f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
tawazun

Pentingnya Sikap Tawazun dalam Bermasyarakat

At-tawazun atau seimbang dalam segala aspek dan berbagai hal. Tawazun menurut bahasa berarti keseimbangan atau seimbang. Sedangkan menurut istilah tawazun merupakan suatu sikap seseorang untuk memilih titik yang seimbang atau adil dalam menghadapi suatu persoalan. Tawazun merupakan model berpikir seimbang, moderat dan tidak ekstrim kanan atau kiri.

Sikap tawazun sangat diperlukan oleh manusia agar dia tidak melakukan sesuatu hal yang berlebihan dan mengesampingkanhal-hal yang lain, yang memiliki hak harus ditunaikan. Tawazun merupakan Kemampuan seorang individu untuk menyeimbangkan kehidupanya dalam berbagai dimensi, sehingga tercipta kondisi yang stabil, sehat, aman dan nyaman.

Sikap tawazun ini sangat penting dalam kehidupan seorang individu sebagai manusia. Oleh karena itu sikap tawazun ini harus diterapkan dan dilaksanakan dalam diri peserta didik; agar mereka dapat melakukan segala sesuatu dengan seimbang dalam kehidupannya. Karena jika mengabaikan sikap tawazun dalam kehidupan ini, maka akan lahir berbagai masalah.

***

Dalam berbagai ayat Al-Qur’an dan juga hadis, agama juga menuntut kita untuk bersikap tawazun dalam segala aspek kehidupan. Kita tidak boleh belebihan dalam menyikapi suatu permasalahan atau sebaliknya. Dia ntara ajaran yang menjadikan Islam sebagai agama yang sempurna adalah karena keseimbangannya.

Keseimbangan merupakan kewajiban sekaligus keharusan sosial. Dengan demikian seseorang yang tidak seimbang dalam kehidupan individu dan sosialnya dapat menyebabkan hubungan interaksi sosialnya akan rusak.

Dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman :

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْط

Artinya : Sunguh kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti kebenaran yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka al-kitab dan neraca (penimbang keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. (QS al-Hadid: 25).

Baca Juga  Allah Membersamai Langkah Orang yang Bersabar

Dalam kehidupan selalu ada suatu kejadian di mana seseorang hanya mementingkan urusan dunianya saja atau memiliki prinsip hidupnya hanyalah untuk mencari kesenangan duniawi semata.  Perilaku yang dilakukannya dalam aktivitas sehari-hari sehingga menjadi kebiasaan dan dianggap sudah menjadi hal yang biasa dalam pergaulannya.

Seperti merokok, lupa akan sholat, melakukan maksiat; atau memenuhi kebutuhan secara berlebihan, seperti makan dengan berlebih-lebihan, tidur tak kenal waktu atau bermalasan-malasan. Perilaku yang seperti ini merupakan suatu kecendrungan terus-menerus terhadap hal yang negatif. Sedang kecendrungan yang terus-menerus terhadap hal positif; umpamanya seperti seseorang yang terus-menerus melakukan ibadah dengan cara mengurung diri, serta tak memperdulikan lingkungan sosial sekitar.

***

Meskipun tawazun memiliki arti sebagai suatu keseimbangan atau adil, hal itu bukan berarti harus menempatkan posisi di tengah-tengah atau jalan tengah. Karena realitanya suatu pertengahan belum tentu menunjukkan suatu keseimbangan, karena tergantung bobotnya.

Contoh mudahnya dapat dalam lingkup keluarga, seorang ibu mempunyai dua orang anak, yang satu sedang duduk di bangku SD, sedangkan yang lain duduk di bangku perguruan tinggi. Tentunya si Ibu tersebut tidak akan memberikan uang saku dengan jumlah yang sama kepada masing-masing anaknya tersebut. Jika Ibu tersebut berpegang pada prinsip keadilan dan seimbang tentu ia akan memberikan uang dengan dengan jumlah yang lebih kepada anaknya tertua; karena anak ini mempunyai kebutuhan yang lebih daripada adiknya yang masih SD.

Sebagai insan yang muslim dan beriman penting menerapkan sikap tawazun. Tujuannya adalah agar kita tidak melakukan sesuatu hal yang berlebihan dan mengesampingkan hal-hal yang lain atau bahkan melupakannya, karena kita memiliki dan menunaikan hak untuk diri kita.

Rasulullah Saw memerintahkan kita untuk bersikap tawazun seperti contoh kisah para sahabat Rasulullah saw. Ada tiga orang sahabat Rasulullah saw yang datang   kepada beliau dan mengutarakan maksudnya masing-masing. Orang pertama mengatakan bahwa dia tidak akan menikah selama hidupnya. Kemudian orang yang kedua mengatakan bahwa dia akan berpuasa setiap hari dan terus-menerus seumur hidupnya dan yang terakhir mengatakan bahwa ia akan sholat tanpa henti-hentinya.

Baca Juga  Bagaimana Islam Memandang Budaya Hedon?

Namun apa kata Rasulullah Saw, kalian jangan seperti itu. Masing-masing urusan ada haknya, urusan dunia ada haknya dan urusan akhirat juga haknya, jalankanlah hal itu dengan seimbang. Dalam kutipan kisah tersebut kita dapat memaknai bahwa dunia dan akhirat harus berjalan seimbang, tidak memberatkan masalah dunia dan tidak terlalu berat dalam beribadah.

***

Dunia dan akhirat adalah dua tempat yang berbeda namun memiliki kelebihan masing-masing.  Dengan keseimbangan manusia mampu mendapatkan kebahagiaan yang haqiqi dari Allah Swt; yang berupa ketenangan jiwa dan tergolong orang yang pandai bersyukur terhadap nikmat yang Allah berikan.

Sikap tawazun juga adalah seimbang dalam menyelaraskan kepentingan masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Tawazun juga diperlukan di antara hak dan tanggung jawab tidak menumpukkan salah satu di antara keduanya; misalkan lebih mengutamakan hak saja dan mengenyampingkan kewajiban atau sebaliknya.

Ketika seseorang tidak mampu menata pikiran secara seimbang, maka kebenaran atau kebaikan  hanya ada pada dirinya, orang lain salah dan buruk. Ketika seseorang menutup peluang/ kemungkinan “benar atau baik” bagi orang lain, maka orang lain tersebut dianggap sebagai musuh. Demikian seterusnya. Sehingga beragam realitas sosial dianggap atau sebagai sumber persoalan, bukan diterima sebagai keniscayaan. Ketidakmampuan berpikir seimbang simetris dengan ketidakmauan menerima realitas keanekaragaman, yang merupakan sunnatullah.

Bagikan
Post a Comment