f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
darurat

Belajar dari Kisah Nabi Nuh : Lebih Takut Corona atau Allah?

Oleh : Arif Nur Kholis*)

Mengapa sebagian orang menanggapi himbauan meniadakan jamaah sholat di masjid dahulu dengan emosional ? Bahkan yang menyampaikan himbauan adalah ulama dan juga ahli kesehatan ?

Sementara di beberapa kampung sekarang mulai emosional juga menghadapi informasi bahwa di daerahnya ada pasien positif Covid-19. Bahkan ada yang menolak pemakaman jenazah, atau menolak tenaga kesehatan tinggal di daerahnya.

Begitulah krisis komunikasi yang terjadi dalam kondisi wabah. Sebagian orang menjadi hilang kesabaran, hilang empati, hilang rasionalitas. Bahkan ketika sholat yang seharusnya merupakan alat untuk menghindarkan diri dari perbuatan keji dan mungkar berubah jadi pembenaran untuk menuduh ulama lebih takut kepada virus daripada kepada Allah. Di suatu tempat yang lain malah menjadi pembenaran untuk melakukan pengancaman dan perusakan properti pihak yang dianggap melaporkan kegiatan sholat berjamaahnya kepada otoritas.

Sementara otoritaspun tidak cerdas membaca sinyal dari para ulama, ketika ritual keagamaan telah dikondisikan sedemikian rupa untuk memutus rantai penularan, pemerintah lemah dan tidak berdaya untuk memodifikasi layanan umum yang lain. Akhirnya tampil di publik slogan jahil yang sesungguhnya sesat pikir ” kenapa masjid ditutup, sementara pasar tidak ditutup”. Ulama lagi yang disalahkan.

Namun para ahli dan ulama sebaiknya memang tidak boleh berputus asa untuk mengingatkan umat dan pemerintah terkait upaya – upaya pencegahan penularan, bahkan upaya pengakhiran pandemi ini. Tugas ulama zaman sekarang seperti tugas Nabi Nuh, yang bahkan jauh lebih berat, membunyikan tanda bahaya akan datangnya banjir besar di kala musim kemarau yang panjang.

Bukankah waktu itu juga umat Nabi Nuh menganggap Nabi Nuh gila ? Mereka mencibir dan menganggap Nabi Nuh melawan keyakinan umum yang berlaku saat itu.

Baca Juga  Akhlak: Tolak Ukur Keislaman Kita

Siapa yang selamat di akhir cerita ? Yang selamat dari banjir besar adalah mereka yang mematuhi Nabi Nuh dengan membangun kapal dan mengikuti prosedur keselamatan yang diterapkan ketika bencana datang.

Apakah Nabi Nuh juga akan dianggap lebih takut kepada banjir daripada Kepada Allah SWT ?

Ujian Nabi Nuh waktu itu sangat berat. Tidak saja umat atau otoritas di daerahnya yang tidak mematuhi tanda bahaya yang dibunyikannya. Anak dan istrinnya sendiri juga ngeyel, tidak percaya peringatan Nabi Nuh, dan menjadi korban bencana yang tentu tidak bisa masuk kriteria mati syahid.

Tidak cukupkah kisah-kisah umat terdahulu menjadi pelajaran bagi kita sekarang ?

 *) Arif Nur Kholis : Sekretaris Muhammadiyah Covid-19 Command Center, Pusat Syiar Digital Muhammadiyah (PSDM).

Bagikan
Post a Comment