f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
perempuan

Story of Kale: Perhatian pada Kasus Toxic Relationship

oleh : Nadhifa Azhar

Rahmania udah sempat menonton File Story Of Kale belum? Film yang dirilis lewat online ini, sudah bisa Kamu tonton mulai dari Hari Jumat (23 Oktober) kemarin. Film ini juga sempat jadi tema yang trending di twitter, mengingat banyaknya netizen yang penasaran dengan tokoh Kale ini.

Namun, sebelum menonton filmnya, kalian harus menonton Film NKCTHI (Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini) dulu. Jikalau tidak, mungkin film ini hanya menjadi romansa standar tanpa ada rasa yang spesial. Rasa-rasa yang saya dapatkan dari film ini ya karena pemahaman saya atas karakter Kale yang telah dibangun di NKCTHI. Jika film ini berdiri sendiri mungkin saya tak mendapatkan rasa-rasa yang ingin diutarakan.

Yang cukup menarik di film ini adalah ia dengan tegas berbicara soal abusive relationship, dimana tema ini masih jarang dibahas di perfilman kita. Teriakan yang diterima oleh Dinda (Aurelie) hingga jeratan tangan di wajahnya mampu membuat saya geram, dengan cepat mengasihani Dinda dan mengutuk Argo yang berhasil menjadi karakter paling dibenci di tahun ini.

Review Story of Kale

Membaca beberapa review dan cuitan di twitter membuat saya yakin, bahawa seakan mengamini jalan pikir sang sutradara, para netizen pun tertampar berbondong-bondong mengatakan setuju kalau abusive of relationship harus dihilangkan di muka bumi ini. Tapi mungkin memang mudah apabila dikatakan, nyatanya pergi dari pasangan seperti itu tak semudah membalikkan telapak tangan.

Tokoh Dinda ini yang sering menerima bentakan, dorongan, dan pukulan awalnya pun menolak saat dibela dan disuruh mengakhiri hubungan dengan sang pacar. Berdalih rasa cinta dan sang pacar hanya sedang dalam kondisi terbawa emosi sesaat. Ditambah, lamanya umur hubungan mereka yang tidak sebentar.

Baca Juga  My Unfamiliar Family : Merefleksikan Hubungan dalam Keluarga

Lewat film ini, seharusnya banyak yang mengerti dan faham, kalau apapun bentuk dan aktivitas pasangan tanpa adanya consent menjadi suatu bentuk kekerasan. Consent sendiri memiliki prinsip utama yang secara garis besar kita diharuskan meminta izin untuk mengakses hal apapun yang bukan milik kita, termasuk tubuh orang lain.

Meenyakiti orang lain secara fisik maupun psikis tentu cukup menciderai otoritas dan privasi tubuh seseorang, meskipun ia pasangan kita misalnya. Balik lagi, sebagian besar merasa maklum dan diam karena yang melakukannya adalah pasangannya, ataupun orang-orang terdekat di lingkungannya. Padahal jelas, kita punya hak otoritas di tubuh kita.

Toxic Relationship

Di film ini pun dijelaskan mengapa Dinda seakan membenarkan kekerasan yang terjadi di hubungannya, yak arena ia terbiasa melihat hal tersebut sewaktu kecil yang dipraktekkan oleh Ayah dan Ibunya. Menakjubkan bukan, luka yang dipendam sedari kecil berubah menjadi traumatis sampai ia beranjak dewasa.

Jika Rahmania menonton film ini, jangan kaget kalau film masih bertutur dalam alur non-linear seperti NKCTHI, yang menghasilkan perbandingan situasi antara hubungan Dinda-Argo dan Dinda-Kale hingga menciptakan sebuah kampanye anti kekerasan dalam sebuah hubungan. Perjalanan Kale dalam film ini masih bisa kita ambil maknanya, mengutuk Argo yang toxic tapi nyatanya ia pun juga toxic lewat kemauannya hingga sikap tak merelakan. Ini semua dikarenakan rasa sayang yang terlalu berlebihan hingga menciptakan sikap mengekang untuk tujuan kebahagiaan. Tapi, bukankah kebahagiaan itu tanggung jawab masing-masing? itulah kata Dinda.

Semua dialog dibuat apik, namun sayang saya merasa kehilangan feels anatara tokoh satu dengan yang lain. Mungkin yak arena terbatasnya waktu, menjadikan tokohnya tidak dibahas secara lebih mendetail. Tapi saya acungi dua jempol untuk motif tersembunyi di film ini untuk mengkampanyekkan soal toxic relationship ataupun abusive of relationship. Semoga kita, baik laki-laki ataupun perempuan bisa sama-sama terhindar dan terbebas menjadi subjek maupun objek perbuatan tercela tersebut.

Baca Juga  Andrei dan Ujian Kehidupan

Buat yang belum nonton, ku saranin langsung beli tiket di bioskoponline.com harga tiketnya murah Cuma 10.000 an aja hehe.

Bagikan
Post a Comment