f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
bicara

Akhirnya Fatih Menang Melawan Keterlambatan Bicara dan Kemampuan Motorik

Kemarin adalah hari penting bagi kami, sebuah penanda bahwa kami telah melewati sebuah ujian panjang sebagai keluarga. Fatih dinyatakan lulus setelah 2 tahun 6 bulan menjalani terapi wicara, sensorik dan okupasi. Sejak dia berumur 3.5 tahun sampai sekarang genap 6 tahun. Dalam kurun waktu itu juga, Fatih menjalani 1 kali operasi ortopedi, rehab medik, kunjungan ke banyak dokter spesialis mulai dari ortopedi, spesialis tumbuh kembang hingga spesialis mata anak. Sungguh bukan hal yang mudah dilakukan anak sekecil itu.

Dua setengah tahun lalu, pertama kali kami mendatangi klinik terapi untuk mendapat diagnosa dokter, saya dimarahi oleh dokternya.

“Intervensi untuk anak terlambat bicara itu harusnya di bawah umur dua tahun, Bu! Ini sudah hampir empat tahun baru dibawa ke sini. Sudah telat! Kita coba saja, tapi saya gak bisa janji banyak soal hasilnya!” dokter menjelaskan dengan ketus.

Saya cuma bisa diam. Waktu itu saya dan ayah Fatih belum menikah dan saya belum dalam kapasitas seorang ibu untuk berargumen dengan si dokter. Sementara Ayah Fatih ketika itu ada urusan mendadak di Bali. Saya hampir menangis, tapi saya diam dan menerima kritikan pedas dokter itu.

Sepulang dari klinik kami diberi banyak surat rekomendasi untuk menemui dokter-dokter spesialis; spesialis THT untuk tes pendengaran, spesialis mata untuk cek masalah penglihatan, spesialis ortopedi untuk mengecek posisi leher Fatih yang miring dan tes darah untuk mengetahui kekurangan zat besi atau kelainan bawaan. Semua dilakukan untuk mencari penyebab kenapa perkembangan Fatih terhambat daripada usianya.

***

Kamipun memutuskan untuk mengurutkan prioritas karena tidak mungkin semua rehab medik kami jalankan berbarengan. Itu akan membuat Fatih tertekan. Kami memutuskan untuk mengejar ketertinggalan bicara terlebih dahulu. Kemudian ke spesialis mata. Lanjut ke spesialis ortopedi untuk operasi leher dan terakhir program diet untuk menaikkan berat badan.

Baca Juga  Hikmah di Balik Padatnya Kegiatan Pesantren

Sama sekali tidak mudah. Selama dua tahun kami jadi langganan jalan-jalan keliling rumah sakit si Jakarta. Ke klinik terapi tiga kali seminggu di RS Evasari. Operasi leher di RS Premier Jatinegara. Rehab di RSIA Bunda Menteng, visit dokter Aryadi yang antrinya sampe tengah malam di RS Kencana. Cek mata di JEC Menteng. Ditambah ketika Fatih berulang tahun ke lima, saya hamil dan harus bolak-balik kontrol ke dokter karena Ayuna beberapa kali terlilit tali pusar di kandungan. Melewati semua itu, tidak sekalipun Ayah Endang Tirtana membiarkan kami pergi sendiri, selalu sedia mengantar. Kami selalu ke mana-mana bertiga.

Tentu kami tidak selalu berjuang dengan hati riang. Ada kalanya kami menangis. Suatu kala, Fatih sempat diduga memiliki IQ rendah oleh terapis. Sayapun sering sekali kebingungan membimbing Fatih ketika terapi lanjutan di rumah. Fatih menangis karena tidak bisa bicara mengungkapkan kemauannya, akhirnya marah, melempari saya, mencakar. Saya yang kebingungan cuma bisa memeluk dia kencang-kencang sampai dia tidak bisa bergerak dan akhirnya lemas karena capek nangis. Setelah Fatih tidur giliran mamanya yang nangis. Dan biasanya Ayahnya kena imbas dicemberutin Mama tanpa sebab hehehehe.

***

Hari-hari itu sudah berlalu. Fatih menang. Nak, sungguh berliku jalanmu. Kelak Ayah dan Mama akan ceritakan kembali semua. Fatih, jangan pernah menyerah dalam hidupmu ya, Nak. Kamu pernah berhasil melewati hal paling sulit dalam usia sangat muda. Dan kamu berhasil. Ingat, kamu pernah berhasil sekeren ini.

Sehat-sehat terus ya, nak!

P.S kalau teman-teman tertarik, saya akan buatkan tulisan lagi tentang alat dan metode yang kami terapkan dalam program terapi Fatih di rumah. Semoga pengalaman kami bermanfaat bagi para orang tua yang sedang berjuang bersama sang buah hati.

Bagikan
Comments
  • isma

    kok gak ada terusnya?

    November 5, 2020
Post a Comment