f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
tradisi

Bergesernya Makna dan Tradisi Walimatul Ursy

Manggar Belitung Timur adalah daerah yang kaya akan etika. Penuh sesak dengan budaya dan tradisi yang tidak terlepas dari nila-nilai Islam. Adat Manggar Belitung Timur telah terkenal sejak dahulu yang terpelihara sampai sekarang dalam setiap sendi kehidupan masyarakat. Misalnya kegiatan keagamaan, serta walimatul ursy (pesta perkawinan).

Dalam hal pesta perkawinan, masyarakat Manggar Belitung Timur biasa mengadakannya di rumah pribadi, selain sebagai rasa kebahagiaan bagi pengantin dan keluarga mempelai, juga merupakan kebahagiaan terhadap masyarakat sekitar karena dapat membantu sesama. Begitulah suasana masyarakat di perkampungan, itulah indahnya konsep ajaran Rasulullah SAW yang selalu menjunjung tinggi sikap tolong menolong dalam berbuat kebaikan.

Pernikahan yang berlanjut dengan walimatul ursy merupakan kegiatan yang tidak bisa terjadi secara perorangan, melainkan harus bersama-sama. Karena itu perlu keterlibatan pihak lain, terutama kerabat dan masyarakat sekitar untuk membantu keluarga mempelai demi suksesnya acara tersebut. Sayangnya tradisi ini hanya berlaku di kampung, sedangkan di kota-kota tradisi seperti ini sudah memudar. Seiring perkembangan modernisasi yang semakin merambah ke setiap kebutuhan manusia.

***

Di kota-kota jika suatu keluarga mengadakan persepsi pernikahan, mereka lebih memilih mengadakan di tempat-tempat umum. Seperti di gedung-gedung sosial, perkantoran bahkan di hotel yang mereka anggap lebih mewah dan terkesan. Padahal, keistimewaan bagi seseorang itu harus tumbuh dari apa yang ia miliki, merasa bersyukur memperoleh harta benda meskipun tidak semewah orang lain, dan merasa senang mengadakan walimatul ursy walaupun di rumah yang serba sederhana.

Jika jeli memperhatikan pergeseran tradisi yang satu ini, semua itu memerlukan biaya yang tidak sedikit, tetapi bagi orang kaya dan mampu berbuat demikian, hal itu bukanlah masalah. Ada pergeseran tradisi yang seharusnya penting untuk kita lestarikan bersama, tetapi malah terabaikan.

Baca Juga  Mengembangkan Teologi Altruisme Piagam Madinah
Hilangnya Kebersamaan

Jika walimatul ursy berlangsung di rumah para pengantin, maka banyak masyarakat terutama warga kampung sekitar yang datang untuk membantu. Tokoh-tokoh masyarakat sudah memiliki fungsi tersendiri dalam acara tersebut. Sedangkan pemuda juga memiliki peran dalam kegiatan ini. Meskipun pekerjaannya sedikit tetapi jika bersama-sama akan memiliki nilai dan keindahan tersendiri bagi masyarakat dan pihak yang mengadakan resepsi atau pesta pernikahan.

Tetapi jika resepsi tersebut berlangsung di gedung-gedung sosial, perkantoran atau hotel, maka tradisi kebersamaan ini tidak akan dapat terasa lagi. Kalaupun mendapat undangan, hanya sebatas memenuhi undangan tersebut serta menikmati hidangan yang ada. Setelah selesai langsung meninggalkan acara. Sudah tersedia tenaga khusus dengan biaya relatif mahal. Di sinilah terjadinya pergesaran adat yang seharusnya bisa terbantu oleh masyarakat setempat yang tidak mengharapkan balasan dari pihak mempelai. Memang tidak ada satu larangan untuk melakukan hal demikian, apalagi orang yang melakukan itu mampu dari segalanya.

Tetapi jika resepsi tersebut berlangsung di gedung-gedung sosial, perkantoran atau hotel, maka kebersamaan ini tidak akan dapat terasa lagi. Kalaupun mendapat undangan, hanya sebatas memenuhi undangan tersebut serta menikmati hidangan yang ada. Setelah selesai langsung meninggalkan acara. Sudah tersedia tenaga khusus dengan biaya relatif mahal. Di sinilah terjadinya pergesaran adat yang seharusnya bisa terbantu oleh masyarakat setempat yang tidak mengharapkan balasan dari pihak mempelai. Memang tidak ada satu larangan untuk melakukan hal demikian, apalagi orang yang melakukan itu mampu dari segalanya.

***

Tetapi yang terpenting, konsep Islam melarang manusia berbuat sia-sia, bermegah-megahan dengan tujuan pamer sampai pada tingkat bersaing dengan masyarakat lainnya. Tujuan walimatul ursy itu sendiri untuk mendo’akan dan sebagai media untuk mengumumkan bahwa telah terjadi ikatan yang sah antara seorang wanita dengan laki-laki agar tidak terjadi fitnah di kemudian hari.

Baca Juga  Monzer Kahf : Islamic Man dan Zakat

Untuk mengumumkan pernikahan cukup melakukan pesta pernikahan di kampung para pengantin agar masyarakat yang bersangkutan mengetahuinya. Tetapi jika kegiatan tersebut berlangsung di gedung-gedung mewah, perkantoran, maka masyarakat kampung akan merasa minder menghadirinya, merasa tidak pantas karena status sosial yang serba kekurangan.

Rasulullah saw bersabda: “Makanan yang paling buruk adalah makanan walimah, di mana orang yang butuh makan (si miskin) tidak diundang dan yang diundang malah orang yang tidak butuh (orang kaya)” (HR. Muslim). Nyata dalam kehidupan masyarakat perkotaan di zaman sekarang, yang menghadiri pesta hanya kalangan atas. Pejabat yang seharusnya tidak lebih diutamakan dari orang-orang miskin, anak-anak terlantar, pengemis yang secara adat mengharapkan bantuan.

 Jangan Melewati Batas

Keharusan mengadakan walimatul ursy dengan makan-makan bukan bermakna menghambur-hamburkan harta. Seperti menyewa gedung, menyiapkan hidangan dengan bermacam jenis. Karena sifat menghamburkan harta hanyalah teman setan. Fakta yang selalu terjadi saat perayaan pesta pernikahan adalah terlalu memaksakan diri untuk tampil megah, sehingga lupa seperti anjuran Islam.

Jika sudah melewati batas kewajaran, maka hal yang sudah pasti menyusul adalah sifat boros. Allah mengingatkan: “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudaranya setan dan setan sangat ingkar pada Tuhannya.” (Al-Isra’:27). Masih banyak orang-orang yang hidup di bawah garis kemiskinan, pengemis yang memang sangat mengharapkan bantuan orang yang lebih, tetapi hal ini sering kali terabaikan.

Selain itu dengan acara yang super mewah itu akan terjadi cemburu sosial dalam masyarakat. Oleh karena itu, setiap hamba yang merasa dirinya lebih, memiliki harta yang banyak perlu menjaga perasaan sesama muslim sehingga terbebas dari sifat tercela yang akan merusak hati. Tradisi yang mulia ini perlu kita jaga bersama agar tidak hilang ditelan pengaruh modernisasi.

Baca Juga  Bersama Jaga Dapur Tetap Ngebul

Jika adat sudah hilang, maka khawatir pewaris tradisi ini tidak memiliki lagi pegangan adat di masa mendatang. Dan jika tradisi sudah menghilang, sungguh sulit kembali sebagaimana bunyi satu hadist yang sangat masyhur: (meninggal anak ada makamnya, tetapi hilang tradisi sulit kembali). Semoga!

Bagikan
Comments
  • Heriyanto Helmi

    Mantap, semangat berkarya

    April 6, 2021
Post a Comment