f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
meDionaea Muscipula

Synchrodestiny: Memanfaatkan Momentum dalam Kehidupan

Sudah beberapa minggu ini saya mendapat ‘rezeki besar’ berupa ceramah ekslusif dari seorang Professor rendah hati, multitalenta dan sangat luas wawasan dan pergaulannya. Beliau adalah Prof. Imam Robandi, seorang Guru Besar Ilmu Kendali Sistem Listrik dari ITS Surabaya. Memang salah satu tradisi dari Prof. Imam Robandi adalah menelpon murid-muridnya yang tersebar dari Aceh hingga Papua. “Saya setiap hari selalu berpikir bagaimana ya cara mengangkat si A, bagaimana ya agar potensi si B dapat berkembang terus, apa ya kelebihan si C yang dapat saya gali?”. Demikian beberapa kali disampaikan Prof. IRo kepada saya.

Saat dikukuhkan sebagai Guru Besar ke 72 ITS tanggal 10 September 2008, Prof. Imam membawakan makalah berjudul ‘Intelligent Control Strategies in Modern Electrical Power System’. Saya tentu tidak dapat menguraikan apa yang dipaparkan Prof. Imam dalam makalah tersebut, tetapi saya dapat membaca kecenderungan Prof. Imam untuk membuat sebuah strategi pengendalian yang berbasis artificial intelijen. Ini adalah sebuah karya yang sangat spektakuler yang “mungkin 100 tahun lagi baru ada tandingannya,” kata Prof. Gunawan dari UGM.

Salah satu hal yang sering diingatkan Prof. Imam kepada saya adalah betapa sangat pentingnya menjaga, menciptakan dan mengisi momentum. “Teruslah berkarya, karena momentum itu harus selalu dicari dan diisi. Orang yang malas akan sering kehilangan momentum.” Tambah Prof. Imam. Nasehat ini mengingatkan saya pada kalimat dari Imam Al Baqir:


قال الإمام الباقر عليه السلام: إياك والكسل والضجر، فإنهما مفتاح كل شر،


(Berhati-hatilah kamu dengan sifat malas dan bosan. Karena keduanya adalah pintu setiap keburukan.)

Praktik Mengisi Momentum

Pagi tadi Putri kami berangkat ke kampus untuk menemui dosen pembimbing skripsinya. Dia sudah berkuliah di tahun ke empat di Jurusan Mikrobiologi UGM, dan ini membuat ibunya sedikit menekan agar dia cepat menyelesaikan kuliah. Selain berfokus pada kegiatan perkuliahan di laboratorium, Elfiesha juga ikut mencoba berjualan secara online. Hasilnya lumayan untuk menambah uang saku belanja. Fiesha juga menjadi Ketua Tim Pembawa Lembaran Ijazah di UGM, yang untuk sekali event dia mendapat uang lelah yang cukup untuk berbagai keperluan bulanan. Memang putri kami ini tidak mudah kehabisan ide mencari kegiatan sehingga beberapa kali ditunjuk menjadi LO (liason officer) dan MC (master of ceremony) pada berbagai acara di kampus atau di Yayasan Pemberi Beasiswa Superbejo.

Baca Juga  Seember Air Mukjizat dari Langit

Dalam karakter yang terbangun di kepribadian Elfiesha sejak kecil, ada sebuah semangat untuk terus memanfaatkan momentum. Ketika baru duduk di bangku kelas 1 SMA, dia nekat mendaftar sebagai Peserta Lomba Inovasi Belia se Asia Pasifik yang diadakan oleh APEC. Malam itu dengan nada bergetar sesudah ditelpon oleh Panitia, dia mendatangi saya dan berkata, “Papih, aku diterima. Bolehkah aku ikut?”. Tentu saja saya menjawab dengan kalimat dukungan. Di acara lomba itu, Fiesha pulang membawa medali perak.

Menurut Deepak Chopra, seorang kelahiran India yang menjadi spiritualis/meditator di Amerika Serikat, orang yang sering memanfaatkan momentum atau momen-momen tak terduga dalam hidupnya itu sebenarnya mempunyai keyakinan atau kekuatan yang disebut dengan istilah ‘Synchrodestiny‘. Ini adalah semangat untuk memanfaatkan momen-momen tak terduga dalam hidup. Secara awam, hal ini dikenal dengan istilah “kebetulan”, namun sebenarnya selalu ada alasan pada setiap kejadian. Apa yang ditanam itulah yang akan dipetik, dan usaha tidak pernah mengingkari hasil.

Spirit Makna Synchrodestiny

Mungkinkah saya dapat melihat Ka’bah secara langsung di depan mata? Mungkinkah saya dapat shalat di dalam raudhah Masjid Nabawi Madinah, atau di dalam Masjidil Aqsha di Daarus Salam (Jerusalem)? Jika kita selalu mencari celah, maka suatu saat kesempatan itu akan datang. Itulah yang terkandung dalam semangat Synchrodestiny. Sebuah sikap yang sangat berbeda dengan Chronophobia. Lain waktu akan saya ceritakan apa dan bagaimana Chronophobia ini.

Sudah tiga hari beruntun, Jogja nol kasus baru positif Covid-19. Sekalipun gelegar New Normal mulai terasa di kota gudeg ini, tetapi masyarakatnya masih banyak yang berdisiplin menaati Protokol atau aturan wajib kesehatan. Ini adalah hal yang sangat baik, karena disiplin atau tertib akan membuka peluang hadirnya momentum yang baik pula. Synchrodestiny adalah milik mereka yang tak kenal menyerah menciptakan kondisi untuk tercapainya sebuah impian atau cita-cita.

Baca Juga  Memaknai Syukur dari Sudut Pandang yang Lain

Bagikan
Comments
  • Hendra Rani Wahab

    Keren Mas Ali

    Juni 7, 2020
  • Syofni Erita

    Terima kasih Pak telah berbagi, semoga aku bisa memanfaatkan momentum untuk mencapai kesuksesan, hilangkan kata malas.

    Juni 7, 2020
  • Ali Audah

    Maturnuwun Bunda Syofni

    September 12, 2020
  • Ali Audah

    Terimakasih Mas Hendra

    September 12, 2020
Post a Comment