Tuhan, Ada Apa dengan Negeriku ?
Tuhan..
Aku memang tak tahu
bisa jadi paham pun hanya membisu
Apa yang terjadi di setiap senti tanah negeriku
Ada hingar bingar yang menyesakkan
Saat para mahasiswa kembali turun ke jalan
Kala para sebagian saudara kami turut menggemakan
Apa yang menjadi sesak, Tuhan?
Parau mereka hampa di depan aksara berbayar
Kelu mereka sumbang di hadapan para penenteng dolar
Parau yang melengking tipis
Hatta jerit pun tak kuasa mengikis
Kelu yang tepaku kaku
Sampai ucap pun berhasil mengutuk sembilu
Tuhan, yakinkah keadaan negeri ini adalah kehendak-Mu?
Apakah karena para pemuka agama tak mampu jadi jembatan risalah-Mu?
Atau karena para cerdik cendekia tak mampu jadi corong pesan-Mu?
Apakah akibat gunungan dosa para hamba-Mu negeri ini?
Karena kelalaian yang tak kunjung berbalik?
Karena kepatuhan yang mulai menipis?
Tuhanku, jangan biarkan kami berseteru dengan saudara sendiri
Lemparkan granat peringatan-Mu agar kami sadar diri!
Tulis ketetapan-Mu agar kami saling menyelisik hati!
Tuhan, ada apa dengan negeriku ini?
Apakah dosaku pun turut mengiringi?
A_Kar
Tasikmalaya, 071020

Penulis lahir di Singaparna Tasikmalaya adalah seorang pendidik di madrasah aliyah swasta di kota tersebut. Aktivis Nasyiatul Aisyiyah ini meniti pengalaman organisasinya mulai dari PRNA Singaparna sampai menjadi salah satu pimpinan harian di PWNA Jawa Barat. Kecintaannya terhadap dunia literasi melahirkan beberapa tulisan yang terbit di surat Kabar Priangan, Siap Belajar, dan Tribun Jabar. Salah satu puisinya terdapat pada antologi berjudul Nyanyian Tahun yang Tak Kulagukan Rindu dan 1 Januari Biru yang diterbitkan oleh FAM Publishing, Sawidak yang diterbitkan oleh Majelis Pustaka dan Informasi PW Muhammadiyah Jawa Barat. Karya penanya dapat ditemui di akarmenulis.blogspot.com.
