f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
jajanan

Tiga Jajanan yang Ngangenin saat Tinggal di Arab Saudi

Aku termasuk warga negara Indonesia yang sebetulnya masih dalam kategori baru berdomisili di Arab Saudi, khususnya di Riyadh. Acuan yang digunakan tentu saja hitungan bulan yang belum genap satu tahun. Namun dalam rentang waktu tersebut, aku akui telah menemui berbagai situasi yang berbeda dengan saat berada di Indonesia.

Pertama, tentang perubahan suhu udara. Saat musim panas tiba, angka 42 derajat celcius menjadi suhu udara yang harus disahabati. Begitupun saat musim dingin datang, setiap tubuh harus berusaha menghangatkan diri tatkala menemui angka satu derajat celcius. Namun tentu saja kedua hal tersebut merupakan hal yang bisa diatasi oleh solusi-solusi yang dipersiapkan sebelumnya.

Kedua, sesuatu yang erat kaitannya dengan kenyamanan lidah alias makanan. Untuk hal utama ini tentu saja bukan sesuatu yang sulit untuk dijaga dan penuhi; karena di sini tersedia berbagai masakan Asia, khususnya makanan khas Indonesia. Dan untuk kebutuhan sehari-haripun, ruang konsumsi keluarga masih sangat dekat dengan menu kekhasan sehari-hari, nasi dan olahan lauk pauk ala Indonesia.

Meskipun kedua hal di atas telah mendapat tempat pemenuhannya, ada hal lain yang meskipun masih hitungan bulan berada di negara yang terkenal dengan keindahan pemandangan gurunnya, tetap saja masih ada yang terasa kurang; dan sesuatu yang dirindukan tersebut tentunya hanya tersedia di Indonesia.

1. Cita Rasa Micin

Meskipun tidak setiap saat mengonsumsi jajanan yang khas dengan cita rasa micin ketika berada di tanah air; namun ketersediaan jajanan bermicin saat datang ke berbagai pusat perbelanjaan hingga toko-toko di pedesaan membuat perasaan tenang. Ya, minimal kalau lidah sedang “ngame” (bahasa Jawa: ingin gurih-gurih), tinggal bergegas untuk membeli jajanan yang diharapkan di warung sebelah rumah.

Baca Juga  Belajar dari Aska

Di sini, meskipun ada beberapa makanan ringan yang nama produknya sama dengan yang tersaji di toko-toko di Indonesia; namun cita rasanya sangat berbeda. Rasa gurih yang biasanya didapatkan ketika kriukan pertama, tak ditemukan ketika menyantapnya di Arab Saudi.

Maka jajanan seperti pilus, basreng, dan macaroni yang sangat mudah kita temukan di negara tercinta, menjadi cemilan yang sangat rindukan ketika berada di sini. 

2. Rasa Pedas yang Enak

Selain merindukan gurihnya jajanan, lidah juga menginginkan rasa pedas khas cabai Indonesia. Pedas yang enak biasanya tersaji melalui saos sambal, saos sambal kacang, atau taburan cabai kering. Aneka ragam sambal tersebut mudah ditemui di sekitaran kampus, di area parkiran, hingga di ruang pujasera. Yaitu dari para penjual yang menjajakan makanannya atau lebih dikenal sebagai makanan ringan.

Lidah kita tentu sangat mudah menemukan cita rasa pedas yang khas tersebut dan ditambah level pedas yang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Rindu tersebut kini tertuju pada cilok, cimol, dan juga cireng yang meskipun bisa disajikan di sini dengan memantau resep-resep yang tersar luas di You Tube; tetap saja ada kekurangan di sana sini.

3. Es Penghilang Dahaga

Terutama jika mudik ke kampung halaman di Jawa Timur, panas terik siang hari bukan jadi persoalan besar. Banyak warung yang memberikan penawaran menarik dengan resep khasnya masing-masing ditambah efek samping yang dihadirkan, yaitu menghilangkan dahaga. Dua menu andalan tersebut adalah es campur dan es degan.

Tulisan ini murni tentang selera dan kelezatan yang bisa diterima lidah; bukan tentang mengukur kalori dari suatu makanan atau efeknya bagi bertambahnya berat badan. Karena diantara kenikmatan yang dihasilkan oleh es campur atau es degan tersebut, terdapat juga rasa manis yang berasal dari susu kental manis juga cairan gula, segar dan bahkan sensasi dingin yang menyejukkan dihadirkan oleh pecahan es batu.

Baca Juga  Duka Perempuan Tanah Air

Nah, bukan berarti di Riyadh tidak tersedia kelapa muda ataupun penjual es campur, namun ketika otak telah menyimpan warung-warung tertentu di Indonesia yang pernah jadi langganan, maka es-es yang lainpun menjadi berkurang nilai rasanya.

Perbedaan antara negara satu dan lainnya dengan kehidupan di tanah air tentu saja membawa sensasi yang berbeda pada tiap individu. Untukku, ketiga hal di atas adalah kekangenanku. Tentu tak sama kerinduan yang dialami lainnya. Walau demikian, keakraban yang menyatukan kita sesungguhnya satu, yakni sama-sama berasal dari negara yang sama, Indonesia.

Bagikan
Comments
  • Teguh

    Wah keren sekali berbagi pengalamannya sangat menarik

    Mei 24, 2022
Post a Comment