f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
cukur

Anak Takut Cukur Rambut ? Begini Tips Atasinya

Jika sebelum terjadi pandemi, para orangtua pastinya lebih memilih barbershop langganan untuk mencukur rambut anak.  Memilih mencukur di barbershop, selain alasan kenyamanan tempat dan tentu juga karena faktor pelayanan.

Nah, di masa pandemi ini, tentu Ayah Bunda berpikir dua kali untuk membawa anak-anak ke barbershop. Maka pilihannya, mencukur sendiri di rumah. Ini  butuh ketrampilan dan tips jitu.  Belum lagi, tidak mudah membujuk anak untuk cukur rambut. Tentu butuh perjuangan.

Lalu bagaimana tipsnya membujuk anak agar mau dicukur rambutnya? Dan kegiatan mencukur rambut anak menjadi menyenangkan di rumah selama masa pandemi

PD bahwa Aku Bisa!

Pertama kali yang menjadi modal dasar adalah keberanian dan kepercayaan diri bahwa Ayah Bunda bisa melakukan. Saya pertama kali mencukur rambut anak juga masih trial dan error, hasilnya kurang memuaskan, sih. Berani mengalahkan keraguan, artinya Ayah Bunda telah melangkah di start keberhasilan. Bukankah demikian?

PD berarti Ayah Bunda harus mempelajari teknik-teknik dasar mencukur di channel youtube.  Setelahnya mempelajari peralatan mencukur, teknik penggunaan dan fungsinya. Jika Ayah Bunda lebih PD menggunakan mesin pencukur yang bunyinya meraung-raung, boleh menjadi alternatif. Tetapi jika kurang PD menggunakan mesin, ayah bunda bisa menggunakan peralatan sederhana seperti gunting tajam, sisir, silet pencukur kumis, alat penyemprot untuk membasahi rambut anak, bedak baby, spons dan kain penutup tubuh anak.

Bacakan Cerita tentang Rambut

Nah, sebelum melakukan aksi potong rambut pada anak, Ayah Bunda perlu melakukan pendekatan persuasif dahulu. Salah satunya dengan cara mendongeng atau membacakan cerita buku bergambar tentang  seluk beluk rambut, bahaya rambut kotor, dan penyakit rambut. Atau dapat pula melalui film kartun di channel youtube. Namun, jika menggunakan media youtube atau media online lainnya, sebaiknya ayah bunda melakukan pendampingan, agar anak tidak berselancar bebas di dunia maya.

Baca Juga  Pandemi Covid-19 dan Pelajaran di Dalamnya

Rata–rata anak-anak suka mendengarkan cerita atau menonton film kartun, apalagi Ayah Bunda bisa bergaya dengan mimik atau ekspresi seperti tokoh dalam cerita “rambut” tersebut. Wah, pasti menyenangkan. Dengan sentuhan dan pujian yang menyenangkan anak, ini akan membuat hati anak menjadi lebih lembut.

Marah-marah atau ngomel kepada anak, tentu bukan pendekatan yang efektif. Anak akan semakin rewel dan tidak mau untuk dicukur rambutnya. Anak-anak belum bisa memahami bahasa logika sebab-akibat  yang orangtua lontarkan pada saat penyampaiannya dengan ekspresi marah ataupun mengomel. Ayah bunda pernah mengalaminya, bukan? Ketika ayah bunda menyuruh anak dengan nada marah, anak-anak ada yang menangis, ada pula yang mengambek, dan marah plus anarkis melempar mainannya, membanting pintu dan sebagainya.

Jangan Saat Anak Bad Mood

Sebaiknya mencukur rambut anak, menunggu mood anak baik dahulu. Ketika anak dalam kondisi tenang dan mood baik, anak akan lebih anteng dan  bisa bekerjasama.  Proses mencukur tentu lebih lancar, bukan?

Sebaliknya, jika anak sedang badmood, seperti marah, lelah, lapar, rewel, ataupun sedang bertengkar dengan saudaranya, pasti akan menyebabkan anak menjadi berontak. Jika kita tetap memaksakan, tentu hasilnya tidak akan bagus, baik dari segi hasil cukur rambutnya, psikis anak dan emosional orangtuanya.

 Pilihkan Tempat yang Nyaman untuk Anak

Sangat penting mengatur tempat cukur rambut  untuk anak. Anak laki-laki cenderung tidak terlalu memperhatikan estetika tempat, yang penting nyaman untuknya. Sedangkan anak perempuan, tentu kursi duduk ini boleh dengan hiasan layaknya princess.  Anak perempuan umur 3 tahun saja ada yang sudah bisa memilih warna apa untuk tempat cukurnya. Memilih tempat berdasarkan pilihan anak tentu lebih membuat kepercayaan diri anak lebih baik. Ia akan riang gembira menjalani proses cukur rambut.

Baca Juga  Sikap yang Harus Dimiliki Pengantin Baru Pasca Menikah

Siapkan Mainan Kesayangannya

Mainan kesayangan salah satu yang menjadi sebab anak mau untuk duduk manis. Tapi ingat ya, Ayah Bunda, mainan yang bisa dipegang saja. Sebaiknya jangan mainan yang menyebabkan anak berlari-lari ya. Jikalau harus membawa mainan yang mengharuskan lari seperti mobil remote, buatlah perjanjian dan sapaan kepada anak, misalnya, “ Adik, mobilnya dipegang dulu ya, Bunda mau potong rambutnya yang udah kotor, sebentar saja ya.”

Lakukan dengan Cepat

Usahakan proses mencukur rambut jangan terlalu lama. Selain anak bosan, sisa potongan rambut yang menempel di tubuh dan wajah anak akan membuat gatal sehingga anak lebih rewel. Kain penyelimut dan pelindung anak jika terlalu lama juga akan membuat anak menjadi gerah. Hal ini sangat tidak nyaman bagi anak.

Sebaiknya sudah menyiapkan model rambut anak dahulu dan teknik praktis mencukur rambutnya. Ini akan mempercepat proses cukur rambutnya, ya Ayah Bunda!

Kebersamaan Ayah Bunda Membuat Nyaman

Anak tentu lebih berbahagia dan gembira, bila dalam proses cukur rambut ini berlangsung pada saat orangtua sedang libur tidak ada WFH. Ayah mencukur rambutnya, Bunda sibuk memuji anak, boleh juga  menjadi fotografer anak. Kebersamaan ini menyenangkan, dan akan selalu teringat oleh anak sepanjang masa.

Jikalau Bunda yang harus melakukan proses cukur rambut di rumah, cinta kasih yang tulus seorang bunda akan cukup nyaman di hati anak dan akan menjadi kenangan terindah anak di masa dewasanya. 

Berikan Apresiasi

Mencukur rambut sudah selesai. Berikan apresiasi, ya Ayah Bunda . Ia sudah mandi sehabis dicukur, berikan pujian dan kata-kata motivasi dengan tulus.  Ini akan membuat anak lebih gembira dan secara tak langsung akan menumbuhkan kepercayaan dirinya di masa mendatang

Baca Juga  Panduan Memilih Investasi Reksadana yang Cocok Bagi Pemula

Selain itu, memberikan hadiah  pada anak juga perlu dilakukan, tapi jangan setiap kali cukur rambut , ya Ayah dan Bunda. Karena jika memberikan hadiah misalnya habis cukur rambut dibelikan ini dan itu, akan menjadi kebiasaan dan persepsi bagi anak, ” aku mau cukur rambut,kalau ayah bundaku belikan mainan A atau es krim”. Kita sedang membangun sebuah pemahaman anak bahwa cukur rambut adalah bagian terpenting dalam kehidupannya kelak. Hal ini akan menjadi penunjang penampilan yang penting di masa depannya. Ini sekedar pendapat saya ya, ayah Bunda.

Berhasil atau tidaknya membujuk cukur rambut pada anak tentu tergantung style pengasuhan Ayah Bunda dan sekuat apa bonding orangtua pada anak. Jadikan momen masa pandemi yang panjang ini sebagai kesempatan membangun bonding dengan anak di rumah.

Semoga bermanfaat tips di atas. Sukses selalu ya, Ayah Bunda.

Bagikan
Comments
  • Abu Ishaq

    wahh sangat mengispiransi tulisannya ..
    semangat terus bun untuk berkarya, menebar manfaat kepada sesama ..
    semoga menjadi amal jariyah

    Agustus 12, 2021
Post a Comment