f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
kebersihan

Berbohong dengan Kebersihan

Ada seorang anak bernama Omar yang saat ini sedang bersekolah di tingkat sekolah dasar. Omar adalah anak yang sangat susah untuk diajak menjaga kebersihan oleh ibunya. Sering sekali Omar dimarahi oleh ibunya karena tidak mau mencuci tangan ketika sebelum makan, bahkan Omar sering berbohong pura-pura masuk kamar mandi dan mengguyurkan segayung  air ke lantai agar ibunya mengira omar sudah cuci tangan.

Suatu ketika Omar baru pulang sehabis bermain di lapangan, “Assalamualaikum bu … nyuwun tolong bu buka pintune aku arep mlebet (red: Minta tolong buka pintunya bu, saya mau masuk)”. Ibu pun menjawab dari dalam rumah, “Buka nak ibu ndak kunci pintune… tapi jangan lupa le langsung ke kamar mandi  cuci tangan karo cuci kaki”.

Omar pun masuk membuka pintu dan langsung pergi ke kamar mandi. Tetapi saat melewati ruang kamarnya Omar pun berhenti ”Akhh aku yo males tenan iki, rasane arep turu.. yo wes aku turulah (red: Ah males banget rasanya, aku mau tidur, yaudah aku tidur ah)”. Akhirnya omar langsung masuk ke kamar tidurnya.

Malas Cuci Tangan

Saat Omar ingin merebahkan tubuhnya “Astagfirullah Omar….. kok tangan sama kaki kamu masih kotor?,” Ibu berteriak membuat Omar kaget.  “Aaanubu anu.. aku sampun cuci tangan karo cuci kaki kok bu,” jawab Omar terbata. Ibu pun menggelengkan kepala, “Kamu ngapusi ibu toh le.. ini buktinya tangan dan kaki kamu esih akeh bekas tanah  yang menempel… sudah ke kamar mandi cepatttt,” pinta Ibu. Omar pun langsung berdiri dan lari ke kamar mandi dengan kencangnya.

Malam tiba saatnya Omar dan keluarganya makan malam bersama, makanan sudah siap ibu pun memanggil Omar yang sedang bermain di kamar untuk makan bersama. “Omar..  makanan wes siap le  ayo kita makan dulu, ayah sudah menunggu, tinggal kamu saja,”.  Omar yang mendengar suara ibunya pun langsung bergegas ke meja makan.

Baca Juga  Dongeng Lingkungan : Pepi Penyu Sabuk Merah

Mereka pun duduk di bangku dengan makanan di atas meja makan lalu Omar dengan semangat mengambil piring di atas meja dan mengambil nasi serta lauk. Saat Omar hendak menyuap, Ibunya bertanya “Omar, kamu sudah cuci tangan belum?,”. Omar pun menjawab “Urung bu.. tapi kan tanganku bersih dari tadi aku di kamar doang kok bu,” jawab Omar.  

Ibu menghela nafas, “Hmm piye toh le mau bagaimanapun koe harus mesti tetap cuci tangane karena kuman ora ketok dan ada dimana-mana. Yo wess le kamu cuci tangan dulu baru makan,”. Tanpa berkata apa apa Omar pun berdiri dari bangkunya bergegas mencuci tangan.

Berbohong dengan Kebersihan

Esok harinya sepulang sekolah Omar bergegas membuka pintu rumah, “Assalamualaikum,”. Ibu menjawab di dapur rumah karena sedang memasak untuk makan siang “Waalaikumussalam ibu neng  pawon (dapur) nak,” sahut Ibu.

Omar pun menghampiri dan mencium tangan ibunya, “Le.. ojo lali cuci tangane karo cuci kaki dulu sebelum mlebet  neng kamarmu ya (red: Sebelum masuk kamar, jangan lupa cuci tangan dulu ya).” Omar menjawab, “Nggeh bu”. Seperti biasa Omar masuk ke kamar mandi hanya mengguyur kaki nya saja dan langsung bergegas kekamar dan bermain game kesukaannya.

Cacing dan Kuman yang Jahat

Setelah asik bermain game, Omar tertidur. Tiba tiba Omar membuka matanya dan kebingungan, “Hahhh di mana ini? Kok aku ono di tempat iki.  Kok kaya gambar di dalam perut yang tadi dikasih tau sama bu guru yah?”  Omar bingung terheran heran sambil berjalan menelusuri. Omar terlihat kebingungan.

Omar melihat ada hewan yang mulanya Omar takut, ”Waduhh opo kui serem”. Ternyata itu adalah cacing  yang ada diperut Omar, “Haloo le piye kabarmu?, ojo kaget aku iki cacing yang ada di perutmu (red: Jangan kaget aku cacing yang ada dalam perutmu”. Omar semakin bingung, “Opo iyo iki neng perutku? Tapi ngopo kowe akeh tenan (red: Apa iya kamu ada diperutku? Tapi kenapa banyak sekali?),” tanya Omar.

Baca Juga  Sudah Sadarkah Penjual Produk Pangan Terhadap Kebersihan Produknya?

Cacing pun menjawab dengan gagah, “Hahahaha aku iki cacing jahat yang tugase grogoti pangananmu lan  buat  kowe sakit perut (red: aku cacing yang jahat, yang bertugas menggerogoti makananmu dan membuat kamu sakit perut)”.

Omar semakin takut karena melihat cacing yang banyak dan bisa membuat dirinya sakit. Omar pun kabur berlari dengan kencangnya, “Kowe ngopo lungo le ,neng kene wae kancani awakku karo koncoku. (Red: kamu kenapa pergi le? Sini aja temani aku dan teman-temanku). ” Cacing pun mengejar omar yang berlari dengan kencangnya karena ingin ditemani. Omar dengan paniknya meminta tolong kepada siapapun “tolongggg tolonggg tolong aku”.

Omar berlari  semakin pelan karena kelelahan berlari terus sampai akhirnya terjatuh dan tidak bisa berdiri lagi “Ampun cacing ampunn”. Cacing menjawab “Hahahahaha ayo kemari le dadi koncoku ,tinggal karo aku neng kene (red: ayo sini jadi temanku, tinggal dengan temanku di sini)”. Omar teriak sekencang kencangnya sambil menangis “Tidakkk aku nda mau aku nda mauuu, tolong…. huhuhuhu..tolong… tolong..”.

Cuci Tangan itu Penting

“Omar tangi le tangi makanane wes siap”. Omar kaget dan langsung memeluk ibunya sambil menangis. “Kowe ngopo toh le kok nangis (red: kamu kenapa kok nangis),” tanya sambil mengelus kepala Omar. “Aku janji bu cuci tangan karo cuci kaki sing rajin,” kata Omar. Ibu pun bersyukur karena Omar sudah menyadari pentingnya mencuci tangan dan mengajaknya makan. Akhirnya semenjak itu Omar pun selalu menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan dan mencuci kakinya untuk terhindar dari kuman yang bisa membuatnya sakit.

Bagikan
Post a Comment