f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
anak

Ingin Memiliki Anak? Lakukan Persiapan Holistik Berikut!

Memiliki anak merupakan salah satu harapan bagi seorang yang telah menikah. Namun ternyata memiliki anak tidak hanya terkait perubahan status menjadi orangtua, tapi juga terkait perubahan besar dalam hidup seseorang.

Sadar akan hal ini, maka ketika ingin memiliki anak hendaknya kita siapkan segala aspek secara holsitik, mencakup aspek mind, body and spirit.

Persiapan Pikiran (Mind)

Persiapan pikiran bermakna bahwa ketika seseorang ingin memiliki anak, maka dia harus menyadari secara penuh; anak akan membawa perubahan besar dalam hidupnya. Dia harus siap dengan segala perubahan yang akan terjadi. Perubahan-perubahan ini harus orang tua sikapi dengan bijak dan dewasa sehingga proses menjadi orangtua selanjutnya akan lebih lancar.

Ketika kita belum memiliki anak, kita bebas melakukan apapun tanpa khawatir ada efek buruk ke anak kita. Sebagai contoh, ketika belum memiliki anak, kita akan bebas beraktivitas di luar rumah; jam berapapun tanpa khawatir ada anak menunggu di rumah.

Namun, setelah memiliki anak kita harus memberikan hak anak untuk bersama kita sehingga kita harus membatasi jam di luar rumah. Contoh lain, sebelum memiliki anak sepasang suami istri bisa berkomunikasi dengan model apapun di dalam rumah. Namun setelah memiliki anak, mereka harus sadar bahwa apapun yang mereka lakukan akan berdampak pada anak mereka, termasuk ketika mereka berkomunikasi bisa jadi anak akan meniru model komunikasi mereka.

Masih banyak perubahan besar yang akan terjadi pasca memiliki anak, yang mana semua ini harus orang tua sadari penuh; atau oleh siapapun yang hendak memiliki anak. Dengan menyadari secara dini, harapannya kita akan menyiapkan pikiran kita secara dini juga. Sehingga ketika anak kita lahir, pola pikir kita sudah lebih matang dan siap dengan segala perubahan besar yang terjadi pasca memiliki anak.

Baca Juga  Penerapan Nilai–Nilai Pendidikan Al-Quran Bagi Anak di Masa Pandemi Covid 19

Selain menyiapkan pola pikir, seorang yang ingin memiliki anak hendaknya juga belajar sebanyak mungkin tentang pengasuhan anak. Hal ini akan mendukung proses pencapaian menjadi orangtua (parenthood) ketika anak mereka lahir.

Aspek lain dalam persiapan pikiran adalah dengan menghindari stress, cemas, dan pikiran negatif lainnya. Ketika kita menemukan ada pikiran negative menghantui, coba lakukan release emosi dan relaksasi sehingga kita lebih tenang dan rileks, apapun kondisinya.

Persiapan Fisik (Body)

Persiapan fisik calon orang tua juga penting dilakukan oleh kita yang ingin memiliki anak. Kemudian, persiapan fisik ini penting agar tubuh memiliki kesehatan yang optimal sehingga calon bayi dapat tumbuh dengan baik di dalam rahim ibu. Selain itu, persiapan fisik juga penting agar proses menyusui kelak juga berjalan dengan lancar.

Seorang laki-laki yang ingin memiliki anak hendaknya melakukan beberapa persiapan fisik, seperti: mencegah dari berbagai penyakit, olahraga, tidak merokok, tidak menggunakan celana yang ketat/panas, serta tidak menggunakan narkoba.

Sementara bagi perempuan, ketika ingin memiliki anak hendaknya mereka dapat melakukan beberapa hal penting. Seperti mencegah dari berbagai penyakit (baik menular maupun menurun); mengobati penyakit yang diidapnya (jika perempuan saat ini sedang memiliki penyakit tertentu); mengatur berat badan normal (tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk); konsumsi makanan bergizi seimbang; mencegah anemia (jika perlu konsumsi asam folat dan/atau tambah darah), olahraga teratur, jaga kebersihan, dan istirahat cukup.

Seorang perempuan yang merencanakan memiliki anak hendaknya juga rajin melingkari hari pertama haid untuk mengetahui siklus haid mereka. Dengan mengetahui siklus haid minimal 6 bulan, maka seorang perempuan akan lebih mudah menghitung kapan masa subur mereka.

Dengan mengetahui masa subur, maka pasangan suami istri dapat melakukan ikhtiyar hubungan suami istri pada masa subur sehinga meningatkan potensi memiliki anak.       

Baca Juga  Orang Tua yang Tak Kenal Anaknya
Persiapan Jiwa  (Spirit)

Persiapan jiwa merupakan hal puncak dalam mempersiapkan diri untuk memiliki anak. Sebagaimana yang disebutkan di awal tulisan ini bahwa memiliki anak tidak sekedar merubah status menjadi orangtua; namun ada banyak perubahan besar yang otomatis melatih kesabaran dan keikhlasan dalam menerima apapun kondisi anak (kondisi positif maupun negatif).

Beberapa persiapan spiritual yang dapat kita lakukan ketika ingin memiliki anak antara lain: mendekat kepada Sang Pencipta karena Dialah yang berkuasa memberikan kita keturunan; memperbanyak doa agar mendapat keturunan yang solih solihah; berlatih meningkatkan kesabaran, berlatih meningkatkan taraf ikhlas; dan meningkatkan kepasrahan.

Dalam rangka meningkatkan kesiapan jiwa dan mengasah jiwa keibuan/kebapakan, tidak ada salahnya kita latihan mengasuh anak kecil di sekitar kita dengan cara menggendong, menyuapi, dan lain-lain. Sehingga akan mengasah feeling kita sebagai calon orangtua. Prinsipnya, segala usaha spirit ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kepantasan diri kita menjadi orangtua.

Demikian tiga hal yang dapat dilakukan oleh siapapun yang ingin memiliki anak. Semoga cara di atas dapat meningkatkan kesiapan diri kita untuk memiliki anak.

Sebagai penutup, siapapun yang ingin memiliki anak, mari bersama menguatkan keyakinan bahwa rejeki berupa anak akan datang pada waktu yang tepat: tidak terlambat dan tidak juga dipercepat. Usaha terus dilakukan, namun kepasrahan juga terus diikhtiyarkan.

Jika Allah sudah berkehendak, maka mudah bagiNya untuk memberikan kita anak, bukan?

Bagikan
Post a Comment