Gak Enakan? Apakah Kamu People Pleaser?
People pleaser adalah sebutan untuk seseorang yang cenderung mengutamakan keinginan dan kebutuhan orang lain di atas dirinya sendiri. Seorang people pleaser sering kali merasa berkewajiban untuk melakukan apa yang diinginkan orang lain, meskipun hal itu tidak selalu sejalan dengan tujuan mereka sendiri. Oleh karena itu, ia cenderung melakukan segala hal agar orang lain tidak kecewa padanya.
People pleaser merupakan dorongan diri dalam seseorang untuk menyenangkan orang lain dengan berbagai cara. Seorang people pleaser biasanya tidak mampu mengontrol kapan ia harus menerima atau menolak, biasanya karena rasa takut akan “tidak disukai” dan rasa ingin diterima lingkungannya. Sehingga sering kali people pleaser mengorbankan dirinya sendiri.
Seorang people pleaser juga akan menghindari konflik atau perselisihan dengan mengorbankan keinginan mereka sendiri untuk membuat orang lain bahagia. Seorang people pleaser cenderung mengatakan hal-hal yang bertentangan dengan perasaannya. Mereka selalu berusaha mengatakan “Ya” atau setuju dengan apa yang dikatakan orang lain, meskipun di dalam hati mereka tidak setuju. Pada akhirnya mereka akan sulit mengenali dirinya sendiri karena terlalu sibuk dan khawatir dengan pendapat orang lain atau pandangannya sendiri jika mengatakan tidak.
Di satu sisi, sikap mendahulukan kebutuhan orang lain daripada kebutuhan diri sendiri dapat membantu meningkatkan hubungan sosial dan membuat orang lain merasa dihargai dan diakui. Namun di sisi lain, perilaku seorang people pleaser dapat memberikan dampak negatif bagi dirinya, seperti perasaan tertekan, lelah, abai terhadap diri sendiri dan kurang percaya diri. Jika perilaku ini terus berlanjut maka dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental dan menimbulkan kecemasan atau depresi. Oleh karena itu, penting bagi seorang people pleaser untuk menyeimbangkan kebutuhan pribadinya dengan kebutuhan orang lain, dan belajar menetapkan batasan serta mengutarakan pendapat dengan tegas dengan mengatakan “Tidak”.
Kenali Tanda People Pleaser
Tanda paling jelas dari seorang people pleaser adalah kesulitan mengatakan tidak atau menolak permintaan seseorang. Seorang people pleaser akan mencoba melakukan apa yang diminta orang lain demi kebahagiaan mereka.
Selain itu, ada beberapa tanda yang dapat dikenali pada seorang people pleaser, antara lain:
1. Merasa gak enakan
2. Anxiety saat ada konflik, takut dimusuhi orang lain
3. Merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan orang lain
4. Sangat ingin diterima di lingkungan sendiri, sampai kehilangan dirinya sendiri
5. Sering meminta maaf walaupun tidak salah
6. Sulit mengekspresikan perasaan yang sebenarnya
7. Sering merasa khawatir terhadap apa yang akan orang lain katakan
8. Walaupun lagi kesulitan tapi pantang banget buat minta tolong
Penyebab Seseorang Menjadi People Pleaser
Ada banyak hal yang membuat seseorang menjadi people pleaser, dan penyebabnya berasal dari dalam diri orang tersebut. Misalnya, pengalaman masa kecil yang sulit atau traumatis membuat seseorang merasa tidak aman atau tidak dihargai. Oleh karena itu, mereka berusaha mendapatkan rasa aman dan pengakuan dari orang lain dengan menjadi people pleaser.
Penyebab lainnya adalah ketidakmampuan seseorang dalam menyelesaikan konflik yang dihadapi, banyaknya tuntutan dari lingkungan, self esteem yang rendah, ketakutan akan ditinggalkan atau tidak terpenuhinya kebutuhan akan hubungan, komunitas, atau makna hidup. Selain itu, perilaku people pleaser berasal dari dan dipicu oleh rasa takut dan keyakinan bahwa kita “tidak cukup baik”, sampai-sampai kita ingin menghindari konflik atau kita tidak tahu nilai diri kita sendiri.
Cara Berhenti Menjadi People Pleaser
Cara untuk terlepas dari kebiasaan ini adalah dengan mengutamakan diri sendiri terlebih dahulu dan mempertimbangkan niat dan tendensimu ketika akan membantu orang. Mulai mengubah pola pikir bahwa kamu harus disenangi semua orang dan bahwa mendahulukan diri itu “egois” atau buruk.
Hal yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan sesuatu adalah apakah niatmu tulus tanpa tendensi tertentu, seperti membuat orang lain senang dan sejenisnya. People pleaser biasanya akan mengharapkan “balasan”, biasanya dalam bentuk validasi atau pujian. Pastikan perilaku baik terhadap orang lain dilakukan dengan kesadaran diri. Mengutamakan dirimu bukanlah hal yang egois.
Selain itu, stop meminta maaf jika bukan salahmu, mengetahui kapasitas diri, memahami dan membuat personal boundaries. Jika dulu kamu terbiasa mengatakan “Ya” , kamu tidak perlu langsung memutuskan “Ya” atau “Tidak” lagi. Cobalah untuk menunda respon agar kamu dapat mempertimbangkan kemampuan dan menentukan apa yang kamu mau.
Jangan jadi people pleaser! kasian diri kamu.
Engga semua orang di dunia ini baik, kalau kamu jadi people pleaser orang bakalan manfaatin kamu. Coba deh kamu pikir-pikir lagi selama jadi people pleaser untungnya apa sih yang ada kamu menyakiti diri kamu sendiri, sudah saatnya kamu belajar untuk jadi lebih tegas sama diri sendiri dan orang lain, biar energi kamu engga habis untuk melakukan hal yang sebenarnya engga penting-penting banget. Ingat engga semua orang bakalan baik sama kamu, tapi kamu harus baik sama diri sendiri. Salah satu caranya adalah dengan memprioritaskan kebutuhan dan kebahagiaan kamu di atas orang lain.
