Dua Sifat Penghambat Kesuksesan
Kita sudah masuk tahun 2022. Bahkan kita sudah kehilangan 120 hari dari 365 hari mendatang. Mungkin, di suasana hampir separuh tahun begini, kita mulai berpikir apa yang akan dilakukan atau apa yang mesti diraih pada tahun 2022 ini. Atau mungkin sampai kita bikin plan tidak hanya satu-dua saja. Ingin ini, ingin itu, dan sebagainya.
Di balik semua target itu, ada hal yang sebenarnya sangat genting kita jauhi. Bahkan, jikalau sifat ini masih saja melekat erat dalam diri, kemungkinan terbesarnya adalah segala rencana yang telah dibuat di 2022 ini akan gagal diraih. Bisa saja tahun 2022 ini sama seperti 2021 silam. Lantas, apa saja sifat yang bikin gagal sukses itu? Mari kita renungkan hal-hal di bawah ini.
Gampang Bosan
Okelah kita ini hanya manusia biasa. Sifat bosan itu wajar. Iya, kan? Saya juga begitu, kadang lagi ngerjain skripsi dapat satu halaman, eh, sudah bosan aja. Atau, kadang baru dapat pekerjaan, belum dapat gaji pertama aja udah bosan kerja. Dalam kehidupan, kita hidup dari berbagai rasa bosan. Betul tidak? Kalau sudah bosan, apa yang akan kita lakukan? Mager, gak ngapa-ngapain, pengen istirahat aja. Siklus bosan ‘kan begitu (?)
Inilah pola pikir yang perlu kita perbaiki. Ketika bosan, kita harus melawan rasa itu. Sesegera mungkin kita harus mencari solusi. Jika kesulitan, kita bisa saja mencari solusi dengan curhat kepada teman, sowan meminta arahan dari guru, atau cerita sama orang tua. Sehingga nanti kita bisa mendapat pencerahan dari berbagai nasihat dari mereka.
Rasa bosan bisa kalah saat kita fokus dengan apa yang kita lakukan. Selain itu, kita juga perlu menikmati apa yang sedang kita kerjakan. Kita harus berusaha menghindari kebanyakan mengeluh. Kenapa sih kok aku begini, kenapa kok teman-teman saya begitu, dan semacamnya. Nah, biar kita gak begitu, kita perlu coba aktivitas selingan. Misalnya saja, kita bekerja jadi guru, kita kudu punya selingan misal buka toko di rumah.
Sebelum kita menang melawan rasa bosan, kapan kita bisa sukses meraih cita-cita? Itulah pentingnya punya teman banyak yang baik. Juga, berusahalah agar tidak terputus komunikasi dengan guru. Dan yang paling penting, sering-sering aja curhat ke orang tua, setiap saat juga gak masalah. Atau, bisa juga curhat ke orang terdekat, seperti pacar. Kalau sudah punya. Ha-ha.
Hilang Mood
Kalau tadi gampang bosan, nah, ini sifat yang mirip dengan bosan dan menyertai kegagalan kita. Ini perlu kita sadari. Jangan sampai di tahun 2022 ini, sifat buruk begini belum bisa kita taklukkan. Sebab, ini juga bisa manjadi faktor penghambat dan penghalang kesuksesan. Benar, sifat ini namanya mood.
Pernah ngerasain kalau pas lagi mood kita semangat dan bisa melakukan apapun? Nah, itu. Kalau pas lagi ada mood, kita berani bikin usaha ini itu. Bahkan rela pinjam dana untuk usaha. Setelah hilang mood-nya, ganti lagi usaha yang lain. Fatalnya, hilang mood bikin suasana hati bikin seolah-olah harus menyerah.
Lebih-lebih, sekarang ada gadget. Mood orang sekarang condong ke dunia maya. Pengennya main game terus, nonton film, facebook-an, update feed Instagram, dan semacamnya. Ini bikin kita gak ngapa-ngapain berjam-jam atau berhari-hari pun jadi betah. Lalu, ketergantungan. Terkadang, melihat sesuatu atau iklan di dunia maya jadi merusak mood. Ada yang ngalamin kayak gitu?
Mood bisa berubah setiap saat. Wajar memang, karena menyesuaikan hati. Pagi mood, siang tidak mood, sore mood lagi, malam hilang mood, itu bisa saja terjadi. Mood yang hilang secara terus menerus bisa bikin stres. Biasanya anak baru lulusan SMA masih labil dan susah mengontrol mood.
Saat mood meredup, cara mengatasi paling efektif dengan merefleksi diri sendiri. Kita perlu berpikir kembali tentang apa sih yang bikin cemberut, apa yang bikin tertawa, kenapa bisa tersenyum, dan sebagainya. Sebab, mood itu mengikuti hari-hari kita. Peristiwa dan kejadian apa saja yang telah muncul dalam sehari. Kita harus ingat dan paham.
Berbeda antara bosan dengan gak mood. Bosan karena melakukan suatu aktivitas, sedangkan mood muncul bisa saja tanpa kita melakukan aktivitas apa pun. Sebab bosan dan gak mood kita bisa kehilangan produktivitas. Dari dua sifat itu muncul rasa malas. Kita malas beraktivitas, malah melakukan ini itu, dan seterusnya. Walhasil, seharian tiduran aja. Nyaman.
Ketika baru bangun tidur, kita bisa langsung kehilangan mood untuk beraktivitas. Lalu, malas beranjak dari tempat tidur. Berbeda dengan bosan, seperti setelah melakukan aktifitas bekerja seharian, timbul rasa bosan dan muncul keinginan main game, misalnya.
Nah, 2022 masih delapan bulan sisa. Jangan sampai buang-buang waktu untuk tunduk kepada dua sifat tadi. Mari manfaatkan waktu untuk menaklukkan dua sifat tersebut. Sehingga, 2023 kita sudah termasuk golongan orang-orang sukses. Oke?
Lahir di Bantul, 22 tahun yang lalu. Menyelesaikan studi sebagai santri di Pondok Pesantren An Nur Bantul sejak 2009 hingga sekarang. Kuliah di Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta. Beberapa tulisan pernah dimuat di media, seperti: bangkitmedia.com, SantriNews.com, rahmad.id dan pernah juga menulis berita di Koran Kedaulatan Rakyat. Sekarang, ia tergabung dalam komunitas online Rumah Membaca Indonesia (RMI) dan komunitas-komunitas online baca-tulis lainnya. Dan tinggal di Pondok Pesantren An Nur.
