Jika Mood Swing Mengganggu Aktivitas
Dalih “nanti aja dulu, lagi gak mood” terdengar sering dikatakan oleh remaja sekarang. Bagaimana tidak? Kita telah mudah dikendalikan oleh suasana hati. Dari yang semula ceria bisa berubah sekian detik menjadi murung dan tak bersemangat lagi. Benar, jika tak ada yang tahu suasana hati seseorang dari hari ke hari. Tapi semua bisa diatur dan diatasi apabila tak sesuai bukan?
Dalam buku hangat yang berjudul “Agnosthesia” karya Maria Frani Ayu. Penulis mengupas dan menganalisis emosi diri yang sering tidak bisa kita pahami keberadaannya. Buku ini berbicara tentang ketidakmampuan seseorang dalam mengenal emosi yang membuat kita menderita. Banyak yang Maria bedah dari jenis-jenis emosi. Salah satunya adalah mood swing.
Emosi dan Mood Swing
Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan emosi sebagai luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat. Emosi juga bisa didefinisikan sebagai keadaan serta reaksi psikologis dan fisiologis seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan, bahkan keberanian. Dalam Ensiklopedia China sendiri, emosi terbagi dalam tujuh bagian, yaitu kebahagiaan, kemarahan, ketakutan, cinta, tidak suka, dan menyukai (Burton, 2016). Sejak itu, banyak yang melakukan identifikasi emosi secara ilmiah dan mengelompokkannya.
Pada artikel yang ditulis oleh Fakultas Psikologi UNISBA, mengatakan bahwa perubahan mood yang memang jelas akibatnya adalah hal wajar. Tetapi, ketika perubahan mood itu terjadi secara tiba-tiba dan sangat bertolak belakang dengan diri orang tersebut, maka itu dinamakan mood swing. Dalam kasus lain, perubahan mood ini bisa secara ekstrim tanpa alasan dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa salah satu penyebab mood swing adalah ketidakseimbangan kimia otak yang berhubungan dengan pengaturan mood dan perubahan hormon yang dihasilkan oleh tubuh. Ketidakseimbangan ini bisa terjadi tergantung pada banyak faktor. Faktor tersebut bisa dari makanan, sistem imun, pubertas, kehamilan, menopause, dan lain sebagainya.
Jadi sebenarnya wajar apabila tidak mengganggu aktivitas sehari-hari dan kehidupan bersosial kita terhadap lingkungan sekitar. Dan biasanya, mood swing relatif singkat dan tidak bertahan dalam jangka waktu yang lama.
Mengatasi Mood Swing
Setiap perjalanan mustahil jika hanya lurus dan mulus. Pasti ada belokan bahkan tikungan tajam. Lantas apakah kita ngebut agar cepat sampai tanpa memperhatikan rambu-rambu? Tak bisa. Kita hendaknya berhati-hati agar sampai tujuan dengan selamat. Langkah pelan tapi pasti akan lebih baik. Daripada ngebut setelah itu berhenti.
Begitu juga pikiran kita. Kita terbentuk dari apa yang kita pikirkan. Namanya juga mindset ya. Pikiran diatur oleh diri sendiri. Saat tak terkontrol dan kita menuruti mood itu, maka semua akan mudah dirusak. Tapi jika berusaha memahami dan mengatasi, pelan-pelan kita akan mengerti. Bahwa semua bisa diselesaikan dengan berpikir sebelum melakukan tindakan.
Mood Tracker
Table pelacak mood atau suasana hati ini disebut mood tracker. Mood tracker biasanya dapat dibuat di buku diary atau buku jurnal. Membuatnya juga tergolong mudah. Cukup membuka tutorial di youtube, kalian dapat menemukan banyak model mood tracker sesuai keinginan. Dengan begitu, kita dapat mengetahui perubahan mood setiap harinya. Karena di setiap perbedaan yang kita rasakan, akan berbeda pula warna yang kita beri pada mood tracker.
Untuk jiwa-jiwa rebahan dan tak ingin ribet. Bisa juga unduh aplikasi mood tracker pada smartphone kalian. Mungkin bagi sebagian orang, hal tersebut adalah cara cepat nan mudah. Namun, membuat mood tracker sendiri adalah cara yang lebih asik. Akan ada hal baru untuk mengasah kreativitas yang sekaligus dapat memahami keinginan masing-masing.
Beri Waktu
Ketika mood swing tiba-tiba muncul dan mempengaruhi segala aktivitas. Kita kerap bingung dan susah mengendalikan diri. Bagaimana tidak? Planning sudah disiapkan untuk mengisi hari, tapi secara mendadak mood dan depress datang merusak segalanya. Semangat melanjutkan pekerjaanpun menurun dan akhirnya tak terselesaikan. Mindfulness atau berfikir penuh dibutuhkan saat genting seperti ini.
Kita membutuhkan waktu sebentar untuk mood dan depress yang muncul. Jangka waktu menyesuaikan dengan apa yang kita butuhkan. Waktu ini bertujuan untuk melihat, menyelami, dan menganalisa apa yang sebenarnya menyerang diri. Biasanya, setiap orang memiliki durasi waktu tersendiri untuk meditasi sederhana ini. Bahkan bisa menghabiskan waktu setengah hari atau lebih untuk benar-benar berfikir penuh agar tahu penyebab dari semua itu.
Alihkan
Istirahat pikir bagi sebagian orang berbeda-beda bentuknya. Ada yang membawa diri pada alam agar berbaur., ada yang pergi makan untuk sekedar melamun. Ada juga yang mencari bantuan teman untuk disediakan tempat cerita secepatnya.
Mengalihkan juga menjadi salah satu cara untuk istirahat sejenak dari perasaan yang muncul. Meskipun saat posisi seperti itu, susah membawa pikiran ke arah positif. Tapi setidaknya harus ada usaha agar perubahan emosi positif bisa terjadi. Ada tempat pengalihan untuk diri yang membutuhkan. Tujuannya agar tidak kebingungan memberi toleransi pada mood dan depress pada aktivitas penting.
Hug Yourself
Aktivitas tertentu yang menjadi pengalihan dan waktu yang kalian luangkan untuk memahami semua itu dapat menjadi obat pelipur lara. Entah pada hobi yang dapat membahagiakanmu. Atau hal baru seperti berkebun dan bercocok tanam bisa membawa langkah kakimu menjadi ringan. Setelah semua yang kamu lakukan membuahkan pikiran positif, kalian akan bahagia sekaligus bangga terhadap diri sendiri karena dapat melewatinya. Give yourself a hug today.
Mahasiswa S1 aktif pada Pimpinan Komisariat IMM Ar-Rasyid IAIN Kudus

Ricis
I like this, ciao fio!
Regards Ricis
rochim
Mantap, semangat berkarya
Alfiona
Thanks kak