f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
pandemi

Tips Emak Tetap Happy Selama Pandemi

Pandemi oh pandemic, kapan engkau pergi. Tidak tahukah gamis baruku masih menggantung rapi di lemari, lipstikku utuh berjejer rapi atau skincareku awet hingga aku pakai dan pakai lagi. Lihat wajahku jadi glowing sekali. Anak-anakku tenang pegang gawai, perkakas dapur melambai-lambai minta mandi. Dan aku sungguh lelah, lelah sekali.

Lebih dari satu tahun anak-anak belajar di rumah. Banyak perubahan terjadi. Terutama bagi kaum ibu yang disebut emak-emak. Tugasnya bertambah. Selain mengurusi rumah tangga bertambah menjadi guru pula. Tambah pusing? Tentu. Tidak heran tingkat stress emak-emak meningkat sejak pandemi berlangsung. Lalu apa yang harus dilakukan emak-emak agar stress pergi, terhempas? Berikut tipsnya:

Harus punya waktu buat diri sendiri (me time)

Me time tidak harus ke salon atau spa. Cukup manjakan diri dengan mencari kegiatan – kegiatan yang positif, yang waktunya benar-benar ia nikmati. Misal membaca, berkebun, buat kue atau berkumpul dengan teman-teman sekolah, wali murid. Berkumpul tidak harus bertemu. Bisa lewat video call, zoom. Luangkan waktu sejenak agar me time benar-benar bisa dinikmati sehingga setelah me time energi kembali pulih.

Untuk membuat kue, luangkan kegiatan memasak. Nikmati proses demi proses bagaimana membuat kue. Dari persiapan bahan, membuat adonan hingga memanggang atau mengukusnya sampai jadi kue.

Membaca apa saja. Tidak harus dari buku. Bisa baca novel di platform-platform berbayar atau yang gratisan, artikel-artikel dan sebagainya. Lakukan kegiatan ini dengan santai. Dan pastikan energi baru didapat setelah me time.

Mau lihat yang hijau-hijau tidak perlu jauh-jauh ke sawah. Coba buat pemandangan sekitar rumah untuk inspirasi berkebun. Tidak usah tanaman yang mahal-mahal yang menguras kantong, cukup tanaman yang murah meriah. Bisa juga menanam empon-emponan dengan pot, cabai, tomat. Tambah cantik dengan tanaman hias. Sekitar rumah jadi hijau dan segar, berpengaruh kepada penghuninya. Tetapi berkebun diperlukan ketekunan tidak asal tanam. Jadi siap untuk berkebun?

Baca Juga  Sepuluh Badai dalam Rumah Tangga dan Tips Mengatasinya
Selalu berpikiran positif

Berpikiran positif sangat penting karena dengan hal itu akan menambah imunitas tubuh dan sebaliknya dengan berpikiran negatif tubuh akan mudah sakit karena virus mudah masuk. Nah, bagaimana caranya agar selalu berpikiran positif? Jauhkan dari berita-berita negatif yang tidak perlu, yang akan membuat kita akan selalu terbayang-bayang.

Sering berafirmasi positif. Cobalah tanamkan kata-kata positif sebelum tidur. Ucapkan pelan-pelan, hayati kata-katanya. Bisa sambil memejamkan mata atau sambil dzikir. Kata-kata itu akan tertanam dalam alam bawah sadar kita meskipun berbagai masalah datang selama pandemi.

Mencoba usaha baru/menggali passion

Karena di rumah saja, mengapa tidak mencoba usaha yang bisa dilakukan di rumah atau menggali hobi yang sudah lama terpendam seperti menulis? Tidak sedikit banyak penulis atau pengusaha baru muncul karena pandemi. Ayo, gali potensi kita. Siapa yang tahu dari usaha di rumah kalau serius menggelutinya akan berkembang. Atau akan menjadi penulis besar dari bakat yang lama terpendam.

Untuk menulis, coba kembangkan pelan-pelan. Dari menulis satu dua paragraf di media sosial hingga bisa membuat cerpen, esai, puisi dan sebagainya. Untuk menggalinya bisa juga ikut kelas–kelas menulis yang flyernya banyak bermunculan di media sosial. Ada yang gratis dan berbayar. Dengan ikut kelas menulis kemampuan menulis semakin diasah.

Cerianya anak-anak.

Ketika penat atau jenuh datang karena pandemi, coba lihatlah polah tingkah anak-anak kita. Dengan tingkahnya yang polos, kondisi apapun tetap seperti itu. Ceria tanpa beban, bebas tertawa. Ceria mereka bisa jadi obat jenuh kita. Bergabunglah dengan candaan mereka, ikut tertawa lepas.

Berperanlah seolah-olah kita temannya, lepaskan beban di pundak untuk sementara. Menjahili anak-anak dengan gelitikan atau membuat mereka tambah tertawa lepas dengan guyonan kita. Kedekatan ini juga akan menambah bonding antara ibu dan anak.

Baca Juga  Fikih Idul Kurban Saat Pandemi: Daring atau Luring?
Tinggalkan julid dan baper

Julid dan baper adalah penyakit hati. Tinggalkan dua hal itu agar tidak mempengaruhi psikis kita. Apalagi kalau kita sering main media social. Julid dan baper masih ada. Kalau kita terpengaruh, bubar dunia karena yang ada emosi melulu. Imbasnya tentu keluarga kita.

Nah di atas adalah tips-tips yang bisa emak lakukan selama masih pandemi. Kita tidak tahu kapan pandemi akan berakhir. Jalani saja protokol kesehatan, jaga keluarga kita dan jangan sampai emak-emak stress. Syukuri keadaan sekarang, jangan banyak mengeluh. Ikhlas jalani hidup ini meski harus sering di rumah saja. Jangan lupa bahagia, bahagia itu diciptakan bukan datang dengan sendirinya. Karena itu yang utama. Keep strong and smile.

Pesan Utama : Ibu adalah pilar utama dalam sebuah rumah tangga. Ibu bahagia, keluarga bahagia. Jadi selama pandemi ibu harus bahagia dengan caranya.

Bagikan
Post a Comment