f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
perang uhud

Tokoh Penting Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Tanggal 17 Agustus 1945 merupakan puncak perjuangan proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan ini memiliki arti yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Dikatakan penting karena bangsa Indonesia mendapati kebebasan, baik dari segala bentuk penindasan maupun penjajahan asing.

Diproklamirkannya kemerdekaan, berakibat mulainya sebuah revolusi baru. Dikatakan revolusi karena terjadi perubahan yang mendasar dan cepat, yakni pemindahan kekuasaan dari negara jajahan ke negara yang merdeka dan berdaulat. Selain itu, juga diselenggarakan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Terlepas dari itu, ada peran penting dari para tokoh sebelum diproklamirkannya kemerdekakan Indonesia. Mulai dari perumusan teks proklamasi, penyebarluasan teks proklamasi, pengadaan tiang bendera, microfon, pengeras suara dan sebagainya. Lantas siapakah tokoh proklamator tersebut?

Pertama, Ir. Soekarno

Ir. Soekarno atau kerap dikenal dengan Bung Karno. Ia mempunyai pengalaman menarik saat tiba di tanah air, dari perjalanannya ke Saigon, Bung Karno menyampaikan pidato singkat. Dalam pidatonya, antara lain menyatakan bahwa “Indonesia sudah akan merdeka sebelum jagung berbunga.” Hal inilah yang menyebabkan membaranya semangat rakyat Indonesia.

Sebelumnya Bung Karno dan Bung Hatta menjadi tokoh sentral yang terus didesak oleh para pemuda agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, sampai akhirnya mereka harus diungsikan ke Rengasdengklok. Sepulangnya dari Rengasdengklok ia bersama Bung Hatta dan Ahmad Subarjo telah merumuskan teks proklamasi, dan menuliskannya pada secarik kertas.

Tepat pada 17 Agustus 1945, Bung Karno bersama Bung Hatta diberikan kepecayaan untuk menandatangani teks proklamasi. Selain itu, ia juga diberi kepercayaan membaca teks proklamasi sebagai pernyataan kemerdekaan Indonesia dengan didampingi Bung Hatta.

Kedua, Drs. Moh. Hatta

Moh. Hatta atau kerap dikenal dengan Bung Hatta. Ia dan Bung Karno merupakan dwi tunggal yang sulit terpisahkan. Hal ini pun terbukti saat mereka menghadap Jenderal Terauchi di Saigon untuk menyatakan kemerdekaan Indonesia. Setelah pulang, mereka terus didesak para pemuda agar bersedia menyatakan proklamasi Indonesia secepatnya.

Baca Juga  Mangkunegara I, Pengentas Marginalisasi Perempuan Jawa

Disamping itu, secara tidak langsung Bung Hatta juga melibatkan diri dan ikut andil dalam perumusan teks proklamasi. Pada peristiwa detik-detik proklamasi, ia tampil sebagai tokoh yang mendampingi Bung Karno dalam pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Inonesia.

Ketiga, Ahmad Subarjo

Ahmad Subarjo merupakan tokoh yang mengakhiri peristiwa Rengasdengklok. Sebab dengan jaminan nyawanya, akhirnya Bung Karno, Bung Hatta dan rombongan diperbolehkan kembali ke Jakarta. Sesampainya di Jakarta saat dini hari, di rumah Maeda lah dilaksanakan perumusan teks proklamasi, ia secara langsung berperan aktif dan memberikan andil pemikiran tentang rumusan teks proklamasi. Namun ia tidak hadir pada saat Bung Karno membacakan teks proklamasi di Pegangsaan Timur No. 56.

Keempat, Sukarni Kartodiwirjo

Sukarni Kartodiwirjo merupakan pelopor penculikan Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok. Ia juga tokoh yang mengusulkan agar teks proklamasi segera ditandatangani oleh Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia. Selain itu, ia juga memimpin pertemuan untuk membahas strategi penyebarluasan teks proklamasi dan berita tentang proklamasi.

Kelima, Sayuti Melik

Sayuti Melik merupakan aktivis yang aktif dalam gerakan politik. Tahun 1942 ia menjadi pemimpin redaksi surat kabar Sinar Baru Semarang. Pada saat detik-detik proklamasi, ia juga menyaksikan penyusunan teks proklamasi di ruang makan Maeda. Bahkan akhirnya ia dipercaya untuk mengetik teks proklamasi yang ditulis langsung oleh tangan Bung Karno.

Keenam, BM. Diah

Burhanuddin Muhammad Diah (BM. Diah) merupakan seorang jurnalistik. Saat peristiwa proklamasi, pada malam sewaktu akan diadakan perumusan teks proklamasi, BM. Diah banyak melakukan kontak kepada para pemuda untuk datang ke rumah Maeda. Ia juga termasuk salah seorang pemuda yang ikut menyaksikan perumusan teks proklamasi. Ia juga sangat berperan dalam upaya penyebarluasan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga  Nyai Khairiyah Hasyim: ‘Sang Kiai Putri’
Ketujuh, Latif Hendraningrat

Latif Hendraningrat merupakan salah seorang komandan PETA. Pada saat pelaksanaan proklamasi, ia termasuk tokoh yang cukup sibuk. Ia bertugas menjemput beberapa tokoh penting untuk hadir di Pegangsaan Timur No. 56. Misalnya ia harus mencari dan menjemput Bung Hatta.

Pada saat pelaksanaan proklamasi, setelah menyiapkan barisan, Latif Hendraningrat mempersilakan Bung Karno membacakan teks proklamasi. Kemudian, ia dengan dibantu S. Suhud mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Sedangkan yang membantu membawakan bendera Merah Putih adalah SK. Trimurti.

Kedelapan, S. Suhud

S. Suhud merupakan pemuda yang ditugasi mencari tiang bendera dan bendera Merah Putih. Dikarenakan suasana waktu itu cukup gugup dan tegang, tiang yang digunakan adalah sebatang bambu, padahal tidak terlalu jauh dari rumah Bung Karno terdapat tiang dari besi. Disisi lain, S. Suhud dan Latif Hendraningrat merupakan pengibar bendera Merah Putih di halaman rumah Bung Karno.

Kesembilan, Suwiryo

Suwiryo merupakan wali kota Jakarta Raya waktu itu dan secara tidak langsung menjadi ketua penyelenggara upacara proklamasi kemerdekaan. Oleh karena itu, ia sangat sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam upacara tersebut, termasuk pengadaan microfon dan pengeras suara.

Kesepuluh, dr. Muwari

dr. Muwari merupakan tokoh muda yang bertugas dalam bidang pengamanan jalannya upacara proklamasi kemerdekaan Indonesia. Ia telah menugaskan anggota Barisan Pelopor dan PETA untuk menjaga keamanan di sekitar kediaman Bung Karno. Setelah upacara, ia juga membagi tugas lagi kepada para anggota Barisan Pelopor dan PETA untuk menjaga keamanan Bung Karno dan Bung Hatta.

Kesebelas, Frans Sumarto Mendur

Frans Sumarto Mendur merupakan tokoh wartawan dari Indonesia Press Photo Service (Ipphos) yang ikut membantu pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Ia juga telah mengabdikan berbagai peristiwa penting di sekitar proklamasi.

Baca Juga  Bhasha Mukherjee dan Kecantikannya
Keduabelas, Syahruddin

Syahruddin merupakan seorang wartawan Domei. Peran pentingnya pun harus diakui. Waktu itu ia dengan gagah berani memasuki halaman gedung siaran. Namun Jepang menjaga ketat gedung tersebut. Hingga terpaksa ia melewati jalur belakang, dengan cara memanjat tembok belakang gedung dari Jl. Tanah Abang. Lalu ia menyerahkan Naskah proklamasi kepada kepala bagian siaran untuk disebarkan ke seluruh penjuru negeri.

Ketigabelas, F Wus dan Yusuf Ronodipuro

F Wus dan Yusuf Ronodipuro merupakan tokoh yang berperan penting dalam penyebarluasan berita proklamasi. Kedua tokoh ini merupakan penyiar-penyiar yang cukup berani dan tidak jarang mendapatkan ancaman dari pihak Kenpeitai (kesatuan militer Jepang yang bertindak sebagai polisi rahasia sekaligus dianggap sebagai polisi militer).

Bagikan
Comments
  • Hamba ALLAH

    Mantap bro, lanjutkan bakatmu

    Agustus 17, 2020
Post a Comment