Pandai-pandailah Memilih Kata
“Sadarilah bahwa ada rekaman untuk setiap kata yang terucap”
Seringkali mulut kita berucap begitu saja, mengalir kata-kata tanpa kita pikirkan akibatnya. Mungkin melukai hati orang lain secara langsung kepada orang yang kita ajak bicara. Atau, kita berucap sesuatu yang kurang berguna, yang sekedar bergurau, namun berlebihan. Atau mungkin, kata yang terucap dari kita menimbulkan kesalahpahaman sehingga menanamkan kedengkian atau menimbulkan perselisihan.
Karunia Kepada Manusia
Manusia memang dikarunia mulut, lidah, dan lisan. Allah Swt telah mengarunianakan organ tersebut kepada kita, bahkan dengan sempurna tanpa cacat dan cela dengan fungsinya yang begitu menakjubkan.
Tidak ada manusia yang mampu menandingi penciptaanya bukan? Namun, bagaimana selama ini kita menggunakannya? Apakah sudah sesuai dengan fungsi penciptaannya?
Allah mengaruniakan kepada kita bukan karena untuk memperindah wajah kita atau melengkapi organ tubuh kita supaya terlihat pantas, utuh, cantik atau ganteng. Melainkan ada fungsi lain, yakni untuk menanamkan kebaikan, untuk berdakwah, untuk menjaga hubungan persaudaraan. Sederhananya, gunakanlah untuk sesuatu yang bermanfaat dan dirindahiNya.
Apa yang terucap oleh mulut kita, mencerminkan isi hati kita. Jika kita berbicara ramah dengan lisan yang baik, maka seperti itulah isi hati kita; jika kita berbicara dengan isi yang mengandung kebencian, maka seperti itu pulalah yang tersimpan dalam hati kita.
Alangkah baiknya jika lisan kita yang tak terkendali itu diam saja. Semakin banyak ucapan yang menyakiti, semakin banyak pula orang yang tidak menyukai kita. Jikalau banyak gurauan atau ejekan yang kita lontarkan, maka semakin orang tidak mempercayai apa yang kita lisankan.
Lalu, apakah sebaiknya kita tidak usah berbicara, diam saja tanpa inisiatif? Tentu tidak! Berbicara itu amat penting. Seseorang bisa berhasil karena komunikasi. Sebaliknya, seseorang bisa gagal karena komunikasi pula.
Berhati-hati dengan Lisan
Jika kita selama ini masih memiliki kekurangan-kekurangan dengan lisan kita, Allah Swt Masih memberi kesempatan kepada kita untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Ubahlah lisan kita menjadi tutur kata yang manis dan mengandung sesuatu yang bermanfaat.
Jika kita bertutur kata manis, disertai dengan senyuman tersungging dari bibir kita, InsyaAllah orang yang kita ajak bicarapun akan merasakan ketentraman dan keramahan. Ada rasa damai dan tidak menganggap kita sebagai orang yang menakutkan atau berbahaya.
Dari hal tersebut maka persahabatan atau keakraban akan terbentuk. Dia pun akan merasa senang dan tidak canggung atau merasa takut dengan kita. Indah bukan? Semua berawal dari tutur kata.
Sebaliknya, tutur kata atau lisan yang kurang terjaga, ibaratnya mencul begitu saja tanpa ada penyaring; atau tanpa berpikir dulu apa yang akan menjadi akibatnya, maka akan mendatangkan keburukan dan sesuatu yang tidak menguntungkan bagi penuturnya.
Rasulullah Saw bersabda, “Celakalah wahai Mu’adz, adakah yang lebih berpeluang untuk membenamkan wajah seseorang ke neraka selain dari hasil lisannya?” (HR. Tirmidzi)
Hadis di atas menerangkan bahwa lisan itu bisa menjadi sumber kemuliaan dan keburukan. Jika lisan kita kurang terjaga, maka orang lain pun akan menjauhi kita, atau tidak mempercayai kita lagi. Bahkan lisan bisa menentukan kita kelak akan berada di surga atau neraka.
Menjaga Kata dan Lisan
Berbicaralah dengan lisan yang sopan dan terjaga. Pilihlah kata-kata yang baik, lemah lembut dan tidak menyakiti lawan bicara. Banyak sekali kata-kata sopan dan indah yang bisa kita jadikan kosakata dalam berbicara.
Jika mungkin kita telah lupa apa yang kita ucapkan di hari kemarin, tetapi Allah Maha Mengetahui dan mencatat setiap kata-kata yang telah kita ucapkan. Allah menyimpan rekaman setiap kata-kata kita.
Sebagaimana firmanNya; “Pandai-pandailah memilih kata, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, tidak juga mengundang pelecehan terhadap siapa pun. Sadarilah bahwa ada rekaman untuk setiap kata yang terucap.” (QS. al-Baqarah: 104)
Rasanya akan indah jika kita berbicara dengan lisan yang sopan. Hal ini pun termasuk amalan mulia yang disukai Allah Swt. Pembicaraan yang sopan akan membuat pikiran menjadi jernih, solusi yang kita dapatkan pun akan bermanfaat.
Rasulullah pun menganjurkan dalam hadisnya bersabda, “Hendaknya engkau bersikap tidak sopan dan keji. Karena bila sikap santun itu terdapat pada suatu hal, maka hal tersebut akan menjadi indah. Bila sikap tidak sopan menghinggapi suatu hal maka hal itu pun akan menjadi buruk rupa.” (HR. Ibnu Hibban)
Mulai sekarang, jika kita selama ini masih suka berbicara dengan ucapan yang kurang baik kepada teman-teman kita atau kepada saudara-saudara kita, perlahan-lahan kita harus mengubahnya dengan tutur kata yang baik dan sopan supaya hidup ini terasa indah.
Jika kita telah membiasakan diri dengan tutur kata yang sopan, hari-hari akan menjadi semakin indah, semakin banyak orang yang menyayangi kita, dan semakin membukakan pintu-pintu keberkahanNya.
Pegiat literasi dan juga Koordinator Bidang Komunikasi dan Teknologi Informasi Kwarda Hizbul Wathan Lamongan.
