Mengeluh itu Hebat!
Manusia sering berkeluh kesah terhadap hal yang dihadapinya dalam hidup ini. Baik itu persoalan diri sendiri, orang tua, rumah tangga, keluarga, tetangga, dan sebagainya.
Seiring dengan perkembangan zaman ada orang yang mengungkapkan keluhannya/perasaan kepada teman atau kepada keluarganya; namun tidak sedikit juga yang mengungkapkan permasalahan kehidupannya melalui media sosial.
Petani membayangkan sungguh enak menjadi pegawai karena berangkat kerja berpakaian bagus, tidak kena matahari. Pegawai membayangkan begitu enak jadi pengusaha, penghasilan tidak diatur. Pengusaha menghayalkan enak menjadi anggota DPR tinggal rapat, bisa tidur di kursi terima gaji dan banyak lagi hal lain yang membuat manusia tidak nyaman dengan kondisinya saat ini.
Mungkin ada yang punya harapan dan keinginan, namun kenyataan tidak sesuai dengan harapan atau keinginannya tersebut. Akibatnya, manusia mulai merasakan kehidupan yang tidak menyenangkan. Berbagai persoalan hidup bermunculan satu persatu seakan tak sanggup lagi memikul beban kehidupan.
Ketika perasaan yang semacam ini terjadi, memang sebaiknya tidak disimpan sendiri. Silahkan mengungkapkan permasalahannya kepada teman atau orang yang sangat dipercayai; atau berjalanlah di muka bumi ini melihat indahnya ciptaan Tuhan sampaikanlah pada alam segala bentuk kekecewaanmu. Lepaskanlah dan buanglah rasa kecemasan yang kamu rasakan pada alam luas sampai hilang sesak di dada.
Hal yang terberat itu sebenarnya bukanlah apa yang dipikul di pundak, tapi apa yang disimpan di dalam dada. Jika suatu masalah dibiarkan dan tidak dicarikan solusinya, dadamu akan penuh sesak. Kalau lama kelamaan disimpan, bisa membusuk yang akhirnya menjadi beban batin yang tidak terkendalikan.
***
Saya pernah punya seorang teman yang sangat pendiam. ia sulit sekali membagi masalahnya dengan orang lain. Orangnya baik dan ia orang hebat. Di akhir hayatnya, ternyata ia ditemukan di kamarnya dalam kondisi gantung diri.
Hari itu, sewaktu saya dapat berita tentang meningggalnya/berita gantung diri teman saya itu, tanpa pikir panjang, saya langsung pergi kerumahnya/ke tempat kejadian. Sesampai di rumahnya, saya langsung merangkul almarhumah dan ingin membersihkan tubuhnya karena merasa teman dekat. Tetapi sekelompok polisi melarang saya, karena proses otopsi oleh tim dokter belum selesai. Saya sangat merasa teriris, karena seorang sahabat telah pergi dalam kondisi tidak baik.
Mencermati kejadian seperti ini, saya ingin menyampaikan, janganlah kita suka memendam duka; kalau masalah demi masalah itu dipendam sendiri, biasanya akan memimbulkan penyakit pada fisik bahkan pada jiwa.
Ketika manusia sedang labil, biasanya sang penggoda/iblis membisikkan pada hati manusia: untuk apa gunanya kamu hidup, tidak ada lagi yang menyanyangimu, lebih baik kamu segera mengakhiri hidup, ayo… bunuh diri saja“.
Manusia yang sedang kehilangan pegangan, karena mendengar bisikan semacam ini, bisa terpengaruh dan terperdaya sampai akhirnya memutuskan bunuh diri. Na’uzubillah.
***
Perlu diketahui, bisikkan syaitan lebih kencang dari iman yang kita punya. Meskipun iman seseorang itu mengatakan bahwa bunuh diri adalah dosa besar, tetapi bisikkan syaitan terasa indah baginya pada saat ia terlilit masalah, sehingga tak ingat lagi apa itu dosa besar.
Nah, masalah yang berat harus dilepas dari dada. Kalau sudah dibagi kepada kawan yang tepat, InsyaAllah kepala terasa ringan dan jiwa menjadi enjoy. Jika sudah enjoy dengan sendirinya imun tubuh akan kuat. Memperkuat imun tubuh adalah dengan selalu bergembira dan berbahagia. Nikmati hidup apa adanya; jangan suka menyimpan masalahmu sendiri; curhatlah kepada siapa saja yang kamu anggap hebat.
Orang yang pandai mengelola/memilih tempat curhat adalah orang hebat. Manfaatkan sahabatmu untuk mendengarkan masalahmu; terutama teman yang kamu yakini akan ilmunya.
Ketika salah mencari teman/tempat curhat, apalagi di arena terbuka seperti di medsos, mungkin masalahmu tidak akan selesai, bisa jadi masalahmu akan menjadi fitnah di kemudian hari. Untuk itu, pilihlah teman curhat yang bisa dipercaya atau orang yang benar-benar kamu yakini dapat memberikan jalan keluar yang baik. Atau, sekurang-kurangnya curhatlah kepada orang yang mampu menjadi pendengar terbaik dari masalahmu yang kamu yakini ia tidak akan menguberkan masalahmu itu kepada orang lain.
***
Sebenarnya, kalau kamu menyadari masalah itu adalah permainan hidup. Selama hidup didunia, kita manusia ini takkan terlepas dari masalah, selesai masalah yang satu muncul masalah baru. Ketahuilah, masalah hidup itu sebenarnya membuatmu kuat. Makanya kita harus bijak mencari jalan keluar terbaik dari setiap masalah. Selanjutnya, untuk menyelesai masalah per masalah kita butuh tempat curhat.
Menurut saya, teman terbaik atau tempat berkeluh kesah terbaik adalah Tuhan yang menciptakan kita. Maka curhatlah kepadaNya melalui sabar dan doa. Sampaikan curhat mu pada Tuhan. Tuhan tak akan mengecewakan dan tidak mengkhianati mu. Tumpahkan semua segala keluhan pada Tuhanmu. Tuhan selalu dan akan selalu memberikan solusi, kasih dan sayangNya selalu ada dalam kondisi apapun termasuk dalam kondisi pandemi seperti saat ini. Sampaikan pada Tuhan masalahmu di manapun kamu berada dan kapan saja.
Selanjutnya dalam memilih tempat dan waktu; waktu curhat yang terbaik adalah pada 1/3 malam melalui sholat tahajjud. Ungkapkanlah kepedihanmu kepadaNya. Setelah disampaikan dengan penuh iman kepada Tuhan, InsyaAllah secara bertahap tanpa disadari jiwamu terasa nyaman dan masalahmu akan dibantu penyelesaiannya oleh Tuhan dengan benar dan terarah. Yakinlah pada diri bahwa setiap kita itu hebat.
Semoga bermanfaat.
Ibu dari 4 anak, Hakim Pengadilan Agama Pekanbaru

Hibban
Tempat curhat terbaik memang hanya Allah. Karna Allah lah yang tau masalah kita.