Aktivitas Hari Tanpa Smartphone
Ponsel atau smartphone adalah barang wajib pada saat ini. Fungsi ponsel yang berawal sebagai alat komunikasi bagi pengguna saat berjauhan telah merambah dalam membantu pekerjaan manusia modern seperti saya. Beberapa waktu yang lalu, ponsel saya rusak parah sehingga tidak dapat hidup. Walaupun telah di-charge semalaman tetap saja tidak dapat hidup.
Tentu saja kerusakan ini membuat saya kelimpungan. Selain banyaknya data yang ada di dalam ponsel, hal yang sangat mengganggu pikiran adalah adanya aplikasi disiplin pekerjaan saya yang berada pada ponsel tersebut. Dengan nama lain, saya harus menggunakan ponsel untuk absen kehadiran di kantor saya. Tentunya ini berkaitan dengan rekap kehadiran bulanan saya nantinya.
Jika saya tidak melakukan absen, di dalam rekapitulasi kehadiran seluruh pegawai nama saya akan mendapat tanda besar-besar berupa “Tanpa Keterangan”. Tentu saja saya tidak mau hal tersebut terjadi. Selain karena mempengaruhi penilaian kinerja oleh atasan saya di akhir tahun, juga akan mempengaruhi pendapatan saya nantinya. Hehehe.
Syukurnya ponsel saya dapat diperbaiki, namun tanpa ponsel walaupun hanya selama 1 x 24 jam membuat saya kalang kabut dan saya jadi membatin bagaimana saya sangat tergantung terhadap alat yang disebut pintar tersebut.
Selama proses perbaikan ponsel, saya merasakan perasaan hiatus yang selama ini tidak saya rasakan. Karena tiada waktu yang terlewati tanpa men-scroll layar. Tentunya kegiatan-kegiatan pribadi dan saat beribadah adalah pengecualian.
Beberapa hal yang terjadi selama masa hiatus tersebut antara lain,
1# Waktu berjalan lambat
Waktu semua manusia adalah sama, satu hari satu malam adalah 1 x 24 jam. Semua orang mempunyai jumlah menit dan detik yang sama. Tetapi saat itu saya merasa waktu berjalan lebih lambat. Jika biasanya dalam satu rentang waktu hanya mampu mengerjakan beberapa pekerjaan, maka selama ponsel rusak saya dapat menambah jenis pekerjaan atau bahkan mengerjakan pekerjaan lebih lama dan lebih banyak.
Dalam hal ini tentunya saya menyadari bahwa biasanya kita melakukan pekerjaan diselingi dengan membuka-buka ponsel. Karena lalai dengan hiburan yang ada ponsel sehingga kita tidak menyadari waktu terlewati lebih cepat. Sehingga saat kita tidak menggunakan ponsel kita merasa bahwa waktu lebih lama, padahal waktu yang ada tetap sama dengan orang lain. Seharusnya kita lebih bisa melakukan pekerjaan yang lebih produktif dibandingkan dengan lalai dengan hiburan di ponsel kita.
2# Mengerjakan pekerjaan yang tertunda
Jika selama ini kita sering menunda pekerjaan, karena kita lebih memfokuskan pada hal-hal yang bersifat hiburan di dalam ponsel kita, tentunya inilah kesempatan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang selama ini tertunda dan bukan menjadi prioritas.
Banyaknya waktu yang kita punyai karena kita tidak menggunakannya untuk kepo terhadap kehidupan orang atau mencari kesenangan lainnya tentunya akan menghasilkan pekerjaan yang lebih banyak yang ditandai dengan adanya bukti pekerjaan yang lebih variatif.
Sebelumnya kita hanya mengerjakan pekerjaan prioritas saja, atau dengan istilah pekerjaan yang bersifat wajib. Tetapi sekarang kita telah dapat juga mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat sunat.
3# Mengobrol lebih banyak
Pernah melihat meme di sosmed tentang tantangan mengumpulkan ponsel dalam keranjang saat sedang makan bersama di restoran? Mungkin inilah tujuan meme itu dibuat. Tanpa ponsel di tangan, otomatis kita akan mengobrol dengan teman yang duduk di sebelah kita.
Saya mengalaminya juga. Saat sedang mengantri di bank, saya mengajak ngobrol ibu-ibu yang juga sedang menunggu layanan bank. Kami mengobrol banyak dan bahkan sesekali tertawa dengan lelucon kami. Saya menyadari bahwa sudah lama sekali rasanya tidak mengajak orang di sebelah saya untuk mengobrol. Setiap kali sedang menunggu sesuatu/seseorang kita selalu menghabiskan waktu dengan layar ponsel kita. Dan ternyata mengobrol juga sama happy-nya seperti menonton video lucu di instagram.
4# Bergerak fisik
Tanpa memegang ponsel menuntut kita melakukan sesuatu dengan bergerak lebih banyak. Jika biasanya kita bekerja dengan ponsel, kita dapat melakukan koordinasi tentang pekerjaan dengan pegawai sebelah ruang via telpon, maka tanpa adanya ponsel memaksa kita untuk berjalan kaki menuju ruangan sebelah. Artinya kita telah melakukan pekerjaan fisik sedikit lebih banyak daripada biasanya.
5# Mensyukuri apa yang ada
Lebih daripada yang kita kira, bahwa tanpa ponsel kita lebih sering melupakan kenikmatan yang telah Tuhan berikan kepada kita. Kemampuan bergerak fisik, kemampuan melihat secara nyata, kemampuan mendengar suara dan kemampuan lainnya. Misalnya saat kita berada di luar ruangan atau di dalam kendaraan yang sedang berjalan. Pernahkan kita melihat langit dan awan yang beriringan dihembus angin? Atau bagaimana hijaunya dedaunan dari pohon-pohon yang berjejer di pinggir jalan. Kita terlalu sibuk melihat pemandangan dalam ponsel kita daripada pemandangan asli di luar sana.
Nah bagaimana dengan anda semua. Sudahkah berencana memberi ruang dan waktu untuk diri sendiri agar dapat menikmati hidup. Cobalah sesekali matikan ponsel anda. Tidak perlu waktu yang lama. Cukup beberapa jam sehari. Anda tidak perlu mengalami kerusakan ponsel baru kemudian mengambil hikmah untuk hari tanpa ponsel. Anda bisa merasakannya langsung. Karena anda adalah direktur bagi diri anda sendiri. Anda yang mengatur waktu bagi diri sendiri. Selamat mencoba dan rasakan sensasinya.

Bekerja sebagai ASN. Suka menulis karena ingin melepaskan kepenatan dalam pikiran yang bersiliweran dan berharap tulisan bermanfaat bagi orang lain.
