f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
pembelajaran Diferensiasi

Pembelajaran Diferensiasi; Karena Setiap Siswa Itu Unik

Berbeda-beda, Satu Jua

Manusia diciptakan dengan bentuk yang beragam. Kita dapat melihatnya dari pengamatan dan interaksi sosial. Perbedaan itu terbagi menjadi dua yaitu dari segi fisik maupun non fisik. Dari segi fisik, perbedaan seperti jenis kelamin, tinggi badan, warna kulit, warna rambut, bentuk wajah, dan lain-lain. Lain hal dari segi non fisik, perbedaan itu seperti tingkah laku, karakter, pandangan hidup, prinsip hidup, gaya belajar, kekuatan-kelemahan, dan minat bakatnya.

Semboyan bangsa Indonesia yaitu Bhineka Tunggal Ika telah mengajarkan kepada kita tentang perbedaan dan persatuan. Kesamaan identitas mencegah Indonesia tercerai berai karena dilatari keragaman budaya. Semboyan ini sangat penting untuk mempersatukan bangsa Indonesia, mempertahankan kesatuan bangsa, meminimalisir konflik atas kepentingan pribadi atau kelompok. Bagaimana memberikan pemahaman tersebut kepada siswa?

Pendidikan merupakan tonggak efektif dalam membentuk peradaban yang baik. Ki Hajar Dewantara (KHD) memberikan pemikirannya tentang Dasar-dasar Pendidikan. Menurut KHD, “Pendidikan bertujuan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.” Sebagai seorang pendidik, kita wajib memahami bahwa para siswa memiliki beragam karakter, kebutuhan, minat, bakat, gaya belajar, kekuatan dan kelemahannya. Jadi, tidak perlulah menyamaratakan kemampuan siswa karena mereka unik dengan kodrat masing-masing.

Konsep Pembelajaran

Pembelajaran yang baik perlu memperhatikan kebutuhan dan kodrat peserta didik dinamakan pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi awalnya dikenalkan oleh (Carol Ann Tomlinson & Moon, 2014); (Carol Ann Tomlinson, 1999). Yang menyatakan “Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir, melayani, dan mengakui keberagaman siswa dalam belajar sesuai dengan kesiapan, minat, dan preferensi belajar siswa.”

Sebagai guru, tentunya perlu memahami bahwa jumlah peserta didik di dalam kelas memiliki keberagaman dan memiliki keunikannya masing-masing. Guru bertindak sebagai fasilitator dalam memahamkan materi dan memfasilitasi. Agar semua peserta didik mampu memproses ide atau informasi yang diperolehnya dan mampu memecahkan suatu masalah sesuai dengan kemampuannya.

Baca Juga  Melihat Daring; di Antara Fiksi dan Non Fiksi

Barangkali pernah kita alami atau amati siswa tidak memiliki minat di dalam mata pelajaran matematika, namun sangat senang dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ada beberapa siswa yang ahli dalam pelajaran seni dan olahraga, namun tidak memiliki minat dengan mata pelajaran fisika. Sebenarnya semua peserta didik itu cerdas dengan minat masing-masing. Lalu bagaimana? Apakah siswa tidak perlu belajar matematika, cukup bahasa saja, atau seni saja? Tentu tidak demikian, kita juga perlu memahami bahwa keilmuan yang mereka peroleh akan sangat bermanfaat dalam kehidupan masa depan.

Metode dan Teknik Pembelajaran

Pembelajaran berdiferensiasi, mengakomodir dengan persiapan atau strategi pembelajaran yang tepat meliputi diferensiasi konten, diferensiasi proses dan diferensiasi produk dengan mengacu pada aspek pemetaan kebutuhan belajar murid. Bagaimana perwujudan implementasinya? Mari kita simak deskripsi berikut ini.

Diferensiasi konten merupakan metode pembelajaran dengan cara memberikan materi kepada siswa berdasarkan keterampilan, profil belajar, dan pengetahuannya, tetapi tetap sejalan dengan kurikulum yang berlaku. Misalnya saat memberikan materi pelajaran Bahasa Indonesia teks prosedur, bacaan disesuaikan dengan minat siswa.

Siswa yang menyukai otomotif bisa disajikan teks prosedur memasang busi, yang menyukai seni musik bisa disajikan teks prosedur memainkan gitar, dll. Siswa yang terampil berbicara bisa diminta untuk melaporkan hasil diskusi, yang pendiam bisa diminta untuk merangkum, dll. Selain itu guru bisa menyampaikan materi dengan memperhatikan gaya belajar siswa di antaranya audio (mendengarkan rekaman/CD), visual (menonton film menyajikan presentasi yang menarik), kinestetik (praktik langsung).

Diferensiasi proses, mengacu pada cara siswa memahami atau memaknai informasi/materi yang akan dipelajari. Cara memenuhi atau proses yang perlu disiapkan guru yaitu melakukan asesmen kesiapan belajar siswa bisa dengan ice breaking, pretest, dan pengelompokan lembar kerja sesuai tingkat pemahaman siswa.

Baca Juga  Marak Tindakan Bullying di Sekolah, Apa Penyebabnya?

Diferensiasi produk merupakan cara mendiferensiasi dengan mempertimbangkan kebutuhan belajar siswa terlebih dahulu sebelum memberikan penugasan produk. Penugasan produk harus membantu murid secara individual atau kelompok, menentukan kembali atau memperluas apa yang mereka pelajari selama periode waktu tertentu (satu semester atau satu tahun). Diferensiasi produk meliputi dua hal yaitu memberikan tantangan atau keragaman dan memberikan siswa pilihan agar mampu mengekspresikan pembelajaran sesuai dengan yang diinginkan.

Misalnya siswa dengan gaya belajar visual membuat produk teks prosedur dengan memanfaatkan aplikasi desain sehingga tampilan lebih menarik. Siswa dengan gaya belajar audio membuat produk makanan dengan menyampaikan secara langsung/perekaman. Dan siswa dengan gaya belajar kinestetik membuat produk dengan mencontohkan/menyimulasikan.

Semoga dengan memahami pembelajaran berdiferensiasi, konsep Pendidikan Ki Hadjar Dewantara, dan kurikulum merdeka kita dapat menjadi pendidik profesional. Pendidik yang memerdekakan siswa sesuai minat bakatnya. Sehingga keberhasilan belajar tidak melulu  dimaknai dengan nilai yang tinggi, tapi upaya menciptakan suasana belajar menyenangkan, bahagia, dan damai.

Bagikan
Comments
  • Penggemar

    Keren mbak Harmoni

    Oktober 29, 2022
  • Pembelajaran berdiferensiasi telah terbukti efektif dan reliabel berdasarkan penelitian-penelitian terkini. Terima kasih telah membagikan konten edukatif ini sehingga kami dapat menyerap pengetahuan.

    November 1, 2024
Post a Comment