f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
mikroplastik

Ancaman Mikroplastik Semakin Nyata

Sampah adalah sebuah problematika abadi yang terjadi di Indonesia. Hal ini karena beradanya Indonesia pada fase negara berkembang dengan gencar-gencarnya menggerakan semua sektor perekonomian. Salah satunya adalah pembuatan pabrik, baik pabrik makanan, pakaian atau yang lainnya. Nah, ketika berbicara tentang sampah, maka dari sekian sampah yang paling banyak dan sulit terurai adalah plastik.

Tulisan ini saya buat karena rasa prihatin saya terhadap kondisi lingkungan sekarang. Ketika seluruh manusia secara terus-menerus menggelontorkan limbah ke lingkungan tanpa adanya pengolahan keberlanjutan. Mungkin sebagian orang menganggap sampah plastik adalah hal yang remeh, bukan begitu? pemikiran yang sangat keliru. Ketika setiap hari, kita membuang satu kantong plastik lalu dikalikan satu bulan, satu tahun. Lihatlah, berapa jumlah total sampah yang kita buang? banyak, kan?

Kebanyakan orang memilih membuang sampah plastik di sepanjang aliran air dibanding pada pembuangan sampah yang seharusnya seperti TPA. Mereka beranggapan, agar bau dan tumpukan sampah tidak terlihat lagi. Lalu, apakah kita pernah berpikir kemana larinya sampah-sampah plastik tersebut? pastinya ikut menumpuk mengikuti arus air dan menyebabkan banyak sekali pencemaran di daerah aliran air tersebut. Lalu pada akhirnya, sampah-sampah tersebut membentuk pecahan-pecahan kecil akibat tidak mudahnya mikroorganisme perairan untuk mendegradasi sampah plastik yang kita kenal dengan mikroplastik.

Bahaya Mikroplastik bagi Kehidupan

Mikroplastik adalah potongan plastik yang sangat kecil dan dapat mencemari lingkungan. Mengutip dari jurnal penelitian mengenai mikroplastik Chae et al., 2015 yang menyatakan bahwa mikroplastik dapat tertelan oleh organisme-organisme hingga akhirnya mengalami bioakumulasi pada predator puncak, termasuk manusia. Mikroplastik juga telah ditemukan dalam kotoran manusia, dan bahkan salah satu sumber utama masuknya mikroplastik ke dalam tubuh manusia adalah garam.

Baca Juga  Istri dan Anakku, Ada Hikmah Pandemi bagi Fitrah Ekologi dan Kemanusiaan (1)

Polusi mikroplastik pada perairan, tentu memberikan dampak negatif. Pada organisme di lautan, efek secara fisik dari mikroplastik dapat kita lihat saat mikroplastik berada pada konsentrasi tinggi. Menurut Song et al., 2015 dalam jurnal penelitianya mengatakan bahwa terkonsumsinya mikroplastik oleh organisme yang berada di lautan mengakibatkan berkurangnya asupan nutrisi yang seharusnya diperoleh dari makanan. Hal tersebut mengakibatkan rendahnya cadangan energi yang dimiliki organisme. Mikroplastik yang terkonsumsi tidak dapat terproses oleh organisme, sehingga mengakibatkan organisme tersebut tidak dapat mencerna lagi. Sehingga organisme tersebut, akan mengalami malnutrisi. Selain itu, pengkonsumsian mikroplastik oleh ikan-ikan di laut juga mengakibatkan gangguan pernafasan karena menyumbat insang mereka.

Mikroplastik juga dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui rantai makanan. Manusia kerap mengonsumsi makanan laut seperti ikan dan udang. Dari situlah, mikroplastik dapat masuk ke dalam tubuh manusia. Mikroplastik banyak mengandung senyawa berbahaya seperti PCBs, logam, dan PBDEs, senyawa-senyawa tersebut berbahaya jika terakumulasi di dalam tubuh manusia. Mikroplastik juga dapat memengaruhi keseimbangan ekosistem karena beberapa mikroplastik mengandung komponen antimikroba. Komponen tersebut bersifat racun bagi organisme seperti bakteri atau fungi yang memiliki peran penting dalam ekosistem.

Jadi, Apa yang Harus Kita Lakukan?

Allah Swt berfirman dalam QS.Fathir ayat tiga puluh sembilan, yang artinya bahwa manusia turun ke bumi untuk menjadi khalifah. Khalifah dapat diartikan dengan menjaga keseimbangan ekosistem di bumi, menjaga segala aspek biotik maupun abiotik yang telah diciptakan oleh Allah Swt. Manusia harus bisa menjaga lingkungan yang ada dengan baik, agar keseimbangan lingkungan tetap stabil dengan harapan bencana tidak lagi hadir meluluhlantakan kehidupan di bumi.

Salah satu cara untuk mengatasi pencemaran mikroplastik adalah dengan menggalakkan aksi-aksi bebas mikroplastik. Pada desember 2015 di United States, Presiden Obama sudah menandatangani “Microbead-Free Waters Act of 2015.” Aksi tersebut melarang perusahaan menggunakan microbeads yang merupakan golongan mikroplastik mulai dari Juli 2017. Selain itu, tindakan tidak membuang sampah ke perairan juga dapat mendukung pencegahan pencemaran mikroplastik. Masyarakat dapat mengelola sampah-sampah plastik dengan melakukan aksi 3 R (reduce,reuse, dan recycle).

Baca Juga  Krisis Lingkungan di Tengah Pandemi
Adaptasi Kebiasaan Baru

Keseimbangan antara peran pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi problematika sampah plastik adalah upaya yang sangat baik untuk mewujudkan konsep Indonesia’s free of plastic waste. Seperti halnya kinerja pemerintah dalam membuat hukum dan perundang-undangan. Kemudian, sarana tempat pembuangan dan pengolahan sampah sangat diperlukan untuk menghadapi problematika sampah yang marak terjadi. Begitupun kinerja dari masyarakat untuk ikut bekerja sama dengan pemerintah dalam menjaga lingkungan sekitar tempat tinggal dan mengkampanyekan #zerowaste. Adanya konsep yang berkelanjutan dalam menggunakan segala bentuk bahan rumah tangga agar tidak mengulang kebiasaan lama yakni sekali pakai agar turut ikut mengurangi pencemaran sampah plastik yang ada di indonesia.

Mulai adaptasi kebiasaan dengan hindari, kurangi, pakai kembali, dan daur ulang plastik. Karena Indonesia masih tertinggal dalam proses memisahkan jenis sampah sejak awal sistem pengelolaan sampah. Maka, kita perlu terus mendorong peran pemerintah melalui edukasi dan regulasi. Banyaknya cemaran sampah plastik adalah lemahnya kesadaran dan tanggung jawab individu yang masih membuang sampah tidak pada tempatnya, bahkan ke aliran sungai. Apalagi tidak ada sanksi yang tegas terhadap perilaku buruk ini.

Editor: Andi Eka Nur Wahyu

Bagikan
Post a Comment