f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
berolahraga

Memahami Kajian Fikih Berolahraga

Dunia olahraga adalah dunia yang penuh dengan sensasi dan menjadi hobi kebanyakan anak Adam. Islam pun tidak melarangnya karena memang hukum asal olahraga adalah mubah selama tidak disertai perkara-perkara yang terlarang. Hanya saja islam telah meletakkan rambu-rambu dan kaidah-kaidah olahraga secara umum agar tidak keluar dari garis syari’at. Oleh karenanya sangat penting untuk kita kaji masalah ini. Tentu agar kita bisa mengetahui olahraga apakah yang dibolehkan dan dilarang oleh Islam. Di antara kaidah-kaidah tersebut adalah :

Mencari Ridho Allah

Setiap muslim harus mencari ridho Allah dalam setiap aktivitasnya. Dalam berolahraga sekalipun tujuannya adalah ridho Allah, itulah tujuan diciptakannya manusia. Sebagaimana firman Allah

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepadaKu,” (QS.Adz-dzariyat [51] : 56).   Olahraga yang dilakukan seorang muslim tidak akan sia-sia bahkan berbuah pahala jika diniatkan untuk mencari pahala dari Allah dan untuk kemaslahatan dirinya, agamanya, dan kaum muslimin secara umum. Akan tetapi jika tidak diniatkan demikian, maka akan menjadi bumerang baginya dan ia akan sulit melepaskannya.

Membela Agama dan Kebenaran

Syaikh Abu Bakar Al-Jazaa’iri mengatakan : “Sesungguhnya semua tujuan jenis olahraga yang dikenal dalam Islam adalah  dimaksudkan menjadi sebuah alat menegakkan dan membela kebenaran. Bukanlah tujuan olahraga itu hanya mendapat harta melimpah ,ketenaran, atau hal yang serupa seperti berbangga diri dan (akhirnya) menjadi manusia yang rusak di muka bumi sebagaimana kebanyakan kondisi mereka saat ini.”

Melatih Kekuatan dan Keberanian

Kebenaran akan terwujud sempurna dengan ilmu dengan ilmu dan kekuatan. Ilmu bermanfaat bagi para pencari kebenaran, tetapi kekuatan dapat bermanfaat bagi orang-orang yang menentang. Oleh karena itu Rasulullah mengajarkan ilmu yang bermanfaat pula bagi tegaknya agama. Di antara bentuk persiapan kekuatan tersebut beliau memerintahkan kaum muslimin untuk berlatih jenis-jenis olahraga yang bermanfaat untuk menguatkan badan, dan melatih keberanian. Demikianlah Allah memerintahkan kaum muslimin untuk mempersiapkan kekuatan yang bermanfaat bagi diri mereka, agama dan kaum muslimin secara umum. Dalam firman-Nya:

Baca Juga  Part 2: Benarkah Surat an-Nisa’ Ayat 34 Melegitimasi Ketidakadilan Gender?

وَأَعِدُّوا۟ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi”(QS.Al-Anfal [8]:60).

Oleh karena maksud inilah, Rasulullah mengizinkankan para lelaki Habasyah bermain tombak dalam masjid beliau. Bahkan mengizinkan Aisyah   melihat mereka.

Menutup Aurat

Menutup aurat adalah kewajiban setiap muslim laki-laki maupun perempuan, seseorang dilarang melihat aurat sesama jenisnya, sebagaimana ia dilarang melihat aurat lawan jenisnya. Rasulullah  bersabda:

لَايَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ وَلَاالْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ

“Seorang laki-laki dilarang melihat aurat laki-laki lain dan seorang wanita dilarang melihat aurat wanita lain.” (HR.Muslim : 152).

Sungguh banyak pada zaman ini, laki-laki  maupun perempuan yang meremehkan masalah aurat ini. Mereka manyingkap aurat mereka sengaja maupun tidak disengaja. Di sisi lain ,sebagian besar kaum muslimin tidak menggubrisnya,apalagi mencegahnya.

Tidak Melanggar Syariat

Sebagian olahraga seperti beladiri, jika sebelum bertanding, atau saat bertanding, diharuskan ada penghormatan dengan cara menunduk kepada lawannya seperti rukuk atau bahkan sujud, maka haram bagi seorang muslim melakukannya. (Lihat keharaman hukum sujud dan rukuk kepada manusia dalam Zaadul Ma’aad fi hadyi khairil ‘ibaad,karya Ibnul Qayyim ).

Tidak Membahayakan

Jika suatu pertandingan olahraga yang digelar terdapat sesuatu yang membahayakan keselamatan pesertanya, maka olahraga tersebut menjadi haram. Seperti tinju dan gulat bebas, yang dibolehkan di dalamnya menyakiti lawan serta membahayakan keselamatan pesertanya.

وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا 

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah maha penyayang kepadamu.”(QS.An-Nisaa,[4]:29) Demikian pula semua cabang olahraga yang hukum asalnya mubah (halal) jika menurut dugaan yang kuat akan terjadi bahaya terhadap keselamatan pesrtanya maka diharamkan sebagaimana ayat di atas.

Baca Juga  Jangan Fanatik Terhadap Satu Mazhab!
Tetap menunaikan Kewajiban Agama

Olahraga bukanlah tugas manusia, tetapi manusia memiliki tugas untuk beribadah sebagaimana dalam surat Adz-Dzariyat(56). Olahraga menjadi haram jika sampai melalaikan kewajibannya. Oleh karenanya haram mengadakan pertandingan olahraga(perlombaan), pada waktu adzan berkumandang. Lebih-lebih jika berkumandang adzan shalat Jum’at karena orang yang mendengar adzan berkewajiban untuk mendatangi masjid dan shalat berjama’ah. Rasulullah bersabda :

إِنَّ لِرَبِّكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَلِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا فَأَعْطِ كُلُّ ذِيْ حَقٍّ حَقَّهُ

“Sesungguhnya Tuhanmu memiliki hak atasmu,dirimu memiliki hak atasmu,dan keluargamu memiliki hak atasmu,maka berikan hak masing-masing kepada pemiliknya.” (HR.Bukhori: 1832)

Bagikan
Post a Comment