Assalamualaikum Misteri Besar, Jodohku
Halloo, aku calon makmummu di masa depan. Sekarang aku menginjak umur 23tahun lebih 7 bulan. Sudah bukan waktunya menye-menye bukan? Semua harus serba serius. Segala keputusan mulai dari yang terkecil hingga terbesar harus dipikir matang. Di tulisan ini aku akan menceritakan sesingkat mungkin kehidupan yang aku jalani sekarang ini.
Tulisan ini bukan bermaksud apa-apa, hanya saja pikiran di kepala mulai penuh, dan lazimnya harus diuraikan, yaa beginilah cara ku mengurai benang kusut dalam kepala, selain menumpahkan segala pada sang kuasa, bercerita pada orang yang ku percaya dan menuangkan segala kegelisahan dalam bentuk tulisan.
Aku orang yang sangat sulit untuk curhat. sangat sedikit orang yang aku percaya. Akan tetapi entahlah dalam tulisan aku tak ragu menumpahkannya. Karena aku merasa saat semua sudah ku tuangkan jujur dalam tulisan saat itu juga merasa sudah selesai dalam memikirkan permasalahan itu. Dan menganggapnya bukan permasalahan berat lagi, karena kesimpulan awal sudah aku pegang. Meski terkadang jawaban belum juga aku temukan. Setidaknya lega aku dapatkan, sehingga dapat menjalani hidup kembali dalam kondisi tenang.
Yupss, aku ingin menyatakan kegelisahan yang mungkin bagi sebagian orang ini menggelikan. Saat yang lain memikirkan karir, studi, atau impian lain. Tapi, kocaknya aku memikirkan mu. Ahh, tidak mengapa setiap orang memiliki jalan pikiran dan jalan hidup masing-masing. Bukan menjadi perkara benar atau salah. Hal yang menjadi krusial ialah bagaimana menjalani dan konsekuen dengan apa yang menjadi pilihannya.
Aku tidak ingin naif, di usiaku yang sudah tidak remaja lagi bertemu denganmu, jodohku, adalah misteri yang ingin segera aku pecahkan. Aku bukannya iri dengan kawan yang sudah bertemu belahan jiwanya. Dan aku bukannya menginginkan segala hal yang romantis seperti film di layar kaca. Bukan iri sayang, bukan!
Aku ingin semua hal dapat kita lalui berdua, aku ingin kita berjuang dan menciptakan cerita bersama. Namun, sampai detik ini aku tidak tahu kamu siapa dan di mana. Aku harap kamu di sana disibukann dengan segala hal baik yaa; dengan karir yang kamu bangun, dengan impian yang kamu kejar, dengan tanggung jawab lain yang harus kamu tunaikan.
Aku meyakini bahwa jodoh cerminan diri. Kamu tenang yaa di sana, aku mencoba menyamakan langkah dari sini. Kau harus tahu, aku di sini tidak lantas berpangku tangan, aku ingin mengimbangimu dengan setiap hari mencoba memperpantas diri. Setelah aku pikir masih banyak juga hal yang perlu aku siapkan untuk bertemu dengan mu.
Aku ingin kehadiranku di hidupmu menambah kekuatan dan energimu untuk menghadapi kerasnya dunia. Aku ingin dari kita muncul generasi terbaik untuk menabur kebaikan lebih lama. Dan aku ingin kelak, saat kita bertemu, disandingkan, dan disatukan dengan mu dunia terpana dengan kita berdua, haha.
Kalau kata orang, wajar lama karena satu untuk selamanya ibadah terlama. Sekarang, aku persilakan kamu bebas berkelana dengan duniamu sendiri terlebih dahulu. Begitupun dengan ku, aku juga akan fokus dengan apa yang ada di hadapanku sekarang. Tenang, jodoh cerminan diri, apa yang kamu lakukan saat ini, sama akupun juga melakukannya.
Semoga bukan hal bodoh yang kita lakukan di sisi satu dan sisi lainnya yaa. Sampai saat waktunya tiba, kita disatukan dan saling bertukar cerita dengan tawa bukan dengan kekecewaan yang membuat satu dengan yang lainnya terluka.
Do’a baikku, semoga kita lekas dipertemukan di waktu, tempat dan kondisi yang tepat. Semoga kita berdua menjadi pasangan yang saling bersyukur karena kelebihan masing-masing dari diri. Dan yang saling melengkapi serta besabar dengan segala kekurangan yang bisa diperbaiki atau dimaklumi.
Aku menantimu jodohku, dalam doa harianku.

Mahasiswi yang lebih suka merefleksi goresan hati melalui bait tinta ini.
Instagram @rfwulan__
