f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
akhlak

Akhlak Remaja di Masa Kini

Akhlak adalah sifat yang tertanam di dalam diri seseorang manusia. Akhlak bisa mengeluarkan sesuatu dengan senang dan mudah tanpa adanya suatu pemikiran dan paksaan. Nabi bersabda: Aku di utus untuk menyempurnakan akhlak yang baik. Kata “menyempurnakan” menunjukan bahwa akhlak adalah tujuan puncak yang harus dicapai oleh seorang muslim. Tentunya agar menjadi manusia yang relative mendekati nilai-nilai ideal Islam.

Pentingnya akhlak juga disinggung dalam sebuah hadist riwayat Tirmidzi: Mukmin paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya.

Bila melihat generasi penerus, kita merasa prihatin. Hasil survei menyebutkan sebagian remaja ternyata banyak yang kehilangan nilai moral, etika dan akhlak. Mereka makin lepas dari kendali agamanya dan semakin jauh ajaran agamanya. Salah dalam pergaulan dan kehilangan sopan santun terhadap orang tua dan guru pendidikan, hal ini adalah potret kehidupan remaja masa kini.  

Bagaimana pemuda-pemudi ini akhlaknya menjadi lebih baik dan bisa menjadi generasi penerus bangsa? Mengingat upaya lembaga pendidikan yang bertujuan untuk mendidik generasi penerus bangsa, maka hasilna adalah mewujudkan terbentuknya akhlakul karimah. Ilmu pengertahuan saja tidak akan cukup jika tidak didukung oleh akhlak yang baik.

Remaja adalah anak-anak muda penerus bangsa, anak muda yang menentukan baik buruknya masa depan bangsa dan negara. Yang namanya remaja di zaman sekarang, banyak sekalian kelakuan mereka yang jauh dari agama, jauh dari moral yang baik. Sebagian anak remaja di zaman sekarang lebih suka nongkrong di mall, nongkrong di café daripada mereka duduk di masjid, di tempat tak’lim, kebanyakan di tempat-tempat yang kurang baik.

Akhlak Mahmudah atau Akhlak Terpuji

Menurut Hasan rahimahullah bahwa budi pekerti yang baik adalah menunjukkan wajah yang berseri-seri, memberikan bantuan sebagai tanda kedermawanan dan menahan diri dari perbuatan yang menyakiti. Selanjutnya Hasan menambahkan budi pekerti yang baik ialah membuat kerelaan seluruh makhluk, baik dalam kesukaan (karena murah rezeki) atau dalam kedukaan (keadaan kekurangan). Jadi budi pekerti ini hakikatnya adalah suatu bentuk dari sesuatu jiwa yang benar-benar telah meresap dan dari situlah timbulnya berbagai perbuatan dengan cara spontan dan mudah, tanpa dibuat-buat dan tanpa membutuhkan pemikiran atau angan-angan.

Baca Juga  Larangan Islam Soal Ujaran Peyoratif

Contoh akhlak terpuji di dalam al-Quran surat Ali-imran (3): 159, yang artinya: “Maka disebabkan rahmat Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”

Akhlak Madzmumah atau Akhlak Tercela

Al-Quran menjelaskan akhlak tercela ini di dalam surat al-Hujurȃt (49): 12, Yang artinya:  “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”

Rusaknya Karakter Remaja

Menjadi pertanyaan mengapa kesucian akhlak remaja di masa kini menjadi berbeda. Hal ini menjadi tantangan juga bagi para orang tua dalam mendidik anaknya. Bisa jadi orangtuanya rajin beribadah, namun tidak menekankan pentingnya ibadah pada anak. Bisa jadi orang tua justru yang diatur oleh anaknya.

Pengaruh utama akibat dari rusaknya akhlak remaja adalah orang tua, karena orang tua merupakan pilar dan penanggung jawab utama seorang anak. Dalam mendidik anak, orang tua harus halus dan sabar serta mengutamakan mendidik akhlak terlebih dahulu dari pada ilmu. Karena sudah jelas jika kedudukan akhlak lebih utama dari pada ilmu. Sebagaimana hadist dari Usamah Bin Syuraik Radhiyallahu,anhu secara marfu :

أَحَبُّ عِبَادِ اللهِ إِلَى اللهِ أَحْسَنُهُمُ خُلُقًا

Baca Juga  Karakteristik Pemuda Islam yang Ideal

“Hamba-hamba Allah yang paling dicintai oleh Allah adalah orang yang paling baik akhlaknya di antara mereka.”

Bagikan
Post a Comment