f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
kecemasan

Mental Healing pada Mahasiswa Semester Akhir: Tips Meredakan Kecemasan Antisipatori

Mahasiswa semester akhir yang sedang disibukkan dengan beban skripsi sering dilanda stres yang berkepanjangan. Belum lagi terkadang administrasi dan dosen yang menyulitkan langkah mereka menuju lulus. Tak hanya itu, bayang-bayang setelah lulus akan melakukan apa juga menjadi ancaman mental mereka. Perasaan memikirkan dan mencemaskan masa depan sebenarnya merupakan hal yang wajar, tapi apakah yakin itu hanya rasa cemas biasa? Atau kecemasan antisipatori?

Kecemasan Antisipatori

Kecemasan antisipatori merupakan gangguan kecemasan (anxiety disorder) yang membuat penderitanya merasa khawatir berlebihan terhadap masa depan. Seseorang yang mengalami gangguan ini, cenderung akan memikirkan hal-hal buruk yang belum tentu terjadi. Mereka cenderung mencemaskan apa yang akan terjadi esok hari; atau kemungkinan-kemungkinan yang akan datang. Mereka akan sibuk dengan pemikiran-pemikiran negatif akan hari esok.

Banyak sekali mahasiswa yang mencemaskan masa depan mereka setelah lulus. Mereka berpikir, “nanti habis lulus mau ngapain, mau jadi apa?”. Itu akan membuat mereka stuck dengan kecemasan yang bergelut di pikiran mereka sendiri dan membuat mereka tidak progresif.

Kecemasan terhadap masa depan yang berlebihan malah membuat mereka tidak fokus dengan tugas yang harus mereka selesaikan di waktu dekat. Keadaan tersebut tidak hanya pengaruh faktor internal dari pikiran mereka sendiri, melainkan terkadang berasal dari faktor eksternal juga. Misalkan, lingkungan yang cenderung hanya menekan dan tidak suportif.

Memikirkan masa depan merupakan hal yang positif bagi mahasiswa semester akhir; jika pemikiran-pemikiran itu bersifat memotivasi atau medorongnya untuk berkembang. Namun, jika pemikiran tersebut berupa hal-hal negatif yang membuat mereka takut dalam menghadapi kemungkinan yang terjadi, maka hal itu perlu kita hindari.

Jangan Putus Asa

Memikirkan hal-hal buruk tentang masa depan hanya akan menghambat langkah dan justru hanya akan menimbulkan rasa putus asa.  Sesungguhnya putus asa merupakan sikap yang dibenci Allah. Qs: Yusuf ayat 87 Allah berfirman “Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”.

Baca Juga  Boros Berkedok Self Healing

Terkadang bagi seseorang, gangguan kecemasan memang tidak bisa dihindarkan. Perbedaan mental health pada diri setiap orang juga merupakan indikator yang mempengaruhi tingkat kecemasan. Seseorang yang memiliki gangguan pada mental akan butuh lebih banyak effort untuk menghindari kecemasan.

Jika lingkungan yang tidak mendukung dan hanya menekan, kemudian ditambah dengan beban lain, seperti skripsi dan tugas lainnya, maka hanya akan memicu stres dan tingkat kecemasan yang lebih sulit. Lalu harus bagaimana?

Ada beberapa hal yang bisa meringankan rasa cemas yang berlebihan terhadap masa depan. Misalnya, kamu harus lebih fokus dengan sesuatu yang kamu kerjakan sekarang. Fokuslah terhadap satu target yang ada di depan kamu. Ketika kamu punya target untuk menyelesaikan skripsi, maka fokuslah pada hal itu dan jangan pikirkan terlalu mendalam hal-hal yang akan terjadi selanjutnya. Pikirkan satu demi satu kewajiban yang harus kamu kerjakan. Hiduplah untuk hari ini dan fokus terhadap apa yang kamu hadapi sekarang.

Kemudian, ketika akan membuat sebuah planning, maka buatlah planning yang general. Jangan pikirkan sesuatu hal yang terlalu spesifik dalam planning tersebut, sehingga kamu takut akan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Misalnya, kamu akan melanjutkan S2. Maka, pikirkan akan daftar S2 di mana dan persiapannya.

Jangan pikirkan terlalu spesifik tentang nanti di S2 akan melakukan apa, bagaimana, dan akan menghadapi apa. Hal itu dapat kamu pikirkan nanti ketika kamu sudah ada di posisi S2. Jika kamu memikirkan planning ketika sudah berada di posisi itu, maka planning yang akan dibuat juga semakin matang.

Self Talk

Jangan lupa untuk melakukan self talk dan curhat kepada orang terdekat. Coba pikirkan apakah sesuatu yang kamu cemaskan merupakan hal realistis atau hanya ketakutan di dalam pikiranmu saja. Mungkin kamu memcemaskan sesuatu karena kamu tidak percaya diri terhadap kemampuanmu.

Baca Juga  Broken Home Juga Punya Sisi Menarik

Terkadang yang dapat melihat kemampuanmu adalah orang lain. Maka, cobalah curhat kepada orang terdekat. Mereka akan menguatkan dan memotivasimu, sehingga kecemasanmu akan sedikit terkurangi. Cobalah untuk menyadari bahwa memikirkan hal negatif hanya akan membuatmu tidak progresif. Setelah itu, mulailah fokus lagi terhadap apa yang ingin kamu kerjakan di waktu dekat.

Selanjutnya, jangan terlalu peduli dengan apa yang orang lain sampaikan, dan tidak sejalan dengan planningmu. Hanya kamu yang tahu mana yang terbaik untuk rencanamu. Jadi, kamu bisa menyaringnya; sebaliknya, jika sesuai dengan rencanamu, maka pikirkan perkataan itu.

Jika apa yang dikatakan tidak sesuai rencanamu, maka dengarkan saja dan jangan dipikirkan. Terkadang, terlalu banyak mencerna perkataan orang hanya akan membuatmu semakin tidak fokus dengan rencana awalmu dan malah akan memicu rasa cemas.

Selain menjaga pikiran, maka juga harus menjaga kesehatan fisik. Di antara beban tugas akhir yang menumpuk, menghadapi ujian, dan memikirkan masa depan, semuanya membutuhkan fisik yang sehat dan pikiran yang matang. Pikiran dan fisik akan selalu berkaitan.

Menjaga asupan makan dan jam tidur merupakan hal yang penting. Melampiaskan rasa cemas dengan tidak makan dan kurang tidur justru akan menyebabkan pikiran stres dan rasa cemas semakin memburuk.

Lingkungan yang Suportif

Lingkungan merupakan hal eksternal yang paling penting dalam mengendalikan kecemasanmu. Di masa semester akhir, cobalah memilih lingkungan yang bisa mengajakmu produktif dan berprogres. Sifat menerima seseorang akan cenderung membuatmu merasa bahagia dan lupa akan kecemasan yang kamu pikirkan sebelumnya. Maka, carilah lingkungan di mana kamu diterima dengan baik, lingkungan dengan orang-orang yang suportif, dan lingkungan yang mengajakmu berprogress.

Mengerjakan tugas akhir sambil memikirkan rencana masa depan sebenarnya hal yang baik karena itu menunjukkan bahwa kamu benar-benar sedang berprogres. Namun, sesekali pikiran juga butuh refreshing untuk menghindari memikirkan hal negatif. Mengalihkan pikiran negatif ke positif terkadang hanya butuh sesuatu yang berbeda.

Baca Juga  Lebaran dan Pesan Allah untuk Seluruh Anak

Misalnya, ketika kamu di kamar dan mulai memikirkan hal-hal negatif di masa depan yang membuatmu cemas, maka kamu sebenarnya hanya butuh berpindah tempat ke lingkungan yang berbeda, sehingga pikiran negatif dan kecemasan yang kamu pikirkan di kamar akan teralihkan.

Tetaplah semangat dan jangan memikirkan hal-hal yang justru membuatmu berhenti melangkah. Jangan sampai pikiran negatifmu membuatmu merasa putus asa dan merasa tidak sanggup menghadapi hari esok. Yakinlah Qs: Al-Baqoroh ayat 286, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”. Teruslah melangkah dan bersungguh-sungguh pada setiap langkah, karena “Man jadda wa jadda”, siapapun yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil.

Bagikan
Comments
  • Kumalasari

    Nice words Din. I like It. BarokAllahu Fik..

    Februari 20, 2022
Post a Comment