Healing Gen Z
Healing merupakan aktifitas yang sering orang lakukan belakangan. Kehidupan yang penuh kesibukan membuat otak penat sehingga menuntut kita untuk beristirahat sejenak atau healing. Bentuk healing juga berbagai macam, dapat merupakan aktifitas santai seperti meditasi, membaca buku, menggambar, melukis, menulis, dan lainnya. Dapat juga aktitas berat seperti berenang, mendaki, traveling, dan sebagainya. Selain itu, healing juga ada yang tidak mengeluarkan biaya dan ada juga yang menghabiskan banyak uang seperti yang banyak anak Generasi Z atau Gen Z lakukan. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas healing seperti apa yang Gen Z lakukan dan bagaimana mereka mengatur keuangan untuk itu.
Mengapa Gen Z Healing?
Pada dasarnya manusia membutuhkan istirahat. Aktifitas yang sibuk dan padat membuat tubuh kita lelah. Selain tubuh, mental dan pikiran manusia pun juga bisa kelelahan. Lelah mental ini lah yang menjadi faktor terbesar seseorang menginginkan healing. Karena jika hanya lelah secara fisik, terkadang seseorang hanya perlu tidur berkualitas untuk mengisi ulang tenaga.
Mengapa Lelah Mental?
Penyebab lelah mental bisa beragam. Aktifitas sosial yang menghabiskan energi seseorang terutama kaum introvert, bisa membuat seseorang merasa lelah baik secara fisik maupun pikiran. Menerima banyak informasi dari media sosial tanpa tersaring dahulu dapat berujung overthingking, insecure, anxiety, dan gejala kelelahan mental lainnya. Stres karena pekerjaan, perkuliahan, dan aktifitas lainnya juga menjadi faktor.
Healing Mahal?
Healing seakan sudah menjadi kebutuhan pokok manusia. Jika healing yang Anda bayangkan adalah traveling, umrah, dan hal mahal lainnya, maka itu benar. Namun banyak healing gratis yang dapat kita lakukan seperti meditasi dan yang sudah saya sebutkan di awal. Sebaiknya apapun jenis yang kita pilih menyesuaikan kemampuan dan kebutuhan kita. Jika budget hanya cukup untuk membeli buku, maka belilah buku yang Anda suka. Jika Anda ingin liburan ke luar negeri namun budget Anda hanya cukup untuk pergi ke kafe maka jangan memaksa atau menabunglah.
FOMO
FOMO (fear of missing out) atau takut tertinggal adalah fenomena yang sering terjadi di kalangan masyarakat termasuk Gen Z. Trend-trend di media sosial adalah faktor besar yang membuat seseorang menjadi FOMO.https://rahma.id/fomo-dan-generasi-z-membangun-keterampilan-melalui-media-sosial/ Terlebih jika selebriti dan influencer mendukung, menciptakan, dan/ atau mengikuti trend itu. Saat ini di Indonesia, kalangan public figure yang sangat memengaruhi masyarakat adalah selebriti Korea baik artis K-Pop ataupun aktor/ aktrisnya. Seperti yang terjadi baru-baru ini, seorang artis K-Pop Lalisa yang menunggah fotonya dengan boneka Labubu, lalu beramai-ramai fans ikut membeli boneka tersebut. Hal itu menyebabkan pro dan kontra, karena boneka itu terafiliasi dengan Israel.
Selain FOMO di atas, trend dance challenge, trend makeup, fashion style, dan masih banyak lagi, baik yang tersebar di media sosial ataupun media lainnya. Cepatnya arus informasi membuat manusia harus bisa beradaptasi, hal itu ibarat ”ngedip bentar udah ketinggalan jauh”. Bisa dibayangkan saat orang lain sedang membahas topik yang sedang hangat namun hanya kita yang tidak tahu menahu soal itu. Itulah mengapa manusia menjadi FOMO.
Healing Gen Z
Healing Gen Z sangatlah beragam, ada yang murah dan ada yang mahal. Ini juga berkaitan dengan trend di media sosial yaitu trend ”Lelaki tidak bercerita, tapi…” atau ”Perempuan tidak bercerita, tapi…”. Trend ini menyebutkan bagaimana seseorang yang sedang sedih, galau, dan lelah mental mengatasi hal itu dengan healing yang beragam. Ada yang healing dengan touring, mendaki, shopping, karaoke, jajan, potong dan cat rambut, pergi ke salon kecantikan, pergi ke pantai, dan lainnya. Hal-hal tersebutlah yang biasa Gen Z lakukan untuk pelarian sekaligus penyembuhan mereka.
Bagaimana Gen Z Menyisihkan Uang untuk Healing?
Healing Gen Z ada yang membutuhkan sedikit biaya dan ada juga yang butuh lebih banyak. Karena kebanyakan healing membutuhkan uang maka ini yang sering menjadi kekhawatiran orang baik Gen Z itu sendiri atau orang terdekatnya seperti orang tua. Seperti sebagian perempuan misalnya, saat mengalami stres mereka segera check out di marketplace atau langsung pergi toko pakaian, kosmetik, dan aksesoris. Sebagian orang berpikir itu adalah pemborosan, namun untuk beberapa orang tidak berpikir demikian.
Pola pikir dalam mengeluarkan uang sangat berpengaruh di sini. Saat healing ada yang dengan senang hati mengeluarkan uang, ada yang setengah hati, dan ada juga yang sangat keberatan. Tak jarang ada yang menyesal setelah mengeluarkan uangnya. Namun ada juga yang berpikiran sebaliknya. Beberapa memiliki pola pikir ”Beli dan lakukan apapun yang aku mau”. Mereka tidak takut untuk mengeluarkan uang selagi masih dalam kemampuannya, dalam artian kebutuhan pokok sudah terpenuhi dan tidak berhutang. Mereka juga tidak pernah menyesali uang yang mereka keluarkan dan justru berterima kasih kepada uang itu dan berharap uang itu akan memanggil uang lain datang kepada mereka. Ungkapan ”InsyaaAllah ada aja rezekinya selagi pengeluarannya masuk akal” menjadi motto mereka.
Penutup
Itulah tadi pembahasan mengenai healing Gen Z. Dengan adanya tulisan ini berharap pembaca dapat bijak menggunakan uang. Healing sangat boleh namun harus menyesuaikan kemampuan, dan jangan sampai terjerat hutang atau pinjol. Semoga pembaca budiman Allah berikan kesehatan fisik dan mental serta berlimpah rezeki agar dapat healing dengan tenang tanpa memikirkan pengeluaran, hehe.
Penulis: Wimbi Nur

