f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
sakit hati

Sakit Hati karena Sebuah Ingatan

Oleh : Muhammad Rahmadhani*

Setiap manusia pasti pernah merasakan sakit hati. Sakit hati yang manusia rasakan penyebabnya pasti berbeda-beda, salah satu penyebab sakit hati yang sering terjadi sampai saat ini adalah cemoohan. Mendengar cemoohan yang dilontarkan orang lain tentang diri kita, seperti badan dan nafasnya bau atau pakaiannya jelek banget. Kata-kata itu tentunya bisa jadi sangat menyakitkan bagi kita.

Tidak menutup kemungkinan juga bahwa cemoohan bisa berujung ke hal-hal yang berkaitan dengan etnisitas, ras, atau seksual. Cemoohan-cemoohan pedas yang kita dengar cenderung membekas dihati dan cemoohan tersebut cenderung kita kenang. Kita sendiri bisa mengenang cemoohan tersebut dikarenakan memori kita bekerja.

Memori Membuat Kenangan

Jadi memorilah yang membuat kita mengenang atau mengingat semua peristiwa yang pernah kita alami, salah satunya cemoohan tersebut yang sejatinya hanya membuat kita sakit hati. Berapa lamakah memori mengenai cemoohan tersebut bisa bertahan?. Lalu apa sajakah alasan-alasan kognitif yang bersifat melecehkan tersebut bisa tertanam kuat di dalam memori kita?.

Pada dasarnya mengingat kenangan pahit di masa lalu seperti cemoohan, hanya akan menimbulkan sakit hati dan tidak akan mengubah segalanya. Cemoohan tersebut bisa bertahan lama bahkan bisa bersifat permanen karena adanya memori. Memori merupakan tempat terjadinya ingatan. Di sanalah tempat untuk menerima, mengolah, dan meyimpan segala pengalaman dan informasi ke dalam otak dan dapat diambil untuk diingat kembali informasi-informasi yang sudah ada.

Letak Memori

Memori tentang cemoohan tersebut terletak di long term memory (memori jangka panjang), ingatan itu dapat diingat cukup lama dan bahkan relatif bersifat permanen. Sehingga, kita sebagai manusia hanya bisa menerima dengan lapang dada bahwa semua hal yang pernah dikatakan atau diungkapkan oleh teman, sahabat, guru, bahkan orang tua kita baik itu hal hal baik ataupun sebaliknya tidak akan bisa kita hilangkan dari memori jangka panjang.

Baca Juga  Melawan FOPO Lewat Self-Awareness

Kita bisa mengingat cemoohan pada masa lalu disebabkan karena adanya stimulus atau informasi mengenai masa lalu (cemoohan). Stimulus yang ditangkap panca indera dan dibawa masuk menuju sensory memory (memori sensoris). Apabila informasi tersebut tidak mendapatkan attention (perhatian), maka stimulus atau informasi itu hilang, dan apabila mendapatkan attention (perhatian). Maka stimulus atau informasi tersebut akan  ditransfer ke short term memory (memori jangka pendek), di memori jangka pendek ini stimulus atau informasi hanya akan bertahan selama 30 detik. Lebih dari itu maka akan hilang.

Setelah di memori jangka pendek, stimulus dan informasi ini akan ditransfer lagi ke memori jangka panjang untuk dilakukannya retrieval (pengulangan kembali) kemudian timbulah respon. Jadi proses itulah yang membuat kita bisa mengingat kembali cemoohan tersebut yang mana hal itu akan membuat kita sendiri merasa sakit hati. Maka dari itu, jika ada perbincangan atau hal-hal yang menyangkut kejadian masa lalu sebaiknya tidak perlu dikasih perhatian lebih sehingga tidak menimbulkan perasaan sakit hati.

Memori yang Tertanam Kuat

Lalu apa yang membuat cemoohan tersebut dapat tertanam kuat di dalam memori kita? Ada banyak faktor yang membuat manusia bisa mengingat kejadian dengan baik, salah satunya adalah faktor emosi. Faktor emosi itulah yang membuat cemoohan tersebut dapat tertanam kuat di dalam ingatan kita, dalam hal ini manusia akan dengan mudahnya mengingat suatu peristiwa yang menyentuh hati. Sedangkan peristiwa yang tidak menyentuh hati cenderung diabaikan dan hilang begitu saja.

Apabila seseorang mengatakan atau mengungkapkan suatu hal yang ditunjukan kepada kita dan dari ungkapan atau perkataanya itu menyentuh perasaan kita, baik itu membuat perasaan kita menjadi sedih ataupun membuat perasaan kita menjadi bahagia. Maka memori kita akan bekerja dengan baik karena kita akan bisa mengingat kejadian itu sedetail mungkin.

Baca Juga  Penyembuh Luka Batin

Jadi dari cemoohan-cemoohan yang dilontarkan orang lain kepada kita. Tentunya cemoohan tersebut mengandung kata-kata negatif yang dapat melukai perasaan kita sehingga apa yang mereka lontarkan kepada kita, dapat kita ingat karena cemoohan tersebut tersimpan di memori kita. Tepatnya di memori jangka panjang yang mana akan tersimpan dalam jangka waktu yang lama dan bahkan relatif bersifat permanen.

Mengingat Memori Pahit

Sejatinya mengingat merupakan kemampuan penting yang dimiliki manusia tergantung hal apa yang akan diingat sehingga bisa dikatakan penting. Namun jika digunakan untuk mengingat kenangan-kenangan pahit semacam cemoohan dan terus-terusan terjebak dalam kenangan itu sehingga menimbulkan perasaan sakit hati yang begitu dalam.

Hal itu malah merugikan diri sendiri. Perasaan sedih secara terus menerus akibat sakit hati yang dirasakan akan mengakibatkan psikis dan mental manusia menjadi tidak sehat. Sedih karena sakit hati memang merupakan emosi yang  bisa dirasakan setiap manusia. Maka dari itu alangkah baiknya cemoohan-cemoohan tersebut dijadikan evaluasi pada diri sendiri untuk mengupgrade diri menjadi lebih baik. Selain itu, kita dapat menerapkan sikap mindfulness untuk dapat menerima kekurangan-kekurangan yang ada di dalam diri kita dan fokus pada kelebihan-kelebihan yang kita miliki. (s)

*Penulis adalah Mahasiswa Psikologi UMM

Bagikan
Post a Comment