f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
rumah tangga

Generasi Penggerak Ekonomi

Dewasa ini kita bisa melihat tentang banyaknya perubahan, khususnya dalam dunia industri. Baik yang berkaitan dengan subjek industri berupa produk maupun layanan jasa dan juga yang berkaitan dengan objek dari industri tersebut.

Salah satu yang menjadi objek industri adalah generasi milenial yang memiliki karakter serba instans dan penuh dengan kecepatan. Hal ini memiliki transformasi nilai yang jauh berbeda dengan generasi sebelumnya, Baby Boomers maupun Gen-X, yang dalam memenuhi kebutuhan cenderung terukur dengan hasil yang kasat mata.

Milenial yang begitu dekat dengan media digital menjadikan perilakunya berubah secara ekstrem, bahkan menciptakan pergeseran dari generasi sebelumnya. Pada aspek perilaku konsumen, generasi baby boomers memiliki sisi berkelanjutan dengan Gen-X namun tidak dengan generasi milenial yang cenderung radikal.

Pada aspek ekonomi, generasi milenial menjadi penggerak sharing economy pada era digital. Ini menjadi sebuah dinamika baru dalam dunia usaha yang akan semakin menghadirkan ruang-ruang baru sebagai pasar dan sebagai tantangan yang berkelanjutan. Hal tersebut juga akan mempengaruhi tentang bagaimana posisi status sosial.

Tanpa Kepemilikan

Kehadiran teknologi memberikan pengaruh yang sangat kuat terkait dengan budaya generasi milenial  yang cenderung memilih gaya hidup serba instans tanpa adanya kerepotan yang mengikutinya. Milenial cenderung lekat dengan akses (access) ketimbang kepemilikan (ownership).

Sepertihalnya kebiasaan menggunakan jasa transportasi online yang dinilai lebih efektif tanpa harus memikirkan persoalan setelahnya. Memiliki kendaraan seperti mobil akan memikirkan bagaimana mengurus pajak, servis kendaraan berkala, sopir atau bahkan mencari lokasi parkir saat ke tempat hiburan.

Kemudahan dalam mengakses film di netflix tanpa harus mengoleksi DVD yang masih memerlukan perawatan dalam menyimpannya. Bahkan kini mereka tak lagi membutuhkan media penyimpanan konvensional seperti hard disk, melainkan memilih layanan cloud seperti google drive atau dropbox.

Baca Juga  Ilusi Kesempurnaan

Bahkan dalam hal pekerjaan, milenial dapat memanfaatkan kantor bersama (co-working space). Sehingga tak perlu memaksakan diri untuk memiliki ruko sendiri yang sudah tentu membutuhkan biaya besar. Bagi milenial, kepemilikan (rumah mewah, mobil baru, perhiasan dll) kini, tak lagi menjadi simbol kesuksesan dan pencapaian.

Dapur, Masihkah Relevan?

Menghabiskan waktu di dapur untuk melakukan eksperimen kuliner kini menjadi sebuah aktifitas yang cenderung langka atau bahkan hanya mereka generasi sebelum milenial yang masih menikmati aktivitas di dapur rumah untuk memenuhi konsumsi.

Kehadiran food delivery pada platform digital yang menyediakan berbagai makanan kekinian menjawab kebutuhan generasi milenial. Variasi makanan yang disediakan justru semakin memudahkan milenial untuk menikmati makanan baru tanpa harus berkeringat di dapur.

Bahkan, kini platform digital berusaha membuat restoran yang hanya menyediakan dapur (dark kitchen). Sebagai sebuah trobosan yang dapat memberikan layanan lebih efesien dari full service restaurant. Kehadiranya menjadi ruang usaha baru yang mampu membangkitkan sharing economy bagi pelaku usaha dibidang makanan dan minuman.

Dengan realitas tersebut, maka milenial akan semakin cenderung menggunakan layanan food delivery daripada memasak sendiri di dapur. Semua dapat diakses dengan mudah dan kapan saja saat munculnya keinginan menikmati makanan dan minuman. Hal tersebut akan mengurangi peran dapur di rumah yang semakin tidak tersentuh.

Cashless Society

Perubahan budaya generasi ini memberikan banyak dampak, khususnya bagi model pergerakan ekonomi. Kondisi yang serba digital saat ini terjadi justru menciptakan suatu ruang-ruang baru dalam melakukan trobosan.

Uang kartal kini semakin jarang berada digenggaman, bahkan sejak hadirnya pembayaran non tunai yang menggunakan kartu kredit maupun kartu debet. Kini uang menunjukkan eksistensinya sebagai suatu nilai bukan barang.

Baca Juga  Mental Healing pada Mahasiswa Semester Akhir: Tips Meredakan Kecemasan Antisipatori

Hadirnya dompet digital dari berbagai platform, memberikan efisiensi yang cukup signifikan. Semua transaksi cukup dilakukan menggunakan smartphon yang ada digenggaman, tanpa harus menarik uang pada mesin ATM.

Praktis dan mudah merupakan salah satu efektifitas dari uang elektronik. Sebagai digital native, milenial dapat dengan mudah beradaptasi menggunakan teknologi digital dan internet. Apapun yang berkaitan dengan digital seakan erat kaitannya dengan milenial. Maka tak terelakan jika pertumbuhan cashless menjadi lifestyle bagi milenial.

Munculnya Kesenjangan Nilai

Semua yang berkaitan dengan digital tak hanya akan menyisakan nilai-nilai positif. Kebangkitan ekonomi dengan prinsip sharing selain mewujudkan nilai pemerataan dan peran serta berbagai pihak juga akan menciptakan ruang persaingan yang ketat bagi pelaku usaha.

Pada aspek yang lain, perilaku tersebut memberikan pergeseran nilai-nilai budaya dan social. Sebagai dampak perubahan, kita dapat melihat realitas social dimana semakin sempitnya ruang interaksi social didunia nyata.

Perilaku konsumtif, bagi milenial yang tidak mampu melakukan self control akan mendorong mereka kepada keputusan yang tidak tepat. Produk-produk yang ditawarkan oleh media digital memberikan pengaruh yang sangat kuat akan keputusan. Semakin sering dihadirkan di media digital, maka yang sebelumnya tidak dibutuhkan lambat laun akan menjadi sebuah trend dan mempengaruhi konsumen untuk memilikinya.

*Penulis adalah Pemerhati Ekonomi Islam dan Digital

Bagikan
Post a Comment