Al-Qur’an adalah Jawaban dari Segala Permasalahan Hidup
Di tengah wabah pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih menjadi permasalahan. Hal itu, mengakibatkan dampak yang luar biasa bagi masyarakat seluruh Indonesia, tidak hanya perekonomian Indonesia yang lumpuh, lapangan pekerjaanpun semakin menyempit, bahkan banyak perusahaan yang gulung tikar dan mem-PHK karyawannya.
Tingkat setres semakin meningkat dan kesadaran masyarakat mengenai keyakinannya kepada Tuhan mulai goyah. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran untuk memotivasi diri, agar keimanan tidak goyah oleh suatu apa pun yang menimpa kita. Salah satu cara yang bisa dilakukan agar keimanan tetap stabil yaitu kembali kepada al-quran.
Setiap permasalahan hidup yang kita alami di dunia, semua sudah tersurat dalam Al-Qur’an. Ketika kita berada di titik jenuh kehidupan karena suatu masalah yang kita hadapi, Allah hanya meminta untuk sabar dan salat. Seperti ayat pada surat Al-baqarah. “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”QS. Al-Baqarah[2]:153.
Adakalanya kita larut dalam sebuah permasalahan yang menurut akal manusia, sangat sulit untuk diselesaikan. Padahal kita punya Allah yang Maha menyelesaikan segala perkara di dunia. Akan tetapi, kadang kita lupa bahwa hidup di dunia itu adalah ujian dan Allah sudah menjawabnya dalam Al-Qur’an.
“Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.”(QS. Al-Baqarah[2]:214)
*
Beberapa tahun yang lalu saat masih kuliah, pernah ada di posisi titik terendah kehidupan. Usaha orang tua gulung tikar. saya harus memutar otak untuk bisa bertahan hidup, dan melanjutkan kuliah. Awalnya putus asa dan menyalahkan Tuhan, merasa tidak terima dengan apa yang telah terjadi.
Setiap hari saya larut dalam kesedihan, dan bertanya pada diri sendiri, apa yang harus dilakukan untuk melewati hari esok yang lebih baik. Perlahan saya mulai mencari Tuhan dan ingin mengenal-Nya lebih dekat, tiba-tiba hati tergerak untuk membuka kitab suci Al-Qur’an dan membacanya.
Saya coba membaca Al-Qur’an setiap hari tanpa putus, dan merasakan ketenangan jiwa. Masalah yang sedang dihadapi seolah tak lagi menjadi beban yang sangat berat. Saya belajar ikhlas dan sabar seperti yang telah diperintahkan dalam Al-Qur’an.
“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” QS. Ali ‘Imran[3]:200.
Saya hanya manusia biasa yang kadang keimanannya naik turun. Ketika saya mendidik diri untuk belajar sabar, ada rasa bosan yang menghantui setiap saat. Sampai akhirnya, merasa putus asa dalam menghadapi kenyataan hidup yang pahit.
Saya berusaha memaksakan diri untuk istiqomah dalam membaca dan memahami isi Al-Qur’an, hingga sampai ke suatu ayat yang membuat air mata mengalir deras, karena Allah selalu memberi jawaban atas pertanyaan tentang kekuasaan-Nya melalui Al-Qur’an, seperti ketika saya merasa kesulitan dalam menghadapi masalah, Allah menjawab dalam Al-Qur’an.
Saya kembali bermuhasabah diri, rasanya tak pantas jika selalu menuntut Allah dan mempertanyakan kenapa hidup saya seperti ini, karena Allah tak akan menguji seorang hamba di luar batas kemampuannya, sehingga kata sabar adalah jalan terkahir untuk bisa bertahan hidup.
*
Buah dari kesabaran memahami isi Al-Qur’an, masalah pun satu persatu menemukan titik terang. Saya bertemu seorang profesor yang sehari-harinya bertugas sebagai dosen pengajar S2 di sebuah perguruan tinggi di Bandung. Beliau meminta saya membuatkan power point untuk dijadikan sebagai bahan ajar perkuliahan. Tak hanya itu, saya juga diminta untuk mengedit buku karangannya yang akan diterbitkan.
Tak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya, bisa mengenal beliau. Sejak saat itu, saya berpikir bahwa skenario Allah jauh lebih baik dan Allah sebaik – baik penolong. Tidak hanya honor yang didapatkan dari hasil membantu beliau, banyak ilmu baru yang dipelajari, sungguh pengalaman yang sangat berharga sepanjang perjalanan hidup saya.
Selain itu, Allah memberikan kejutan lagi untuk saya, tiba-tiba teman kuliah menawarakan jadi pengajar les privat dengan honor yang lumayan besar. Honor yang saya dapatkan bukan hanya bisa membantu untuk kebutuhan hidup diri sendiri dan membayar kuliah, tetapi juga bisa membantu kedua orangtua.
Peristiwa yang paling mengharukan dalam perjalanan hidup adalah ketika saya mendapat pengumuman kelulusan beasiswa. Sampai mulut tak bisa berucap, sungguh besar kekuasaan karunia Allah untuk saya, bahkan di luar dugaan, jika Allah sudah berkehendak, tak ada yang tak mungkin bagi-Nya.
Tak ada alasan lagi untuk mengeluh dan putus asa menghadapi segala permasalahan hidup, karena semua jawaban ada dalam Al-Qur’an. Tugas kita sebagai hamba adalah mencari rida Allah, tetap khusnuzon terhadap skenario Allah, apa pun yang Allah berikan untuk kita, semua atas kehendak-Nya dan yang terbaik menurut-Nya.
Al-Qur’an telah menjawab segala permasalahan hidup yang saya alami. Al-Qur’an mengajarkan kita agar tidak salah arah ketika putus asa, karena janji Allah yang tersurat dalam Al-Qur’an itu pasti. Kita sebagai hamba Allah, sudah sepantasnya mengembalikan segala permasasalahan hidup kepada Allah dan menjadikan Al-Qur’an sebagai kunci untuk menyelesaikan segala permasalahan.
Fitri Rahmawati S.Si, akrab disapa dengan panggilan Rara, kelahiran Brebes, Jawa Tengah adalah Ibu dari tiga anak. Terakhir meniti karier disebuah Perusahaan Distributor pada bulan Maret 2020 sebagai Supervisor Audit.
