f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
hoax

Hoax Covid-19 Membuat Situasi Semakin Runyam

Situasi Covid-19 di Indonesia kian hari kian gawat. Angka kasus yang menembus 2 juta membuat kondisi saat ini menjadi sangat memprihatinkan. Covid-19 mengintai siapapun tanpa kenal latar belakang apapun. Tiada kenal waktu maupun musim, kapanpun dan di manapun Covid-19 selalu mengintai.

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat mulai dilakukan di sebagian daerah di Indonesia. Pemberlakuan PPKM skala mikro dengan membatasi jam operasional kegiatan perdagangan, penutupan jalan protokol pada jam tertentu, razia protokol kesehatan, dan pembatasan akses keluar masuk tingkat RT/RW.

PPKM Skala Mikro dilakukan di daerah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, mengingat daerah-daerah tersebut memiliki rekor kasus tertinggi Covid-19 di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19 yang semakin ganas dan mengkhawatirkan bagi semua orang.

Kondisi yang demikian ini jelas membuat kita semua untuk tidak gegabah dengan mengabikan protokol kesehatan.

Protokol kesehatan adalah kunci dalam mencegah Covid-19.

Namun demikian, kita tetap tidak panik maupun tidak menyelepelekan Covid-19, selalu waspada akan penularan Covid-19 yang selalu mengincar siapa saja.

RS-RS mengalami lonjakan kenaikan pasien yang sangat drastis. Beberapa daerah di Indonesia, seperti DKI Jakarta, Jabar, Jateng, dan Jatim memiliki angka BOR (Bed Occupation Rate) atau tingkat keterisian mencapai 80-90%. Peningkatan BOR yang sangat tinggi menjadi alarm bagi sistem kesehatan di Indonesia kian kolaps.

Hal itu memberi pelajaran dari kasus kolapsnya sistem kesehatan di beberapa negara, seperti India, Brazil, Italia, dan lain sebagainya. Tentu kita tidak menginginkan hal yang serupa terjadi di Indonesia. Nakes banyak yang menjerit mengingat beban dalam menangani pasien Covid-19 sudah sangat tinggi. Seakan berada pada titik kritis.

Melihat fenomena Covid-19 di Indonesia, sangat disayangkan jika masih ada saja yang tetap masa bodoh pada ancaman bahaya Covid-19. Bahkan ada yang menganggap Covid-19 itu tidak ada. Ada lagi yang mengatakan bahwa Covid-19 adalah teori konspirasi, dan tidak sedikit ada yang menuding bahwa banyak rumah sakit yang mengcovidkan pasien. Mengingat hampir keseluruhan teori-teori konspirasi yang tak lain tak bukan adalah cocoklogi atau mengaitkan satu kejadian dengan kejadian yang lain.

Baca Juga  Banyak Kekerasan terhadap Perempuan, Kapan RUU-PKS Disahkan?
Hoax Covid-19

Banyak pakar medis yang lebih berkompeten memberikan penjelasan-penjelasan ilmiah perihal Covid-19 dan langkah-langkah pencegahannya. Namun tetap berita hoax Covid-19 masih menjadi konsumsi publik.

Belum lagi, akhir-akhir ini, ada seorang pesohor yang baru saja menghirup udara bebas berkata bahwa selebriti yang terkena Covid-19 adalah endorse. Kegaduhan yang dia sampaikan membuat kita sampai mengelus dada dan menggeleng-gelengkan kepala.

Yang semakin mencuat saat ini yaitu isu pasien sengaja dicovidkan oleh rumah sakit – justru malah membuat masyarakat semakin tidak percaya dengan tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam menangani Covid-19. Padahal isu pasien sengaja dicovidkan perlu data dan fakta yang bisa dipertanggungjawabkan.

Tenaga kesehatan dalam memberikan diagnosis Covid-19 tentunya mengikuti standar operasi dan prosedur yang berlaku serta bekerja berdasarkan standar kode etik profesi medis. Kalaupun terdapat data dan bukti yang kuat bahwa ada oknum yang sengaja mengcovidkan pasien tinggal laporkan ke otoritas yang berwenang.

Yang jelas, berita hoax tentang Covid-19 yang bertebaran di mana-mana membuat kondisi saat ini semakin runyam. Informasi yang sangat tidak jelas kebenarannya semakin memperparah kondisi dan sudah seharusnya pihak berwenang lebih masif dalam menindak penyebaran berita hoax Covid-19 yang semakin meresahkan.

Memilih Informasi Covid-19

Ingat penyebaran berita hoax Covid-19 sama bahayanya dengan penyebaran Covid-19 yang semakin agresif. Selalu memilah dan memilih informasi mana yang benar dan mana yang bohong. Jangan mudah percaya akan berita hoax  Covid-19. Karena dengan banyaknya berita hoax Covid-19 semakin memperberat tugas paramedis yang berada di garis depan melawan Covid-19.

Jadilah masyarakat yang cerdas dan bijak dalam penyebaran arus informasi yang sangat deras. Selalu kritis dan carilah kebenarannya atas suatu informasi yang masih diragukan kebenaarannya.

Baca Juga  Pemuda Sebagai Solusi dalam Pencegahan Covid-19

Informasi apapun yang kita sebarkan terkait Covid-19 di media sosial tentu berpengaruh pada keselamatan semua orang. Kalau banyak informasi hoax Covid-19 yang tersebar di media sosial, justru semakin membahayakan bagi keselamatan semua orang.

Kita percayakan kepada ahlinya yang berkompeten dalam bidangnya terkait Covid-19. Banyak para pakar epidemiolog yang dengan gamblang memberikan pemaparan ilmiahnya di media televisi tentang Covid-19 dan pencegahannya.

Jangan berlagak menjadi ahli dadakan yang seolah-olah paham tentang Covid-19 hanya bermodalkan berita hoax dan teori-teori konspirasi. Segala apa yang kita sampaikan harus kita pertanggungjawabkan. Jadilah netizen yang cerdas dalam bermedia sosial.

Bagikan
Post a Comment