f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
tugas

Tugasmu Beranak? Gunakan Metode Moscow!

Anda pasti membaca tulisan sambil pusing karena memikirkan terlalu banyak tugas yang menggunung dan bingung hal mana yang harus selesai terlebih dahulu. Eitts, tenang… jangan bingung dulu, karena itu hanya membuat anda tak memulai satu pun pekerjaan dan malah mengabaikannya.

Tentu dengan pekerjaan yang bertumpuk, siapapun pasti akan kesulitan jika harus melakukan dan menyelesaikan semuanya dalam satu waktu. Alih-alih bisa cepet selesai, malah bisa bikin kamu lunglai. Untuk menyelesaikan tugas tersebut, maka wajib untuk mencoba dengan Metode Moscow.

Metode Moscow merupakan metode yang mengharuskan kita untuk membagi tugas yang ada berdasarkan kategorinya. Metode ini berfungsi untuk menyusun prioritas kamu dalam menyelesaikan tugas baik secara individu maupun secara berkelompok.

Karena memang waktu dan tenaga setiap manusia itu terbatas, maka siapapun tidak akan bisa melakukan dan menyelesaikan semuanya dalam waktu yang sama. Sebagai solusi, kamu bisa menyusun skala prioritas. Mau itu dalam dunia pendidikan atau dalam skala pekerjaan, kamu harus memilih apa yang harus menjadi nomor satu dan apa yang bisa tertunda terlebih dahulu.

***

Nah dalam teknik Moscow ini, suatu pekerjaan akan “dikotak-kotakkan” ke dalam beberapa kategori. Di antaranya yaitu:

  • Must

Pertama, ada must alias harus dimiliki. Tugas atau pekerjaan yang masuk dalam kategori ini harus selesai pada hari itu juga tanpa ada pengecualian atau nggak boleh tertunda. Kerjakan atau mati! Biasanya tugas yang masuk dalam kategori ini adalah tugas yang memang mempet dengan deadline. Katakanlah sang dosen cuman ngasi waktu yang begitu singkat untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Jika anda tidak menyelesaikannya dalam waktu tertentu, anda tidak akan mendapatkan nilai alias kelulusan anda terancam dalam pelajaran tersebut. Maka inilah yang harus kamu selesaikan terlebih dahulu.

  • Should
Baca Juga  Menolak Diskusi "Adu Nasib" Menjadi Sebuah Revolusi Budaya Otak

Kategori kedua dalam Moscow Method adalah Should. Tentu ini berbeda dengan Must. Tugas atau kerjaan yang masuk ke dalam kategori ini memang merupakan tugas yang penting, namun masih bisa untuk kita tunda. Contohnya ketika kamu membuat tugas atau pekerjaan dengan membuat semacam aplikasi, namun dalam aplikasi yang kamu kerjakan tersebut ada semacam bug kecil. Kamu tetap bisa menjalankan dan merilis aplikasi terkait walau masih ada bug. Meski begitu, bug tersebut harus tetap kamu hilangkan.

  • Could

Selanjutnya ialah could. Tahap dalam Metode Moscow ini berada di bawah kategori Should. Tugas yang termasuk ke dalam kategori Could merupakan tugas atau kerjaan yang gak terlalu penting, dan masih bisa selesai lain waktu ketika kamu sudah santai alias selow. Gampangnya, pekerjaan tersebut bisa kamu kerjakan saat kamu udah gak terlalu sibuk dengan tugas lain yang lebih penting. Misalnya pekerjaan tersebut memiliki waktu 1-2 minggu sebelum mencapai deadline.

***
  • Won’t/ Will not have (untuk saat ini)

Kategori terakhir ini berisi mengenai pekerjaan yang harus kamu hapus dari to-do-list. Alias masih bisa nyantai sambil ngopi di warkop. Dan tugas ini nggak terlalu penting buat dikerjain cepet-cepet. Contohnya tugas tersebut baru wacana sang dosen, suatu saat dia akan memberikanmu pekerjaan membuat film pendek misalnya. Namun ia masih belum menetapkan kapan kamu boleh mengerjakannya. Dengan kata lain tugas tersebut bisa dikerjakan dalam kesempatan lain dan bisa juga pekerjaan tersebut tidak jadi untuk diperintahkan.

Itulah merupakan metode Moscow yang dapat penulis rangkum. Namun seperti kata pepatah, “tak ada gading yang tak retak”. Maka itu juga berlaku dengan metode moscow tersebut karena ia memiliki plus dan minusnya. Meskipun dengan metode ini kamu maupun anggota kelompokmu dapat mengetahui tugas mana yang harus diprioritaskan ditambah dengan cara tersebut bisa tidak membuatmu panik dan kebingungan.

Baca Juga  Ketika Merasa, Kok Aku Begini-Begini Saja?

Namun sayangnya, tetap saja bahwa metode Moscow memiliki kekurangannya. Salah satunya terletak pada kategori will not have. Bisa saja ketika kamu berencana untuk melupakan tugas tersebut karena hanya bestatus wacana dari sang dosen, namun tiba-tiba tugas itu malah jadi prioritas yang harus kamu kerjakan dalam pekerjaan selanjutnya. Dan bisa saja tugas tersebut naik menjadi kategori should bahkan must. Kan nambah panik jadinya.

Selesai sudah penjelasan dari penulis. Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk menggunakan Metode Moscow untuk menyelesaikan pekerjaanmu selanjutnya? Kalau tertarik, maka terapkan! Jangan sok gabut anak muda, tugasmu banyak!!!

Bagikan
Post a Comment