f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
emas

Menyiapkan Generasi Emas di Masa Depan

Generasi emas merupakan cerminan penerus yang berkilau tidak hanya untuk saat ini namun berkelanjutan. Generasi yang sehat lahir dan batin. Mampu menjadi model, tidak hanya secara individu dengan self concept yang kuat; namun juga menginspirasi sesama dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Apakah cukup berhenti sampai ini?  Tentunya tidak, ada lanjutan tentang cita-cita yang mendasari lahirnya generasi Emas ini.

Setiap generasi lahir dengan fitrahnya, di manapun potensi dan pembelajaran berlangsung akan mencipta sosok yang mampu berdamai dengan dirinya; yang menerima kekurangan dan kelebihan. Sehingga, pengembangan dirinya untuk terus belajar dan berkualitas dapat optimal dan terukur; yang dalam bahasa pengembangan SDM dinamakan kompetensi.

Kompetensi menurut spencer (1993) menyampaikan ‘A competency is an underlying characteristic of an individual that is causally related to creation- referenced effective and/ or superior performance in a job or situation” artinya kompetensi dilandasi dari visi-misi-, nilai, tujuan dan budaya yang menyertai keberadaan individual atau dalam hal ini generasi.

Kompetensi dapat terasah melalui tahapan secara individu dengan pendekatan perilaku/behavior. Artinya dimulai dari membangun persepsi terhadap ragam fenomena yang menyertai perjalanannya. Selanjutnya, bagaimana kompetensi dapat terasah melalui tahapan kelompok/komunitas dan organisasi? Untuk tahapan ini kompetensi tidak hanya dimiliki oleh individu namun mampu kemampuan beradaptasi dan direalisasikan dengan berkontribusi  dalam kerangka tim.

*

Mewujudkan generasi emas ini tidaklah mudah, namun bukan juga menjadi hal yang sulit selama belum adanya penyempurnaan ikhtiar yang berkelanjutan. Hal yang mendasari antara lain adalah hadirnya social trust/kepercayaan yang mendorong individu (komunitas) dalam bertindak.

Menurut Morgan dan Hunt (1994) kepercayaan tercipta pada saat salah satu pihak memiliki keyakinan terhadap pihak lain yang masih terlibat dalam pertukaran; dengan memiliki reliabilitas dan integritas. Hadirnya social trust ini dapat melalui passion, kreatifitas, komitmen dan motif yang dimiliki individu dalam membangun hadirnya generasi emas.

Baca Juga  Indonesia Hari Ini: Ing Sinyal Sung Tulodho, Ing Kuota Mangun Karso, Tut Wifi Handayani

Selain itu, generasi emas akan memiliki penciri dalam menghadapi perubahan. Mau tidak mau, siap tidak siap, generasi emas akan berdamai dengan kondisi yang menyertainya. Sehingga respon terhadap perubahan akan dihadapi dengan daya tahan dan daya juang yang dimiliki. Generasi ini akan menyatu dan menjadi bagian dari adanya perubahan tersebut.

Generasi emas mampu berdamai dengan diri dan lingkungannya. Bagaimana prosesnya?  Generasi emas akan merekam segenap bentuk memori yang menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Bagaimana pendahulunya menjadikan refleksi untuk berbenah dan memiliki pola kehidupan yang menguatkan dirinya dalam menentukan langkah strategis yang mampu dibangun dari willpower/tekadnya dalam mencipta kesejahteraan bersama.

Generasi ini tidak hanya merdeka dalam membangun eksistensinya, namun juga mampu mencipta kedaulatan bagi dirinya sehingga tercipta kemandirian. Pendidikan merupakan mata rantai yang terus dikelola oleh generasi. Sebab dari pendidikan yang terus berkelanjutan memuat banyak aspek pembelajaran yang dibutuhkan.

*

Ada beberapa langkah yang mampu digali untuk mencipta generasi emas:

Pertama, melalui potensi yang dimiliki mampu membangun kompetensi/keterampilan hidup baik di lingkungan keluarga maupun komunitas/kelompoknya.

Kedua, melalui pendidikan secara formal/informal membangun dan mengasah kemampuan adaptasinya secara utuh sebab dari lembaga Pendidikan menjadi satu gerbang dalam perwujudan mimpi pemimpin bangsa.

Ketiga, meregulasi dirinya untuk berdamai dengan keadaan yang menyertai seperti penguasaan teknologi menjadi bagian yang mendukung pembelajaran tersebut.

Keempat, membangun jaringan untuk mencipta sinergisitas dalam langkah strategis yang direncanakan.

Kelima, menjadikan dirinya bagian dari suatu perubahan yang bersifat membangun dan positif. Dinamika demografi hadirkan penguatan bagi generasi emas untuk menyikapi perubahan -perubahan yang terjadi.

Munculnya ragam karakteristik seperti generasi milenial yang memiliki penciri atau kekhasan menjadi kekuatan. Sehingga membangun generasi emas sangat didukung dengan kesiapan terhadap perubahan. Semoga..

Bagikan
Post a Comment