudah dimiliki tak perlu lihat samping kanan kiri hanya berfikir untuk tersaingi. Jangan lupa tetap berkomunikasi agar tidak miskomunikasi.

Perempuan yang lahir di Bojonegoro sekaligus mahasiswa Pendidikan Matematika UM Surabaya.

Ekita Rusdiyanti
Mantapp, menginspirasi sekali, immawati terbaik ini..