Broken Home, Patah Hati Terberat Seorang Anak

Necrophillia

Oleh : R. Fauzi Fuadi* “Gorengan-gorengaaan. Ayo dibeli gorengannyaaa,” pekik seorang anak perempuan yang masih berusia 10 tahun itu. Tanpa cangung, ia menjajakan dagangannya dari kampung ke kampung hanya untuk membiayai kebutuhan hidup dan sekolahnya. Anak itu bernama Dinda Eka Wati, diusianya yang masih belia, ia harus menanggung beban perceraian kedua orang tuanya. Usai bercerai, … Read more

Mengapa Perempuan Harus Menuntut Ilmu?

Oleh : Luciana Anggraeni* Pendidikan seringkali dilekatkan pada orang dengan sekolah tinggi, yaitu ketika ia telah menamatkan sekolah di tingkatan SD, SMP, SMA, Sarjana, Master bahkan Doktoral. Itulah penilaian yang berkembang dan mendominasi masyarakat kita dewasa ini. Anggapan tersebut menjadikan pemahaman pendidikan bermakna sempit, sebab, hanya diukur dengan adanya Ijazah. Padahal, bagi perempuan, ilmu untuk … Read more

Bukan Lagi Sebuah Permainan Jika Sudah Mengalami Gaming Disorder

gaming disorder

Oleh : Rizky Purnama Sari* Perkembangan teknologi di era ini berkembang dengan pesat, salah satunya ialah permainan daring. Permainan daring merupakan gim berbasis elektronik visual dan dapat diunduh melalui gadget, tablet, laptop, atau komputer. Permainan daring tentunya juga memakai internet seperti data seluller dan wifi. Perkembangan permainan daring sudah banyak menguasai berbagai kalangan, dari orang … Read more

Memperlakukan Islam sebagai Agama Akar Rumput

agama

Oleh: Sirajuddin Bariqi Ketika Islam hadir di tengah masyarakat Arab Jahiliyah, ia membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Di satu sisi, ajaran Islam yang disampaikan Nabi Muhammad dan para sahabat membuat objek dakwahnya tergugah untuk memeluk agama Islam. Namun, di sisi lain, meradang karena pesan ajarannya yang tegas, menyentuh akar persoalan, dan terutama … Read more

Islam yang Rahmah Terhadap Perempuan

laki-laki perempuan

Oleh : Syahdara Anisa Ma’ruf Rahmania, seringkali persepsi terhadap perempuan dalam Islam dianggap diskrimintatif. Ayat yang paling sering dikutip untuk menjelaskan hal tersebut adalah dibolehkannya laki-laki menikahi empat orang perempuan. Sebaliknya tidak diperbolehkan perempuan menikahi lebih dari satu orang laki-laki. Hal lain yang tidak kalah penting adalah terkait dengan kepemimpinan. Perempuan dalam beberapa literatur klasik … Read more

Membangun Jalur Komunikasi Responsif Gender di Antara Orang Tua dan Sekolah

responsif gender

Oleh : Nur Indah Fitri*“Bu, kok saya disuruh ngepel? Kan ini tugasnya anak perempuan, saya gak mau ah Bu kan gengsi, masak laki-laki pegang kain pel.” Saya melongo mendengarnya, murid lelaki di depan saya benar-benar menolak disuruh ngepel, padahal kelas itu sangat kotor. Dan saya lebih terkejut lagi ketika ternyata teman perempuannya tidak menyalahkan temen … Read more

Ke mana Arah Pendidikan Kita?

belajar

Oleh: Diko Ahmad Riza Primadi *  “Tujuan pendidikan adalah menciptakan manusia yang mampu melakukan hal-hal baru, tidak hanya mengulangi apa yang generasi lain telah lakukan -Jean Piaget.” Dalam berbagai kesempatan, penulis sering kali merenung dan bertanya kepada diri sendiri tentang nasib pendidikan kita. Seberapa besar pemerintah telah memperjuangkan pendidikan bagi generasi penerus bangsa. Hati kecil … Read more

Mengarungi Samudra Kepenyairan Buya Hamka

hamka

Oleh: Ahmad Soleh* Buya Hamka adalah sosok yang kita kenal sebagai seorang multitalenta. Ia seorang ulama, tapi ia juga merupakan seorang jurnalis. Ia berdakwah lewat ceramah-ceramahnya, tapi ia juga menulis dan berdakwah lewat buku dan karya sastra. Tak cukup di situ saja, ia juga merupakan aktivis organisasi Muhammadiyah yang spektrum pemikirannya melampaui sekat organisasi. Ia … Read more