f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
sebuah kesuksesan

Ubah Insecure Jadi Bersyukur

Bermula dari cuplikan film Imperfect. Film garapan Ernest Prakasa dan istrinya Meira Anastasia. Berhasil menyita perhatian saya sejenak. Saat filmnya rilis, Saya pun langsung dengan riangnya menonton film kelima dari sutradara dan komedian tersebut. Cerita di film ini pun membuat kamu jadi nggak insecure lagi.

Film garapan Ernest selalu memiliki makna yang dalam di setiap film garapannya, filmnya kali ini mengangkat isu body shaming yang baru-baru ini memang sedang mencuat ke permukaan.

Film berjudul imperfect ini mengisahkan tentang kehidupan seorang gadis bernama Rara yang diperankan oleh Jessica Mila. Dirinya tidak peduli dengan ejekan orang lain akan bentuk tubuhnya yang dinilai tidak proporsional untuk ukuran seorang gadis di usianya. Meski demikian, Rara beruntung karena memiliki pacar yang baik seperti Dika, yang diperankan oleh Reza Rahadian.

Body Shaming  

Sebagai seorang pacar, Dika mencintai dan menerima Rara apa adanya, dan menganggap Rara sebagai perempuan yang sempurna karena memiliki hati yang baik dan tulus. Mungkin dari kita sering mendengar istilah body shaming. Tetapi, apakah makna sebenarnya dari body shaming?

Body Shaming sendiri merupakan tindakan mengejek atau menghina dengan mengomentari fisik (bentuk maupun ukuran tubuh) dan penampilan seseorang baik secara langsung atau tidak langsung.

Bukan sekali dua kali kita mendengar masalah body shaming. Masyarakat sekarang pun seringkali dihebohkan dengan isu sensitif terkait komentar – komentar orang terdekat tentang bentuk tubuh atau fisik seseorang yang seolah menjadi perbincangan wajib pada saat bertatap muka. Dampak dari body shaming ini pun bisa membuat korbannya insecure.

Pelajaran dari Pengalaman

Saya sendiri mempunyai pengalaman yang membekas di hati, saya mengalaminya sewaktu saya masih berada di bangku Sekolah Menengah Pertama. Kejadian ini bermula dari salah satu teman saya yang menghina bentuk tubuh saya. Dari situ saya menjadi bahan candaan satu kelas dengan bentuk tubuh saya yang bisa dikatakan gemuk.

Baca Juga  Memahami Anak Insecure

Saya sungguh tidak menyangka fisik saya bisa menjadi bahan candaan bagi mereka. Karena bagi saya waktu itu, saya sangat sempurna. Apa kalian bisa membayangkan perlakuan mereka terhadap saya? Mereka dengan asiknya memanggil saya dengan julukan ‘Gajah’ dan tanpa mereka sadari, mereka telah menggoreskan luka yang cukup dalam di dalam hati saya.

“Ahh sudahlah mungkin mereka hanya bercanda” awalnya saya berpikir seperti itu.

Tetapi lama kelamaan saya pikir mereka sudah keterlaluan. Mereka membawa bahan candaannya bahkan hingga di luar sekolah sekalipun. Pada waktu itu saya tidak melawan mereka, karena saya masih ingin berteman dengan mereka dan saya tidak berdaya untuk melawannya.

Body Shaming di Medsos

Pada era sekarang apakah masih ada perilaku body shamming ? Pasti ada bahkan mungkin lebih marak di masyarakat. Apa lagi dengan adanya perkembangan zaman dan sosial media. Justru menjadikan pelaku body shamming bisa dengan leluasanya melakukan tindakannya.

Padahal kita sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan harus memiliki solidaritas yang tinggi terhadap sesama. Karena Indonesia terdiri dari berbagai macam kebudayaan, ras, dan agama.

Lalu penyebab adanya body shaming apa? Penyebab body shaming adalah pemikiran atau pandangan tradisional akibat post – kolonialisme yang memberikan standar kecantikan dengan bentuk tubuh ideal, berkulit putih, hingga tubuh yang tinggi.

Body shaming sering dianggap sepele oleh banyak orang. Meski tujuannya adalah bercanda atau agar pendengarnya memulai kebiasaan sehat, nyatanya hal ini malah menimbulkan efek negatif.

Sebuah studi mengatakan, body shaming malah membuat korbannya benci terhadap diri sendiri atau bahkan meneruskan pola makannya ke titik ekstrim sehingga tidak sehat.

Tidak hanya itu, depresi hingga memiliki kecenderungan untuk bunuh diri juga bisa muncul sebagai dampak dari body shaming. Oleh karena itu, kebiasaan mempermalukan orang lain karena bentuk tubuhnya harus dihentikan.

Baca Juga  Pandangan Surat Maryam dalam Menjaga Mental Perempuan di Era Digital
Insecure

Ketika seseorang merasa insecure, maka lambat laun kepercayaan dalam diri juga akan menghilang. Di mana kemudian akan memicu munculnya perasaan takut untuk berinteraksi dengan orang lain.

Sesungguhnya, rasa insecure tidak akan tumbuh ketika kita dikelilingi oleh teman – teman atau pun lingkungan yang suportif antara satu sama lain. Bersosialisasi dan menjadi pribadi yang terbuka melatih kita menjadi percaya diri, tapi jangan sampai kalian masuk ke dalam lingkungan yang toxic sehingga insecurity terulang kembali.

Kalian juga bisa terbuka pada teman dekat dengan menceritakan hal – hal yang selama ini membuat kalian resah sehingga memicu rasa insecure. Siapa tahu mereka memiliki saran tersendiri dan membantu kalian untuk lebih percaya diri.

5 Langkah Ubah Insecure Jadi Syukur

Maka dari itu mulai lah mengubah rasa insecure kalian menjadi rasa bersyukur. Nikmatilah hidup kalian dan tetap semangat menjalaninya. Apa saja yang dapat membatu kamu merubah rasa insecure menjadi rasa bersyukur? Ada beberapa langkah yang akan membantu kamu, antara lain:

1. Berhenti membandingkan dirimu dengan orang lain.

2. Belajar membuka diri untuk dunia luar

3. Tunjukan bakatmu, percaya kamu itu hebat.

4. Kurangi bermain sosial media.

5. Syukuri apa yang kalian miliki.

Nah itu tadi 5 langkah yang mungkin bisa kalian lakukan untuk mengubah insecure menjadi rasa syukur. Ingatlah bahwa kamu itu penting dan juga berharga, kamu layak untuk dilihat dan menunjukkan bakat yang kamu miliki. Tetaplah semangat dan terus belajar untuk melawan perasaan insecure yang ada dalam dirimu.

Bagikan
Post a Comment