Lima Hal Penting Ketika Mengizinkan Anak-Anak “Mondok” Pada Masa Pandemi
Bulan Juli 2021 sesuai rencana anak-anak sekolah dapat melangsungkan sekolah tatap muka kembali dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Namun ternyata gelombang penyebaran varian baru covid-19 semakin meninggi menuju puncak sehingga kebijakan pemerintah terkait dengan sekolah tetap berlangsung secara online. Institusi pendidikan tentunya harus patuh terhadap kebijakan pemerintah tersebut. Namun bagi institusi pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan dengan pola boarding school atau sekolah berasrama, atau Pondok Pesantren tentu sedikit kesulitan. Pola pembelajarannya yang memuat materi pengajaran anak-anak dari mulai bangun tidur hingga kembali tidur, tidak bisa berlangsung dengan pengawasan online, sangat sulit sekali.
Oleh karena itu, dengan pertimbangan pendidikan yang menyeluruh untuk anak-anak dengan penerapan kebijakan protokol kesehatan. Beberapa pondok pesantren mendapatkan izin dari Kementerian Agama akan menyelenggarakan pendidikan secara tatap muka. Sehingga pada akhir bulan Juli ini sampai dengan minggu pertama Bulan Agustus, beberapa pondok pesantren membuka proses kedatangan para santrinya.
Sebelum, orang tua mengizinkan anak-anaknya untuk melaksanakan sekolah tatap muka di Pondok Pesantren, perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Pesantren mendapat izin untuk menyelenggarakan pelajaran tatap muka
Memperhatikan pendidikan di pondok pesantren dapat terkontrol dalam hal interaksi dengan pihak luar. Banyak pondok pesantren telah mendapat izin oleh Kementerian Agama untuk menyelenggarakan pembelajaran dengan tatap muka. Pemberian izin tersebut setelah memperhatikan kondisi lingkungan, para pengajar, dan murid yang aman terhadap penyebaran covid-19 serta adanya fasilitas pemberlakukan protokol kesehatan secara ketat. Dengan adanya izin ini maka anak-anak sudah bisa menyiapkan diri untuk belajar tatap muka di pondok pesantren.
Vaksin dan pengecekan bebas covid sebagai prasyarat
Adanya program vaksin nasional yang menyasar kepada tenaga pendidik termasuk pendidik di pondok pesantren. Sehingga penularan virus di pondok pensantren dapat terkontrol. Walaupun vaksin tidak 100% menjamin bahwa seseorang tidak akan tertular virus covid-19, namun vaksin merupakan suatu ikhtiar bersama untuk menekan angka penyebaran virus tersebut.
Vaksin dapat mencegah gejala terburuk dari resiko covid-19. Sehingga tidak ada salahnya memastikan bahwa anak-anak yang akan melanjutkan pendidikan di pondok pesantren telah mendapatkan vaksin secara cukup. Apabila belum mendapatkan vaksin tersebut, maka perlu untuk memastikan jadwal vaksin untuk anak-anak sesegera mungkin, biasanya pondok pesantren yang melakukan pengajaran tatap muka telah melakukan kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Satgas Covid setempat untuk penyediaan vaksin tersebut. Orang tua cukup memberikan izin anak-anaknya mendapatkan vaksin tersebut.
Selain itu, sebelum datang ke pondok pesantren, anak-anak harus melakukan rangkaian tes terkait covid-19, baik itu berupa swab antigen ataupun swab PCR untuk memastikan anak-anak tidak membawa virus covid-19 ke dalam lingkungan pondok pesantren. Hendaknya setelah tes, anak-anak melakukan isolasi mandiri sampai menjelang keberangkatan ke pondok pesantren. Beberapa pesantren juga mensyaratakan adanya isolasi mandiri selama 14 hari sebelum anak-anak datang ke pondok pesantren.
Oh ya, tak kalah penting adalah jujur untuk mengungkapkan data-data apabila anak-anak yang akan belajar di pondok pesantren pernah tertular virus ini.
Bawa Perlengkapan terkait dengan penerapan protokol kesehatan
Tentunya sudah menjadi kebiasaan baik bersama bahwa kemanapun pergi selalu menyediakan barang-barang terkait pencegahan penyebaran virus, seperti: masker dan hand sanitizer. Barang-barang ini merupakan kebutuhan utama yang tidak boleh terlewat. Bawalah masker yang cukup dengan penggantian masker minimal 4x sehari dan hand sanitizer selalu ada setiap saat. Selain kedua barang tersebut, tak kalah pentingnya adalah menyediakan vitamin-vitamin untuk tetap menjaga imunitas tubuh, terutama vitamin C dan Vitamin D.
Untuk mencegah penyebarannya ada baiknya membawa alat perlengkapan makan sendiri. Seperti: piring makan, sendok makan, dan gelas minum. Seperti kita ketahui bahwa masuknya virus terbesar melalui mulut saat makan. Maka ada baiknya memastikan alat perlengkapan makan tidak terpakai secara bergantian dengan orang lain.
Ajari pola hidup bersih dan sehat serta makan makanan yang bergizi seimbang
Salah satu pencegahan terhadap virus adalah dengan adanya pola hidup bersih dengan rutin mandi dan keramas setelah melakukan aktifitas di luar ruangan. Usahakan langsung mengganti pakaian setelah dari luar ruangan, dan meletakkan pakaian tersebut pada tempat pakaian kotor, kalau bisa langsung di rendam menggunakan sabun cuci baju. Jangan lupa untuk mengingatkan untuk sering-seirng cuci tangan menggunakan air yang mengalir dan sabun cuci tangan.
Setelah pola hidup bersih dan sehat, maka pastikan asupan makanan yang bergizi seimbang dikonsumsi oleh anak-anak. Setiap hari harus dipastikan mengkonsumsi buah-buahan yang kaya akan vitamin C, serta memakan cukup protein dan karbohidrat. Usahakan setiap hari dapat mengkonsumsi susu segar untuk mencukupi gizi. Penting bahwa waktu belajar di pondok pesantren lebih panjang daripada dengan sekolah biasa. Sehingga perlu asupan makanan bergizi seimbang agar tetap bisa belajar dengan baik.
Tidak boleh dikunjungi
Terakhir, ini yang penting untuk diketahui. Dalam rangka pencegahan penyebaran virus, maka pesantren tidak mengizinkan orang tua atau keluarga untuk berkunjung. Selaku orang tua, harus mempersiapkan mental bahwa dalam waktu beberapa bulan tidak akan bertemu dengan buah hati tercinta. Tidak ada apa-apa, demi kemandirian anak-anak kita. Ingatkan juga kepada anak-anak bahwa ia tidak bisa dijumpai dalam waktu yang cukup panjang, namun pastikan tidak ada kekhawatiran dari anak-anak, karena yang tidak dikunjungi orang tua tidak hanya anak kita saja, tetapi semua anak. Bimbing anak-anak untuk segera dapat beradaptasi dengan lingkungan baru, jauh dari orang tuanya.
Nah para orang tua, sebelum memutuskan anaknya melanjutkan pendidikan ke sekolah dengan pola boarding school atau berasrama, pastikan beberapa hal di atas, dan tentu yang paling peting adalah mengiklaskan anak untuk tidak bersama kita beberapa waktu untuk pembelajaran yang lebih baik.
Pesan utama : Para orang tua perlu mempersiapkan beberapa hal sebelum mengizinkan anak-anaknya belajar di pondok pesantern pada masa pandemik sekarang.
Ibu Rumah Tangga Nyambi Bekerja, Tinggal di Jakarta.
