f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
Pakaian

Tersenyumlah untuk Bahagia

“Jangan menunggu bahagia untuk tersenyum, tetapi tersenyumlah untuk bahagia.”

Apakah Rahmania pagi ini sudah tersenyum? Atau justru kita sedang menyembunyikan dengan rapat senyuman kita? Bayangkan, orang yang kita kasihi sedang tersenyum dengan tulus kepada kita. Tentu sangat menarik  untuk dipandang menentramkan dan meneduhkan jiwa kita. Bayangkan lagi, seseorang yang kita temui  memasang wajah tidak bersahabat, tatapannya tajam, dengan ekpresi muka muram dan berkerut-kerut . Apa yang kita rasakan? Apakah kita tenteram dan merasa teduh sebagaimana jika kita menghadapi orang yang tersenyum disertai muka yang ramah kepada kita? Berbeda, bukan? Kita kadang malah merasa takut, malas berbicara dengannya, atau mengambil  langkah buru-buru menghindarinya.

Begitu pula dengan kita. Pasanglah selalu seulas senyum, terutama jika kita berjumpa dengan orang yang kita kenal. Lebih indah jika dilengkapi dengan ucapan salam, dengan ucapan yang lembut dan sopan. Tentu orang lain akan menemukan kita sebagai sosok yang bersahabat.

Manfaat Tersenyum

Begitu pula ketika kita harus menghadapi tahap demi tahap dalam kehidupan ini. Ada beberapa peristiwa yang membuat kita kesal atau kecewa. Kadang kita merasa tak ada lagi senyum, yang ada hanya masalah-masalah yang sedang numpuk. Seakan senyum kita telah hilang lenyap begitu saja ditimbun dengan kesedihan-kesedihan. Apakah dengan memasang muka muram, marah-marah, memasang muka kusut, maka beban permasalahan kita akan terselesaikan begitu saja dengan sendirinya? Tak ada salahnya cobalah cara super gampang ini Tersenyumlah …

Atau mungkin masih sulit karena beban kita memang terlalu berat, kekecawaan kita terlalu atau ada angapan bahwa seseorang bisa tersenyum jika masalah  yang dihadapi sudah selesai? Sekali lagi, cobalah untuk tersenyum, sebisa mungkin. Meskipun awalnya tersenyum dengan terpaksa, ketika kita sudah menemukan manfaatnya, maka senyum akan menjadikan salah satu cara meringankan beban.  Senyum bisa kita lakukan kapan saja, baik di saat senang ataupun susah. “jangan menunggu bahagia untuk tersenyum, tetapi tersenyumlah untuk bahagia.”

Baca Juga  Ilmu, Niat, dan Kebahagiaan
***

Karena senyum memberikan harapan dan kebahagiaan. Energi senyum memberikan muatan yang positif untuk pikiran kita. Senyum adalah harapan. Ketika di pagi hari kita bangun tidur lontaran seulas senyuman kepada kita. Senyuman adalah harapan. Dengan senyuman tersebut kita berharap bahwa setiap hari adalah hari baru yang membawa kebahagiaan, masalah yang belum dapat terselesaikan di hari kemarin, ada  harapan untuk menyelesaikan di hari ini, semoga dipermudah, diberi kelancaran, dan sebagainnya. Senyuman pagi hari dan harapan akan keberhasilan menjadi sesuatu yang sinkron dan membahagiakan hati kita.

Senyuman Membawa Ketenangan

Dengan senyuman, beban permasalahan akan terkurangi, perlahan-lahan rasa tenteram akan menyusup ke dalam qalbu kita. Dan orang yang telah berhasil menentramkan dirinya, maka tak lain yang ia rasakan selain kebahagiaan. Orang yang senantiasa tersenyum, otomatis ia telah memberikaan keringanaan terhadap sesuatu yang ia sedihkan itu. Ia akan merasa rileks. Hidup ini indah. Senyuman juga memberikan manfaat lain kepada kita. Kita akan menjadi orang yang awet muda, selalu berpikir positif, serta memancarkan kesejukan dan keteduhan bagi siapa saja yang kita temui.

Tersenyum juga memberikan energi yang dahsyat untuk orang lain. Rasulullah saw. Mengajarkan bahwa senyuman itu sedekah. Senyuman adalah amalan yang sungguh mulia. Jika kita sedang tidak memiliki harta benda untuk disedekahkan hari ini, gantilah dengan senyuman. Tersenyumlah dengan tulus, pasanglah wajah yang memancarkan kesejukan, serta bertutur katalah dengan lisan yang lembut ketika kita menghadapi orang yang sedang di himpit permasalahan. Maka, Insya Allah, energi positif yang kita pancarkan akan menular kepada teman kita yang sedang menderita itu. Senyuman laksana setitik api yang mampu meluruhkan bekunya es. Jika setitik api itu kita hidupkan, maka perlahan-lahan bongkahan es yang keras membatu akan meluruh menjadi titik-titik air yang menyejukkan.

Baca Juga  Publikasi Sedekah di Media Sosial, Kenapa Tidak?

Senyuman juga bisa menebarkan rasa senang dan nyaman bagi orang di sekitar kita. Mulai sekarang, mari kita biasakan untuk tidak pelit dengan senyuman kita. Jangan sembunyikan senyum kita, meskipun dengan bawahan kita, atau orang-orang yang kita pimpin. Keramahan pemimpin justru menjadi suri tauladan yang baik bagi orang-orang yang di pimpinnya. Kita akan menjadi orang yang ramah yang ditiru, bukan sebagai orang yang ditakuti sehingga menciptakan jarak yang sebenarnya tidak memberikan keuntungan.

Karena itu, jangan menunggu bahagia untuk tersenyum…

Editor : Amanat Solikah

Bagikan
Post a Comment