f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
semut Al-Qur'an

Keistimewaan Semut Menurut Al-Qur’an dan Sains

Di antara beberapa nama hewan dan menjadi nama surah dalam Al-Qur’an adalah semut. Nama semut menjadi nama surah ke-27 dalam Al-Qur’an, yaitu surah An-Naml.

Selain semut, hewan yang menjadi nama surah adalah: sapi betina, surah ke-2 (Al-Baqarah), dan laba-laba, surah ke-29 (An-Ankabut).

Lantas, apa istimewanya semut, sehinga menjadi nama surah?

Kita coba menelaah kata semut ini dalam Al-Qur’an dan akan membandingkannya dengan sains.

Semut di Dalam Al-Qur’an

Kata semut, dalam Al-Qur’an ada sebanyak tiga kali penyebutan dalam satu ayat, yaitu di ayat ke-18 pada surah An-Naml.

Ayat ke-18 surah An-Naml, menceritakan ketika nabi Sulaiman As bersama pasukannya melewati sebuah lembah (lembah semut). Lalu, seekor semut memperingatkan koloni lain untuk segera memasuki sarang, karena khawatir jika terinjak oleh nabi Sulaiman As dan pasukannya.

Bunyi ayatnya sebagai berikut,

 حَتَّى إِذَا أَتَوْا عَلَى وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ

“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut;  Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari“.

Tafsir Jalalain menjelaskan;

“(Sehingga apabila mereka sampai di lembah semut) yaitu di kota Thaif atau di negeri Syam; yang dimaksud adalah semut-semut kecil dan semut-semut besar (berkatalah seekor semut) yaitu raja semut; sewaktu melihat bala tentara nabi Sulaiman. (‘Hai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarang kalian, agar kalian tidak diinjak) yakni tidak terinjak-injak (oleh Sulaiman dan bala tentaranya. Sedangkan mereka tidak menyadari’) semut dianggap sebagai makhluk yang dapat berbicara, mereka melakukan pembicaraan sesama mereka.”

Baca Juga  Pengaruh Masa Lalu atau Pemaknaan terhadap Masa Lalu?

Ada tiga bentuk penyebutan kata semut di ayat ke-18 tersebut, yaitu: An-Namli (lembah semut), Namlatun (seekor semut) dan An-Namlu (semut-semut).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa seekor semut (Namlatun) memberitahukan ke banyak (pasukan) semut yang ada di lembah. Karena menggunakan kata tunggal ‘seekor’, maka artinya adalah  pimpinan semut.

Pemberitahuan dari pimpinan semut tersebut, berupa peringatan untuk menghindarkan mereka dari nabi Sulaiman As dan pasukannya, yang bisa menginjak mereka.

Kata Namlatun (seekor semut) menunjukkan bahwa koloni semut memeiliki pemimpin.

Isyarat Sang Pemimpin Semut

Tentang isyarat atau pemberitahuan dari sang pemimpin semut. Tentu saja, pemberitahuan itu bersifat instruktif, karena menyangkut sesuatu yang bahaya, dan bersifat penting untuk segera sampai ke ‘telinga’ setiap semut yang ada di lembah itu.

Ada yang menarik di sini, bagaimana instruksi dari pemimpin semut itu sampai ke semua pasukan semut tanpa ada yang terlewat. Dan ini ada dua kemungkinan:

Pertama, si pemimpin semut itu mengeluarkan suara (panggilan) dengan frekuensi tertentu atau zat tertentu sebagai isyarat panggilan yang menjangkau area dengan radius cukup luas sehingga semua semut dapat mendengar suara tersebut.

Kedua, dengan sistem estafet, si pemimpin memberi instruksi ke beberapa semut yang ada di dekatnya, lalu semut-semut itu meneruskan instruksi itu ke semut-semut lain yang terdekat, demikian seterusnya, sampai semut yang berada di sisi terluar menerima instruksi tersebut. Cara penyampaian pesannya mungkin seperti yang terlihat oleh kita sehari-hari ketika melihat dua ekor semut yang bertemu.

Tetapi, karena bersifat peringatan tanda bahaya, dan pesan harus sampai secepat mungkin kepada semua-semut lain yang ada di lembah, maka kemungkinan pertama yang terjadi. Lalu bagaimana dengan informasi dari sains.

Baca Juga  Uber Cup 2024: Tentang Perempuan, Perjuangan, dan Kesetaraan
Cara Komunikasi Semut Menurut Sains

Menurut web Wikipedia, “Bila semut-semut ini bertemu musuh, mereka juga memproduksi feromon sehingga isyaratnya bertambah atau berkurang, bergantung pada sifat bahayanya.”

Jadi, semut menggunakan zat feromon untuk berkomunikasi, salah satunya memberi peringatan adanya bahaya. Lalu, apa itu feromon?

Melansir dosenbiologi.com, zat feromon pada semut ialah, salah satu senyawa kimia hidrokarbon yang bermanfaat untuk interaksi dalam ekosistem, memiliki peranan penting dalam sistem komunikasi serangga, termasuk semut. Zat feromon pada semut berasal dari kata “fer” yang artinya membawa dan “hormon” sehingga zat feromon pada semut berarti “pembawa hormon”.

Zat feromon pada semut adalah isyarat yang digunakan di antara hewan satu spesies dan biasanya diproduksi dalam kelenjar khusus dalam sistem biologisnya untuk disebarkan. Ada banyak fungsi dari zat feromon pada semut, di antaranya sebagai jejak menuju sumber makanan dan sebagai zat tanda bahaya yang keluar saat musuh menyerang.

Ketika semut menggigit, dia akan meninggalkan zat feromon ini sebagai penanda bagi koloninya bahwa ada bahaya.

Setiap pasukan semut memiliki bau koloni khusus yang khas. Mereka memiliki senyawa hidrokarbon yang berbeda untuk membedakan jenis koloni mereka. Jika ada semut asing memasuki sebuah sarang koloni semut lain, maka, koloni semut itu akan menyerang dengan asam format, sitronelal, dan zat zat beracun lain dari semut.

Mengenai zat feromon dalam semut ini banyak sekali informasi yang bisa anda dapatkan di internet.

Subhanallah, satu ayat Al-Qur’an telah membangkitkan keinginan kita untuk mengetahui misteri yang ada di dalamnya, dan kemudian dengan sains terjawablah misteri itu.

Ayat ini hanya salah satu dari sekian ribu ayat Al-Qur’an yang membuktikan bahwa kandungan kitabullah adalah sesuatu yang benar (terbukti secara ilmiah), bukan hal yang mengada-adakan.

Bagikan
Post a Comment