Mengelola Konflik Rumah Tangga

5 menit baca
Teks:
WhatsApp

Setiap pasangan pasti mendambakan sebuah rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah, yaitu hubungan suami istri yang dilandasi oleh rasa cinta serta dipenuhi kasih sayang agar tercapainya rumah tangga yang memberikan ketenangan dan ketentraman hidup.

Namun terkadang membagun keluarga sakinah mawaddah warahmah bukanlah hal yang mudah dan bisa kita dapatkan dengan mudah. Sering kali konflik di dalam rumah tangga turut membersamai dalam perjalanan berumah tangga, baik yang baru maupun yang sudah lama menjalaninya.

Menurut Ust. Khoiruddin Bashori, pertengkaran di dalam sebuah rumah tangga adalah hal yang wajar. Sejatinya suami dan istri adalah dua orang yang hadir dari latar belakang keluarga yang bebeda, tentu karakter yang berbeda pula, yang kemudian menyatu menjadi satu, tentu bukanlah hal yang sederhana.

Maka tidak jarang adanya perbedaan persepsi, pendapat, hobi, pengambilan keputusan, cara dalam mengatur keluarga  dan cara dalam menghadapi sesuatu hal di dalam kehidupan berumah tangga menjadi salah satu sumber konflik tersebut.

Hal-hal yang Memicu konflik dalam Rumah Tangga

Ternyata menurut penelitian, lebih dari 70% konflik di dalam rumah tangga dapat diakibatkan oleh poor family communication yaitu komunikasi yang buruk di dalam suatu keluarga ataupun hubungan antara suami dan istri. Seringkali saat berhadapan dengan suatu masalah kita tidak dapat membicarakannya dengan baik. Kita cenderung hanya mengedepankan kata “kamu”, dalam artian hanya untuk saling menyalahkan dan mencari pembenaran dari diri masing-masing.

Ketika kemampuan komunikasinya buruk maka suatu dinamika yang kita hadapi akan menjadi semakin memburuk pula. Walaupun sebenarnya masalah yang dihadapi hanya suatu masalah yang sederhana.

Di zaman modern seperti saat ini tanpa sadar kita juga sering mengambil jalan yang salah dalam menghadapi suatu masalah. Misalnya saja seperti meluapkan emosi atau menuliskan permasalahan yang sedang kita alami di media sosial yang dimiliki, seperti Whats App, Instagram, maupun Facebook. Hal ini tentu hanya akan memperkeruh suasana dan suatu masalah bisa semakin rumit.

Kebiasaan kita menuliskan atau mengumbar masalah yang kita hadapi di media sosial akan menjadi konsumsi publik secara bebas. Netizen pasti akan mengasumsikan apa yang kita lakukan, biasanya hal tersebut juga akan menimbulkan berbagai pendapat dari orang lain yang sebenarnya tidak memberikan jalan keluar atau solusi yang tepat.

Cara Mengelola Konflik di dalam Rumah Tangga

Pertama, fokus pada problem (masalah) bukan pada pribadinya (orang). Di mana kita harus fokus terhadap masalah apa yang sebenarnya sedang kita hadapi, dan bukanya melihat dengan siapa kita bermasalah. Setiap kita menghadapi sebuah konflik pasti ada sebab di baliknya yaitu problem (masalah) itu sendiri.

Maka, akan lebih baik jika saat kita menghadapi suatu masalah pisahkan dahulu antara masalah dan orangnya. Jangan sampai kita tidak berani mengatakan masalah yang sebenarnya hanya karena kita takut menyakiti orang tersebut. Sebaliknya kita memperbesar suatu masalah yang sepele hanya karena kita memang sudah marah dengan orangnya. Sebelum menyelesaikan suatu masalah hendaknya kita dapat bersikap objektiv terlebih dahulu. Dengan begitu kita akan lebih mudah untuk menyelesaikan suatu masalah yang hadir di dalam rumah tangga maupun keluarga.

Ke dua, mampu memahami dan mendengarkan. Kita harus mampu menumbuhkan rasa respect kepada pasangan dengan cara mampu memahami dan mendengarkan pendapatnya.  Di dalam mencari jalan keluar dari sebuah masalah, kita tidak boleh hanya ingin mendapat pesetujuan dari pendapat dan persepsi kita. Cobalah memahami pasangan dari persfektif pasangan, dan jangan persfektif kita, itulah salah satu bentuk respect tersebut.

Ke tiga, gunakan I statement, dan bukan you statement. Di mana kita menggunakan bahasa ‘saya’, dan bukanya menggunakan kata ‘kamu’ di dalam suatu komunikasi. Cobalah untuk merubah subjek yang kita gunakan di dalam sebuah komunikasi dalam penyelesaian sebuah konflik.

Seringkali kita mengucapkan “kamu harusnya tidak begitu”, bukanya mengatakan “Saya inginnya kamu seperti ini”. Dengan menggunakan “saya”, kita juga bisa membantu pasangan kita untuk lebih memahami apa yang kita inginkan tanpa harus menghakimi apa yang kurang sesuai dari pasangan kita.

***

Ke empat, menjaga komunikasi agar tetap lancar, karena life is dialog. Saat menghadapi suatu problem alangkah baiknya untuk membicarakannya, jangan diam, apalagi pergi walaupun dengan alasan untuk mencari pencerahan. Menghadapi suatu masalah dengan pergi atau meninggalkan sama saja dengan menghindari masalah tersebut dan bukanya mendapatkan penyelesaian. justru biasanya akan menambah masalah menjadi lebih rumit.

Di dalam suatu rumah tangga dialog atau bertukar pikiran adalah hal yang sangat penting. Saat dua orang berdialog atau bertukar pikiran maka itu bisa menjadi alternatif untuk kita bisa saling memahami dan mengerti apa dan bagaimana sebenarnya yang ada di dalam pikiran pasangan kita. Baik tentang rumah tangga, ataupun tentang yang lainnya sehingga dapat menambah rasa sayang dan menumbuhkan rasa kesalingan di dalamnya.

Yang terakhir, hendaknya kita menanamkan kepada diri sendiri bahwa di dalam rumah tangga yang kita inginkan adalah happy bersama pasangan kita. Seringkali antara kedua pasangan masih memikirkan ego dan gengsi masing-masing. Selain itu, masih memikirkan tentang ingin memenangkan argumen atau pendapatnya di dalam suatu komunikasi. Tidak jarang kita masih saling beradu argumen hanya untuk mendapat siapa yang benar dan siapa yang salah.

Sejatinya rumah tangga adalah perjalanan dan ibadah terpanjang yang akan, atau sedang kita jalani. Walaupun terkadang terdapat perubahan beberapa hal di dalamnya, atau ketidaksesuaian dengan ekspektasi kita sebelum masuk ke dalamnya, tidak ada salahnya jika kita mulai saling belajar untuk mewujudkan rumah tangga yang ideal, yaitu rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah. Karena suami atau istri adalah orang yang kita pilih menjadi partner dan pelengkap separuh agama kita. Dia adalah orang terbaik yang Allah pilihkan untuk kita, atau bahkan ia adalah memang orang yang kita pilih dan kita cinta dari banyaknya orang yang coba menawarkan kebahagiaan.

Penulis & Editor: Lailatul Qoderia

Leave a Comment