Merasa Cukup dan Menambahnya Dengan Bersyukur
Sungguh menjadi seorang muslim adalah sebuah anugerah yang tiada duanya. Karena dengan mengakui Islam serta berserah diri kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya, maka akan terjamin urusan rezeki selama hidupnya. Janji Allah itu pasti, karenanya bagi orang-orang yang memegang Islam secara utuh tidak akan pernah merasa khawatir tentang apa yang ia belum miliki. Tetapi akan senantiasa merasa cukup. “Nikmat mana lagi yang akan kalian dustakan.” Begitulah ayat al Quran dalam surat ar-Rahman.
Seringkali kita pun selalu terjebak dengan melihat apa yang belum kita miliki. Sementara yang ada jarang kita syukuri. Kebanyakan orang selalu mengukur apapun dalam jumlah tetapi mereka kadang melupakan dengan apa yang telah ia dapatkan bahkan melupakan keberkahannya. Adakalanya mereka selalu merasa tidak cukup yang membuat pontang-panting mengejar sesuatu yang belum pasti. Sejatinya hidup akan terasa tenang jika tak memiliki keinginan yang berlebihan, terlebih sulit untuk diwujudkan. Karenanya, memandang apa yang orang lain miliki seringkali membuat nafsu terpacu untuk mengikutinya hingga pada akhirnya hanya rasa lelah yang ia dapat.
Karenanya hidup mesti dalam keseimbangan, tidak kekurangan dan tidak juga berlebihan, yang intinya Allah telah menganugerahkan apa saja kepada umat-Nya. Tinggal bagaimana kita menyikapinya dan mampu memelihara nikmat yang telah Allah berikan. Tetap ikhtiar tetapi hasil akhirnya ada dalam ketentuan Allah.
Selalu Melihat Ke Bawah
Kebanyakan orang justru terjebak dan bernafsu ingin bisa lebih dari orang lain. Bisikan syetan membuatnya menjadi berlebihan dan bertindak di luar batas bahkan terkadang menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkan apapun. Allah paham betul dengan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Jangan sampai ada ambisi selalu ingin sama dengan orang lain dalam urusan harta. Sementara kita sendiri tak memiliki kemampuan untuk melakukannya. Lihatlah sekeliling kita bahwa sesungguhnya masih banyak orang yang lebih kekurangan, maka kita akan senantiasa bersyukur.
Kekasihku yakni Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan tujuh perkara padaku, (di antaranya): [1] Beliau memerintahkanku agar mencintai orang miskin dan dekat dengan mereka, [2] beliau memerintahkanku agar melihat orang yang berada di bawahku (dalam masalah harta dan dunia), juga supaya aku tidak memperhatikan orang yang berada di atasku. …” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Intinya, perkuatlah ibadah kita sebaik mungkin untuk bisa semakin dekat dengan Allah. Sementara untuk urusan harta, janganlah kita silau dengan apa yang orang lain miliki. Cukuplah dengan apa yang kita miliki hari ini karena kalau kita menghitung nikmat yang telah Allah berikan, maka kita takkan sanggup untuk menghitungnya. Oleh sebab itu lihatlah ke atas jika dalam urusan ibadah dan lihatlah ke bawah untuk urusan harta.
Bersyukur Dalam Segala Bentuk
Sekecil apapun nikmat yang telah Allah berikan, jangan sampai kita melupakannya apalagi justru menjadi kufur karenanya. QS Ibrahim 7 begitu jelas menerangkan siapa yang bersyukur dan yang kufur terhadap nikmat. Boleh jadi mengejar ketertinggalan dalam urusan ilmu atau ibadah. Jika memacu kita untuk melakukannya sama seperti itu maka akan menjadi amal saleh yang berpahala. Namun jika mengejar untuk bisa sama dengan harta yang orang lain miliki maka akan membuat hati malah jauh dari sikap bersyukur. Maka bersyukurlah karena itu akan menenangkan hati.
Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua watak yang apabila keduanya terdapat dalam diri seseorang, maka Allah mencatatnya sebagai orang yang sabar dan bersyukur. Yakni, seseorang yang jika melihat orang lain lebih pintar atas dirinya dalam masalah agama, ia mengikutinya. Dan jika melihat orang lain lebih sulit dari dirinya, lalu ia memuji Allah SWT atas karunia yang diterimanya. Orang seperti inilah yang dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersabar dan bersyukur.” (HR. Tirmidzi).
Dengan begitu, bersyukurlah kepada nikmat-nikmat kecil karena niscaya akan mudah bersyukur ketika mendapatkan nikmat yang besar. Hitunglah, lebih banyak nikmat atau ujian kita. Rasanya terlalu banyak nikmat dan kita takkan mungkin bisa menghitungnya. Artinya, nikmat itu ujian keimanan seseorang dan barangsiapa yang mampu mensyukurinya maka nikmat lain lambat laun akan Allah berikan kepadanya.
Berdoa Agar Nikmat Senantiasa Ada Dalam Kehidupan
Setelah bersukur dengan nikmat sebaiknya seorang muslim senantiasa untuk berdoa kepada Allah. Benar, dengan bersyukur Allah menjanjikan akan menambah nikmat kepada kita. Syukur adalah ibadah yang meninggikan kebesaran Allah. Namun berdoa agar nikmat itu agar selalu ada dalam kehidupan adalah bentuk penghambaan diri kita kepada Allah. Karena kita adalah mahluk yang tak berdaya tanpa kekuatan Allah dalam segala hal. Allah semakin suka kepada umat-Nya yangs elalu memohon kepada-Nya.
“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari lenyapnya nikmat-Mu, dari beralihnya keselamatan (yang merupakan anugerah)-Mu; dari datangnya siksa-Mu secara mendadak, dan dari semua kemurkaan-Mu.”([HR. Muslim).
Karenanya berdoa agar nikmat yang telah kita terima agar kekal dalam kehidupan sehari-hari adalah penting untuk selalu dilakukan. Selain kita akan mampu selalu mengingat Allah, kita pun akan selalu mendekat kepada Allah melalui doa-doa yang dipanjatkan setiap saat. Doa akan dikabulkan oleh Allah ketika kita khusyuk berdoa. Dan dalam doa-doa itu kita akan meyakini bahwa kita mahluk yang lemah dan akan selalu bergantung kepada Allah.
Sekali lagi jadilah orang yang merasa cukup dan terus bersyukur dengan nikmat yang telah diberikan oleh Allah. Dengan seperti itu maka kita akan merasa tenang dalam hidup serta senantiasa selalu mengingat Allah dalam segala hal.***
Penulis adalah bapak dari tiga orang anak yang terbiasa menulis segala hal dan dengan segala nikmat yang ada merasa betah tinggal di Kota Bandung

Wawang
Insha Alloh dg bersyukur, hidup menjadi lebih tenang