f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
rasulullah dan remaja labil

Cara Bijak Rasulullah Menyikapi Remaja Labil

Kecakapan Rasul Menghadapi Remaja Labil

Rasulullah adalah uswah yang tidak perlu diragukan lagi. Sikap dan budi pekerti beliau shalallahu ‘alaihi wasalam selalu membuat siapapun yang mendengarnya berdecak kagum.

Walau hanya mendengar dari kisah dan tidak pernah melihatnya langsung, kita tetap bisa merasakan gambaran betapa mulianya akhlak Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam. Bahkan banyak ilmu parenting yang mengambil faedah dari akhlak beliau.

Remaja identik dengan kelabilannya, bahkan ilmu psikologi membenarkan masa labil tersebut.

Bagaimana reaksi kita bila ada seseorang menemui kita dan berkata: izinkan aku berzina. Tentu kita akan murka dengan pernyataan tersebut. Apalagi yang bertanya tersebut adalah mereka yang usianya masih remaja, tentu kita menjadi geram.

Tetapi jawaban Rasulullah bukan seperti respon pada umumnya. Perhatikan HR. Ahmad no. 22211 sanadnya disahihkan Al-Albani berikut:

Abu Umamah menceritakan: “Suatu hari ada seorang pemuda yang mendatangi Nabi Shalallahu ‘alaihi wassallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, izinkan aku berzina!”. Para sahabat pun bergegas mendatanginya dan menghardiknya, “Apa-apaan ini! Diam kamu, diam!”. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam berkata, “Mendekatlah”. Pemuda tadi mendekati beliau dan duduk di hadapan beliau.

Nabi Shalallahu ‘alaihi wassallam bertanya, “Relakah engkau jika ibumu dizinai orang lain?”. “Tidak, demi Allah wahai Rasul” sahut pemuda itu. “Begitu pula orang lain tidak rela kalau ibu mereka dizinai”. “Relakah engkau jika putrimu dizinai orang?”. “Tidak, demi Allah wahai Rasul!”. “Begitu pula orang lain tidak rela jika putri mereka dizinai”.

 “Relakah engkau jika saudari kandungmu dizinai?”. “Tidak, demi Allah wahai Rasul!”. “Begitu pula orang lain tidak rela jika saudara perempuan mereka dizinai”. “Relakah engkau jika bibimu dizinai?”. “Tidak, demi Allah wahai Rasul!”. “Begitu pula orang lain tidak rela jika bibi mereka dizinai”. “Relakah engkau jika bibi dari ibumu dizinai?”. “Tidak, demi Allah wahai Rasul!”. “Begitu pula orang lain tidak rela jika bibi mereka dizinai”.

Baca Juga  Welcome to Reality, Barbie!

Lalu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut sembari berkata, “Ya Allah, ampunilah kekhilafannya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya”. Setelah kejadian tersebut, pemuda itu tidak pernah lagi tertarik untuk berbuat zina”.

Faidah Hadits

Cara Rasulullah merespon dan menyikapi pemuda tersebut senada dengan firman Allah:

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik.” (QS. An-Nahl ayat 125).

Juga firman Allah berikut:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

“Dengan sebab rahmat Allah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauh dari sekelilingmu.” (Ali Imran : 159)

Kelemahlembutan memiliki pengaruh yang luar biasa terhadap hati dan pikiran seseorang. Metode dakwah yang Rasulullah ajarkan ini sepatutnya mendapat perhatian besar. Pemuda yang bertanya tersebut dapat dipastikan mengetahui bahwa zina itu haram. Hasratnya yang ingin berzina amat bergejolak hingga demi mencari dukungan, ia meminta izin kepada Rasulullah.

Rasulullah bisa saja murka, beliau bisa saja mengancam keras dengan menyampaikan gambaran bahaya zina, ancaman dan siksaannya, namun Rasulullah tidak melakukannya. Rasulullah malah tetap mendengarkan pemuda itu dengan penuh kelembutan,  kemudian metode inilah yang membuat pemuda tersebut mampu memahami ucapan Rasulullah.

Meyakinkan adalah seni dan bukan peperangan. Rasulullah telah berhasil menaklukan lawan bicaranya agar memahami penjelasannya. Tidak hanya itu, bahkan Rasulullah tetap mendoakan kebaikan untuknya meski pemuda itu telah menyampaikan sesuatu yang tentu tidak beliau senangi. Beliau tidak terprovokasi meski para sahabat di sekelilingnya begitu geram dengan pemuda tersebut. Itulah di antara keterampilan yang Rasulullah miliki yang patut menjadi teladan

Baca Juga  Gen Z dan Financial Technology

Tak hanya itu, di sini Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga mengajak pemuda ini untuk menyempurnakan imannya. Beliau  mengajak pemuda ini untuk mengamalkan sebuah tanda iman yang sempurna. Sebagaimana sabdaNya, bahwa tidaklah iman seseorang dikatakan sempurna sampai ia mencintai saudaranya sesama muslim seperti mencintai dirinya sendiri. (Lihat HR. Bukhari no. 13)

Maka rasul menerangkan bahwa kecintaan sang pemuda kepada ibunya, saudaranya, bibinya, juga harus tertanam pada seluruh saudaranya sesama muslim. Sebagaimana ia tidak rela keluarganya dizinai, begitu pula para muslimah lain.

Cara Menyikapai Remaja Labil

Maka, poin-poin yang bisa kita ambil ialah pertama, pentingnya untuk tetap bersikap lemah lembut, meskipun lawan bicara kita adalah seorang remaja labil, apalagi di hadis ini digambarkan seorang remaja yang sedang tersulut nafsu birahi, namun Rasulullah mampu meredam, itu semua berkat kelemahlembutannya. Kedua, di antara metode yang bisa dicontoh saat berinteraksi dengan remaja adalah metode dialog, yang lebih dirasa nyaman dan masuk ke dalam hati mereka, namun tetap berdialog yang baik. Kalimat yang baik mampu memiliki pengaruh jika keluar dari hati yang tulus dan jujur

Ketiga, ajari anak kita untuk mencintai saudaranya sebagai penyempurna imannya. Keempat, sepatutnya saat melihat seorang anak maupun remaja, seberapapun tingkah mereka membuat kita jengkel, tetaplah untuk terus mendoakan kebaikan untuk mereka, karena kita tidak pernah tahu suatu saat Allah mengabulkan doa kita, sebagaimana diijabahnya doa Rasul tersebut

Doa Rasulullah di atas pun bisa kita bacakan dan amalkan untuk anak-anak kita:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ ذَنْبَهُ وَطَهِّرْ قَلْبَهُ وَحَصِّنْ فَرْجَهُ

“Ya Allah, ampunilah dosanya, bersihkan hatinya, jagalah kemaluannya.”

Wallahu a’lam

Bagikan
Post a Comment