f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
pendidikan unggul

Mewujudkan Pendidikan Unggul pada Masa Pandemi

Mewujudkan peta jalan pendidikan Indonesia 2020-2035 yang bervisi futuristik; menjadi sebuah tantangan besar dengan munculnya kondisi disrupsi pandemi Covid-19 yang menuntut perubahan substansial. Kemendikbud melalui rilis nomor 002/ Sipres/ A6/ I/ 2021 menyampaikan taklimat media sebagai sosialisasi informasi capaian tahun 2020 dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran, mengedepankan apa yang terbaik bagi para murid dan guru.

Kondisi pembelajaran daring berpotensi menghadirkan education death (Syafril, 2020). Praktik di lapangan masih menemui banyak tantangan manakala program pembelajaran jarak jauh. Masih terbentur dengan adat kebiasaan masyarakat yang lebih mengedepankan pembelajaran model tatap muka. Sehingga adaptasi pembelajaran secara daring membutuhkan waktu sekaligus komitmen untuk menyepakati proses melalui jalur digital demi keselamatan bersama. Program Merdeka Belajar yang selama ini menjadi bentuk transformasi pendidikan masih membutuhkan penyesuaian pada masa pandemi.

Tahun 2021 Kemdikbud bertekad untuk memperbaiki aspek teknis pembelajaran. Pertama, pembangunan infrastruktur dan teknologi, kedua penguatan dan kebijakan prosedur serta pendanaan. Ketiga, penguatan kepemimpinan masyarakat dan kebudayaan, keempat penguatan kurikulum, pedagogi dan assesmen. Tujuan perbaikan tersebut bermuara pada kemajuan pendidikan pada masa pandemi yang mampu menghadirkan kualitas yang lebih unggul dan tidak menghambat prestasi anak didik.

Penyederhanaan Target Akademik

Bila mengacu kepada pendidikan nalar kritis yang digagas oleh Paulo Freire (1970), tentu pembelajaran kita hari ini adalah bersifat positivistik. Pendidikan masih cenderung menghadirkan insan yang cenderung impersonal, ego sentris, kehilangan nilai jiwa sosial  dan kemanusiaan (Ki Cahyono Agus, 2020). Pada masa pandemi Covid 19 beragam media pendidikan harus digunakan sebagai upaya mencegah kondisi kebosanan siswa dalam melakukan pembelajaran via online.

Pada anak generasi Z (Tahun Kelahiran 1995-2010) adalah generasi digital yang mahir dan gandrung akan teknologi informasi (Wening, 2020). Sehingga Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sesungguhnya akan memacu mereka untuk memanfaatkan fitur-fitur teknologi yang akan bermanfaat bagi aspek kognitif yang menunjang aktivitas lingkungannya. Namun kita harus mengakui bahwa kesenjangan ini mungkin akan terjadi pada siswa di daerah terpencil. Mereka mendapatkan kendala signal sehingga akan menghambat paparan informasi pengajaran dari sekolah masing-masing.

Baca Juga  Anak Nakal Haruskah ke Pondok Pesantren ?

Khawatirnya hal ini menyebabkan kondisi massal putus sekolah yang justru membahayakan masa depan anak bangsa. Chavez Phelps dan Linda L Speery (2020) dalam jurnal American Psychological Association mengemukakan bahwa sekolah dengan model online menekankan beban berat pada target capaian akademis. Hal ini rentan mengakibatkan penurunan kesehatan mental anak karena tidak ada interaksi face to face dan cenderung mengandung unsur imperatif.

Dampak pandemi juga menciptakan kondisi limitasi finansial masyarakat khususnya para orang tua. Mereka yang akhirnya kurang fokus untuk memberikan pendampingan sosioemosional anak-anak dalam mengejar target akademik. Seperti yang sudah kita ketahui bersama; bahwa pendidikan di masa pandemi ini justru menempatkan orang tua sebagai pihak utama dalam ikut menentukan prestasi akademik anak. Karena guru sebatas berinteraksi secara online serta jam pelajaran yang berkurang.

Dengan kondisi tersebut perubahan kurikulum pendidikan oleh Kemendikbud menjadi penting dalam bentuk penyederhaaan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang berorientasi terhadap perubahan kognitif. Pembelajaran anak dengan model menganalisis alam sekitarnya juga menjadi kesempatan untuk lebih memberikan kedekatan dengan lingkungan; yang akan mendukung perkembangan ilmu pengetahuannya.

Program Guru Berbagi dan Digitalisasi Sekolah

Kemendikbud terus menghadirkan re-desain program pembelajaran guna mengedepankan capaian akademik yang disesuaikan dengan kebutuhan anak didik. Seperti yang kerap disampaikan oleh Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan; bahwa pada masa pandemi ini terdapat pengurangan target pembelajaran dengan menyederhanakan kurikulum dan lebih mengedepankan keselamatan siswa dari pandemi sebagai syarat utama kesejahteraan anak.

Penilaian terkait prestasi siswa juga disesuaikan dengan apa yang disyaratkan secara akademik dan apa yang dipelajari sepanjang belajar dari rumah. Aspek-aspek sederhana seperti memanfaatkan kertas karton atau belajar bertanam menjadi salah satu media belajar yang secara langsung didapatkan dengan beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Baca Juga  Ketika Al-Qur’an Mengajak Perempuan untuk Berpendidikan Tinggi

Program Guru Berbagi menjadi salah satu platform baru di website yang menunjang para guru melakukan pembelajaran efektif terutama pada masa pandemi. Di dalamnya ada kuiz, poster sampai dengan cara membuat Vlog yang tidak monoton. Termasuk membagikan rencana pembelajaran di masa pandemi yang dapat diakses oleh siapa saja. Dalam catatan taklimat media Kemendikbud hampir 60,93 Guru telah bergabung menjadi user. Ini menunjukkan bahwa Guru telah menyesuaikan dengan kebutuhan akses pandemi dengan memanfaatkan ketersediaan teknologi.

Dengan kondisi tersebut Kemdikbud juga telah memberikan dukungan Prioritas Merdeka Belajar di tahun 2021 antara lain adalah Digitalisasi Sekolah dan Medium Pembelajaran. Dukungan tersebut nantinya akan menguatkan sistem beserta bahan ajar dan model media pendidikan digital. Semua pihak dapat mengaksesnya demi terciptanya generasi unggul yang melek teknologi dan mampu membangun kemajuan bangsa berlandaskan budaya luhur kemanusiaan.   

Bagikan
Post a Comment