f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
travelling

Ibumu, Engkau, dan Temanmu (2)

Ibumu, Engkau, dan Temanmu (1)

Lihatlah bagaimana indahnya Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam memberikan perumpamaan sosok sahabat dan teman yang baik. “Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya…” (HR. Bukhari No. 2101, Muslim No. 2628).

Kondisi seperti inilah yang sejatinya menjadi harapan semua orang tua dan semua guru yang ada di madrasah. Seorang remaja sekolah diharapkan tepat dalam memilih teman dalam pergaulan kesehariannya, karena dengan teman-teman baik yang mengelilingi anaknya, hati orang tua menjadi tenang.

Namun tidak jarang fakta sebaliknya muncul dalam kehidupan anak remaja. Banyak ditemukan anak-anak remaja yang awalnya baik tekun dan rajin beribadah, menuntut ilmunya rajin, bertemu teman yang buruk akhirnya berujung kepada keburukan. Puncak dari semua kemerosotan akibat pengaruh teman yang buruk adalah malas beribadah kepada Allah yang telah memberikan begitu banyak nikmat kepadanya. Salatnya bolong-bolong dan kalaupun salat rasanya berat sekali.

Semangat ibadah yang dulu membara seakan-akan redup karena siraman buruk dari teman yang buruk. Yang terbayang hanya keluar bersenang-senang bersama teman-temannya sehingga Allah pun dipalingkan dan di nomor sekiankan, wal iyadzubillah.

Tak Kenal Lagi Orang Tua

Tidak berhenti sampai di situ, dengan orang tua sudah tak hormat lagi.  Akhirnya dia menjadi sosok anak yang tak mau tahu, malas sekali membantu orang tua. Mereka lebih senang mendengar kata temannya daripada nasehat orang tua.  

Oleh karenanya, fakta ini harus segera menyadarkan semua kita khususnya anak-anak remaja masa kini, bahwa teman yang buruk bagaikan sel kanker dalam tubuh seseorang, tidak terasa lambat laun menghantarkan pada kematian.

Baca Juga  Seni Komunikasi Suami Istri dalam Menciptakan Keluarga Sesurga

Cermatilah perumpamaan indah yang dibuat oleh Rasuullah dalam hal teman yang buruk dan akibatnya : “Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar, atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari No. 2101, Muslim No. 2628)

Pengaruh Teman dan Lingkungan

Selanjutnya bagi remaja masa kini bandinganlah keadaan yang sekarang dan dulu disaat usia kecil dan kanak-kanak. Jika seandainya engkau menjumpai keadaan semakin tidak membaik maka perhatikanlah bahwa itu bisa jadi dari pengaruh teman-teman di sekitarmu.

Jangan engkau terus melazimi persahabatan yang buruk tersebut karena akan membahayakanmu di dunia dan di akhirat. Karena setiap perbuatan yang kita lakukan di dunia akan dipertanggungjawabkan di akherat.

Allah berfirman: “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”(QS. az-Zukhruf [43]: 67)

Oleh karenanya jika  ada diantara kamu yang sedang terperangkap dalam pertemanan dan persahabatan yang tidak baik, saatnya untuk kembali bertaubat kepada Allah atas semua yang telah terjadi.

Menuju Kebaikan

Berubahlah menuju kebaikan. Tinggalkan semua hal-hal yang kurang baik yang engkau lakukan selama ini. Jangan habiskan waktu untuk hal yang tidak bermanfaat. Maka tinggalkan semua itu dan berlarilah menuju Allah dengan pintu taubat yang Allah sediakan bagi hamba-hamba Nya. Karena sebaik-baik orang yang yang jatuh dalam kesalahan adalah yang bertaubat kepada Allah.

“Seluruh anak Adam berdosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat” (HR Ibnu Maajah no 4241, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani).

Bagikan
Post a Comment